BREAKING NEWS

    80 Peserta Lulus Pelatihan Vokasi, Pemkab Pasaman Perkuat Target 1.000 Lapangan Kerja

    Waktu Baca: 2 menit
    Asisten Administrasi Umum Setdakab Pasaman, Roichard (tengah), mewakili Bupati Pasaman saat menutup Pelatihan Vokasi Nasional Batch 1–Tailor Made Training (TMT) di UPT BLK Lubuk Sikaping, yang diikuti 80 peserta dari berbagai kejuruan, April 2026.

    Pasaman, Ayosumbar.id, April 2026— Pemerintah Kabupaten Pasaman terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi berbasis kompetensi. Upaya ini menjadi bagian dari strategi daerah dalam mencapai target penciptaan 1.000 lapangan kerja secara bertahap.

    Sebanyak 80 peserta Pelatihan Vokasi Nasional Batch 1–Tailor Made Training (TMT) yang digelar di UPT BLK Lubuk Sikaping resmi menuntaskan program pada pertengahan April 2026. Para peserta dinyatakan siap memasuki dunia kerja maupun merintis usaha mandiri setelah mengikuti pelatihan intensif selama dua pekan.

    Penutupan kegiatan dilakukan oleh Asisten Administrasi Umum Setdakab Pasaman, Roichard, yang hadir mewakili Bupati Pasaman, Welly Suhery. Dalam sambutan yang dibacakannya, Bupati menegaskan bahwa pelatihan tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah strategis dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten dan produktif.

    “Program ini dirancang untuk melahirkan tenaga kerja yang siap bersaing, baik di sektor industri maupun dalam membangun usaha secara mandiri,” ujar Roichard saat membacakan sambutan Bupati.

    Ia menambahkan, pelatihan vokasi menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung target penciptaan lapangan kerja di daerah.

    Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja Pasaman, Ariswan, menjelaskan bahwa kurikulum pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan dunia usaha dan industri (DUDI), serta potensi ekonomi lokal.

    Menurutnya, pendekatan tersebut bertujuan agar lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berwirausaha.

    “Materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja, sehingga peserta memiliki keterampilan yang aplikatif dan relevan,” jelasnya.

    Adapun bidang pelatihan yang diberikan meliputi instalasi listrik, tata boga (ragi dan non ragi), menjahit bedcover lanjutan, tata rias pengantin, serta cost estimator konstruksi—sektor-sektor yang dinilai memiliki peluang kerja cukup tinggi.

    Selain pembekalan teknis, peserta juga memperoleh fasilitas pendukung seperti pakaian kerja, modul pelatihan, konsumsi, uang saku, hingga perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Di akhir program, peserta menerima sertifikat pelatihan serta sertifikasi kompetensi dari BNSP bagi yang lulus uji.

    Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pasaman dengan Kementerian Ketenagakerjaan melalui BPVP Padang. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem pelatihan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri.

    Pemkab Pasaman optimistis, melalui program pelatihan yang berkelanjutan, para lulusan dapat segera terserap ke dunia kerja, membuka peluang usaha baru, serta berkontribusi dalam menekan angka pengangguran di daerah.(***)

    Avatar of M. Abdi Lubis
    Avatar of M. Abdi Lubis
    Avatar of M. Abdi Lubis
    Avatar of M. Abdi Lubis
    M. Abdi Lubis
    Penulis
    Avatar of M. Abdi Lubis
    M. Abdi Lubis
    Editor
    Avatar of M. Abdi Lubis
    M. Abdi Lubis
    Reporter

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *