BREAKING NEWS
    9,051 view

    Pembangunan Kantor Nagari Sandi Ulakan, JKA: Bisa Swadaya Masyarakat

    Waktu Baca: 2 menit
    Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, bersama masyarakat saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kantor Wali Nagari Sandi Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakih, Senin (25/8/2025). (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Pembangunan kantor nagari bukan sekadar berdiri tegaknya sebuah bangunan, tetapi menjadi simbol kebersamaan masyarakat dalam membangun nagari. Untuk itu, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA) menilai, masyarakat bisa ikut berswadaya membangunnya.

    Hal itu disampaikan JKA ketika peletakan batu pertama pembangunan Kantor Wali Nagari Sandi Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakih, Senin (25/8/2025). Ia menegaskan bahwa keberadaan kantor wali nagari merupakan kebutuhan dasar bagi roda pemerintahan di tingkat nagari.

    Dukungan pendanaan yang bersumber dari berbagai jalur—mulai dari dana desa, APBD, pokok pikiran (pokir) anggota DPRD, hingga swadaya masyarakat—menjadi bukti bahwa pembangunan bisa terwujud jika semua pihak bergandengan tangan.

    “Sejatinya pemerintahan nagari memang harus memiliki kantor tersendiri. Kita bersyukur hari ini bisa memulai pembangunan kantor Nagari Sandi Ulakan,” ujar John Kenedy dalam sambutannya.

    JKA juga menekankan bahwa tradisi gotong royong dan budaya badoncek yang masih terpelihara di Padang Pariaman merupakan modal utama dalam pembangunan nagari. Ia berharap, semangat kebersamaan itu terus terjaga agar pembangunan kantor nagari berjalan lancar tanpa hambatan.

    “Saya berharap masyarakat Sandi Ulakan dapat bersama-sama menyelesaikan pembangunan kantor ini hingga tuntas, jangan sampai terbengkalai atau takarangko. Dalam bernagari kita perlu kekompakan, jangan ada silang pendapat agar tercipta kelancaran dalam proses kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.

    Wali Nagari Sandi Ulakan, Zulbaidi, mengungkapkan rasa syukurnya karena pembangunan kantor nagari yang sudah lama dinantikan akhirnya mulai terwujud. Ia menjelaskan, kantor ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 300 meter persegi.

    Proses pembebasan lahan telah melalui jalan panjang sejak 2023, mulai dari pengurusan sertifikat hingga akhirnya bisa dianggarkan pada 2025 sebesar Rp55 juta dari dana nagari.

    “Alhamdulillah, hari ini kita bisa memulai peletakan batu pertama pembangunan kantor wali nagari yang sudah lama kita dambakan,” tutur Zulbaidi.

    Tokoh masyarakat setempat, M. Saidi, menambahkan bahwa lokasi pembangunan kantor yang berdekatan dengan Mesjid Surau Tuo Syekh Burhanuddin memiliki arti penting.

    Bagi masyarakat, kedekatan antara pusat kegiatan keagamaan dan pusat pemerintahan nagari menjadi simbol sinergi antara ulama dan umara.

    “Ini sebuah kebanggaan, dengan berdirinya kantor wali nagari di dekat pusat kegiatan keagamaan, menandakan bersatunya ulama dan umara dalam membangun nagari,” kata M. Saidi. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Arditono
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *