BREAKING NEWS
    8,568 view

    Inflasi Padang Panjang Agustus 2025 Naik 2,75 Persen, Dipicu 3 Komoditas

    Waktu Baca: 2 menit
    Pemko Padang Panjang ikuti Rakornas Inflasi bersama Kemendagri, kemarin. (Foto: Diskominfo Padang Panjang)

    Padang Panjang, AyoSumbar.id – Inflasi Padang Panjang Agustus 2025 tercatat 2,75 persen secara tahunan. Angka ini naik dibanding Juni yang hanya 1,85 persen. Secara bulanan, inflasi mencapai 0,56 persen. Kenaikan harga cabai merah, beras, dan daging ayam ras menjadi pemicu utama.

    Rapat Koordinasi Nasional Inflasi dan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah terhadap Program 3 Juta Rumah, Selasa (23/9/2025), mengungkap data tersebut. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memimpin rakor tersebut.

    Dalam rapat, Tito menegaskan pentingnya dukungan pemerintah daerah pada Program Tiga Juta Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menyebut inflasi nasional pada Agustus 2025 sebesar 2,31 persen year on year. Secara bulanan, inflasi nasional justru turun 0,08 persen.

    Tito menjelaskan, pemerintah pusat mendorong percepatan Program Tiga Juta Rumah melalui keputusan bersama Kemendagri, Kementerian PUPR, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Dukungan mencakup pembebasan BPHTB, penghapusan retribusi PBG, dan percepatan perizinan pembangunan rumah MBR.

    Ia meminta kepala daerah segera mengeluarkan keputusan, mempercepat layanan perizinan, serta melaporkan pelaksanaan secara rutin. Menurutnya, langkah ini mempercepat pembangunan rumah layak huni untuk masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh daerah.

    Sementara itu, Analis Perekonomian Setdako Padang Panjang, Chandra Erfiko, menyoroti perkembangan harga pangan. Ia menyebut Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu ketiga September 2025 mencapai 6,20, naik dari minggu sebelumnya.

    “Peningkatan inflasi Padang Panjang Agustus 2025 secara tahunan ataupun bulanan ini, pemicu utamanya adalah naiknya harga cabai merah, beras, dan daging ayam ras,” ujarnya dikutip Rabu (24/9/2025).

    Secara umum, harga 48 komoditas terpantau stabil. Sebanyak 15 komoditas berfluktuasi, dengan tujuh mengalami penurunan harga dan delapan naik.

    Komoditas yang naik antara lain daging ayam broiler, cabai hijau, cabai rawit, cabai merah, susu bubuk, bawang bombai, dan ikan kembung. Sebaliknya, harga gula pasir, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, bawang daun, terong, dan seledri menurun.

    Chandra menambahkan, sejumlah komoditas di Padang Panjang tetap stabil. Beras kualitas satu hingga tiga, tepung terigu, daging sapi, daging ayam kampung, telur ayam kampung, telur itik, kacang-kacangan, dan minyak goreng belum menunjukkan perubahan harga.

    Ia menegaskan, cabai merah masih mencatat kenaikan signifikan. Sementara komoditas di Padang Panjang yang mengalami penurunan terbesar terjadi pada bawang daun, seledri, dan terong. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Arditono
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *