BREAKING NEWS
    11,305 view

    Serangan Hama Wereng di Padang Pariaman Ancaman Pertanian 7 Kecamatan

    Waktu Baca: 2 menit
    Ilustrasi petani yang sedang melihat padi yang ditanamnya diserang hama wereng sehingga tidak mendapatkan hasil yang bagus. (Foto: TimAS/AI)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Hama wereng di Padang Pariaman terus mengancam produktivitas pertanian. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Padang Pariaman melaporkan serangan meluas hingga 11,85 hektare dan mengancam 151,30 hektare lahan padi per September 2025.

    Plt. Kadispertangan Padang Pariaman, Irawati Febriani, menyebut serangan hama wereng di Padang Pariaman sudah terjadi tiga tahun terakhir. Namun, keterbatasan anggaran menghambat pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) di tingkat provinsi dan kabupaten.

    “Sejak tiga tahun terakhir, hama wereng menjadi masalah utama di sawah Padang Pariaman. Tanpa anggaran pengendalian OPT, penanganan belum optimal,” kata Irawati, Minggu (7/9/2025).

    Serangan hama wereng di Padang Pariaman terdeteksi di tujuh kecamatan, yaitu Anam Lingkuang, Lubuak Aluang, Batang Anai, Ulakan Tapakih, V Koto, Sungai Limau, dan IV Koto Aua Malintang. Intensitas serangan bervariasi antara 13 hingga 44 persen.

    Di Poktan Kampung Paneh Nagari Pakandangan, Anam Lingkuang, dua hektare sawah terserang dengan intensitas tertinggi 44,44 persen, sehingga tiga hektare lahan terancam gagal panen. Sementara itu, Poktan Simpang Tangah Nagari III Koto Aua Malintang Utara, tercatat 0,25 hektare sawah terserang dan 11 hektare terancam.

    Varietas padi yang terdampak antara lain Cisokan, PB 42, Kuriak, Putiah Papanai, Bujang Marantau, dan varietas lokal. Untuk mengantisipasi kerugian petani, dinas mendorong penggunaan varietas Batang Piaman yang lebih tahan wereng serta pola tanam serentak.

    “Kami menyarankan petani menanam Batang Piaman dan melakukan pola tanam serentak. Namun, penyemprotan insektisida darurat tetap diperlukan agar serangan tidak meluas,” ujar Irawati.

    Irawati menegaskan pemerintah telah menyediakan varietas Batang Piaman melalui kelompok tani dan penyuluh pertanian di setiap nagari. “Varietas Batang Piaman terbukti tahan wereng. Petani bisa mendapatkannya lewat kelompok tani atau penyuluh,” katanya. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Arditono
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    1 Komentar

    1. Avatar of manajemen
      manajemen

      Bagaimana peran kelompok tani dan penyuluh dalam distribusi varietas padi tahan wereng? akuntansi

      Reply
    Sudah ditampilkan semua