BREAKING NEWS
    7,238 view

    Kejurda Horseback Archery di Pariaman Dorong Sport Tourism Sumbar

    Waktu Baca: 2 menit
    Salah seorang peserta yang tampil dalam Kejurda Horseback Archery perdana yang digelar di Pantai Kata, Pariaman, Sabtu (1/11/2025). (Foto: Diskominfo Pariaman)

    Pariaman, AyoSumbar.id – Kejurda Horseback Archery di Kota Pariaman resmi dibuka Wali Kota Pariaman, Yota Balad, di Pantai Kata, Sabtu (1/11/2025). Kegiatan ini menjadi ajang pertama tahun ini dan menjadi kebanggaan bagi Kota Pariaman yang dipercaya sebagai tuan rumah.

    Yota Balad menyebut Kejurda Horseback Archery bukan sekadar olahraga fisik, tetapi juga melatih fokus, ketenangan, dan ketepatan dalam mengambil keputusan. Ia menegaskan olahraga panahan berkuda memiliki nilai-nilai yang selaras dengan filosofi budaya Minangkabau.

    “Berkuda dan memanah termasuk sunnah Nabi. Keduanya menjadi sarana ibadah, menjaga kesehatan, serta membangun kekuatan fisik dan mental,” ujar Yota Balad.

    Ia menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan visi-misi Balad–Mulyadi yang ingin menjadikan Kota Pariaman sebagai destinasi wisata berlandaskan agama dan budaya.

    Karena itu, pemerintah daerah mendukung penuh setiap cabang olahraga, terutama yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan promosi wisata.

    Menurutnya, Kejurda Horseback Archery memiliki dampak positif terhadap sektor ekonomi masyarakat dan memperkuat posisi Pariaman sebagai kota sport tourism di Sumatera Barat.

    “Kami berharap Kota Pariaman dapat kembali dipercaya menjadi tuan rumah kejurda maupun kejurnas horseback archery berikutnya,” harap Yota Balad.

    Sementara itu, Ketua Umum Horseback Archery Nasional Indonesia sekaligus Ketua Pordasi Sumbar, Deri Asta, menyampaikan bahwa ajang ini diikuti 24 peserta dari berbagai daerah.

    “Beberapa di antaranya dari Pariaman, Solok, Sawahlunto, Solok Selatan, Kabupaten Solok, Kepulauan Mentawai, Payakumbuh, Padang Pariaman, Alahan Panjang, dan Kota Padang,” jelasnya.

    Deri Asta menargetkan, Kejurda Horseback Archery dapat melahirkan atlet terbaik yang akan mewakili Sumatera Barat dalam Kejurnas Pordasi di Bromo pada Desember 2025. Ia juga menilai antusias peserta menunjukkan perkembangan positif olahraga panahan berkuda di daerah ini.

    Salah satu peserta, Raka (15) asal Kota Solok, mengapresiasi lintasan yang digunakan dalam Kejurda Horseback Archery Pariaman. Ia menilai arena tersebut sudah memenuhi standar nasional dan sangat layak digunakan untuk kejuaraan tingkat nasional.

    Raka berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan agar sport tourism Kota Pariaman semakin dikenal luas hingga ke luar Sumatera Barat. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Arditono
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *