BREAKING NEWS
    13,727 view

    Pembunuhan di Gasan Gadang: Polisi masih Memburu, Wajah Terduga Beredar

    Waktu Baca: 2 menit
    Foto pria yang bereda di media sosial sebagai terduga pelaku pembunuhan di Korong Koto Muaro, Nagari Gasan Gadang, Kecamatan Batang Gadang. (Foto: FB Ir Tanjung)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Kasus pembunuhan di Gasan Gadang menjadi perbincangan hangat di media sosial. Pasalnya, kasus ini dilatarbelakangi kasus dugaan pencabulan. Malangnya, ayah korban yang tak terima anaknya dicabuli, saat menuntut justru diserang terduga pelaku.

    Korban kasus pembunuhan di Padang Pariaman tersebut benama Fikri (38). Ia adalah warga Korong Koto Muaro, Nagari Gasan Gadang, Kecamatan Batang Gasan. Fikri meregang nyawa karena diserang terduga pelaku menggunakan benda tajam tepat di hulu hatinya.

    Kasus pembunuhan di Gasan Gadang itu menarik perhatian warganet. Sejumlah akun Facebook mengunggah foto seorang pria bertato yang disebut sebagai pelaku.

    Misalnya akun bernama Ir Tanjung dan Rinto Shimabua. Mereka membagikan dua foto bertato yang diduga sebagai pelaku pembunuhan dan pencabulan di Gasan Gadang tersebut.

    “Mohon bantuannya saudara-saudaraku di mana pun berada. Kalau ada nampak orang ini tolong dilaporkan ke kantor polisi terdekat. Orang ini adalah pembunuh darah dingin dan biadab!” tegas tulisan pada post akun Ir Tanjung dikutip Sabtu (27/9/2025).

    Akun lain yang menampilkan foto serupa juga menyerukan pesan pencarian terduga pelaku pembunuhan di Gasan Gadang itu. “Dicari wajah pelaku pembunuhan dan cabul di Koto Muaro, Nagari Gasan Gadang, Kecamatan Batang Gasan, Padang Pariaman,” tulisnya.

    Kasat Reskrim Polres Pariaman, Iptu Rio Ramadhani, menegaskan pihaknya bekerja intensif menuntaskan kasus tersebut. Katanya, foto terduga pelaku yang beredar di media sosial tidak bisa dijadikan patokan sebelum ada kepastian hukum. “Biar kami tangkap dulu,” ujar Rio.

    Ia menjelaskan, hasil visum korban dari RS Bhayangkara Padang sudah diserahkan kepada pihaknya. “Hasil visum, korban meninggal karena pendarahan hebat setelah ditusuk di ulu hati. Kami masih menyelidiki untuk menangkap pelaku pembunuhan di Gasan Gadang,” ungkap Rio.

    Awal Petaka bagi Fikri

    Sebelum menjadi korban pembunuhan, Fikri dikabarkan sempat mendapat ancaman dari terduga pelaku. Keluarga menyebut, ancaman akan dibunuh itu disampaikan lewat pesan WhatsApp. Pelaku juga diduga sebagai pencabul anak korban.

    Isi pesannya, memperingatkan korban agar tidak melapor ke polisi. Jika tetap melapor, ia akan dihabisi. “Informasi ini sedang kami dalami. Kami mencari bukti dan motif di balik pembunuhan di Gasan Gadang,” kata Iptu Rio.

    Ternyata, ancaman itu benar-benar terjadi. Tepatnya pada Rabu malam (24/9/2025). Saat itu, Fikri berpamitan keluar rumah untuk mengecek ternak sapi di belakang rumah. Namun, ia tidak kembali hingga larut malam.

    Anak korban yang menyusul ke kandang hanya menemukan sandal milik ayahnya. Keluarga dan warga kemudian mencari bersama. Mereka akhirnya menemukan korban tergeletak dekat jurang dalam kondisi bersimbah darah akibat luka tusuk. (*)

    Avatar of Arditono
    M Afif Azari
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *