BREAKING NEWS
    4,354 view

    Topang Perpanjangan Tanggap Darurat, Agam Butuh Tambahan Cadangan Pangan

    Waktu Baca: 2 menit
    Kepala DKPP Agam, Rosva Deswira, mengecek ketersediaan cadangan pangan Agam untuk menopang dua fase rawan pangan. (Foto: St Batuah/TimAS)

    Agam, AyoSumbar.id – Kabupaten Agam membutuhkan tambahan cadangan pangan untuk menghadapi perpanjangan tanggap darurat bencana hidrometeorologi. Stok Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) kian menipis, sementara kebutuhan masyarakat terdampak bencana masih tinggi.

    Hingga Selasa (23/12), total beras yang telah tersalurkan di Agam mencapai 79,79 ton. Namun, cadangan pangan yang tersisa di tingkat daerah kini berada pada batas sangat terbatas.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Agam, Rosva Deswira, mengatakan sepanjang tahun ini CPPD Agam telah disalurkan sebanyak 18 ton. Penyaluran tersebut digunakan untuk menopang dua fase rawan pangan, yakni penanganan puso akibat kekeringan serta bencana alam yang terjadi pada November 2025.

    “Penyaluran dari CPPD Agam sebanyak 15,2 ton untuk bencana hidrometeorologi. Ditambah 2,8 ton untuk bencana kekeringan dan gagal panen di Tilatangkamang dan Kamangmagek bagi 619 jiwa,” ujarnya.

    Dari total pangan yang disalurkan, sebagian besar bersumber dari bantuan Pemerintah Pusat yang mencapai 64,79 ton. Sementara untuk penanganan puso, Agam juga mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebanyak 40,59 ton, yang menyasar 9.021 jiwa di Kecamatan Canduang dan Ampekangkek.

    Terbaru, Pemkab Agam kembali menyalurkan 2 ton cadangan pangan ke Salarehaia Timur, menandakan tekanan kebutuhan pengungsi masih tinggi.

    “Untuk menopang perpanjangan masa tanggap darurat, persediaan CPPD Agam saat ini hanya tersisa 2 ton lagi. Itu sangat terbatas,” kata Rosva.

    Pemkab Agam memang merencanakan penambahan 2 ton melalui anggaran perubahan serta 6 ton pada APBD 2026. Namun, jumlah tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal.

    Berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbapanas) Nomor 15 Tahun 2023, Kabupaten Agam seharusnya memiliki cadangan pangan minimal 88,8 ton. Standar ini ditetapkan untuk menghadapi kondisi rawan pangan, mulai dari bencana alam, gagal panen, hingga pengendalian inflasi.

    Dengan stok yang jauh di bawah ketentuan, Agam berada dalam posisi rentan. Jika kebutuhan pengungsi terus meningkat sementara cadangan daerah tidak mencukupi, permintaan tambahan ke pemerintah pusat menjadi satu-satunya opsi.

    Rosva berharap, dampak bencana kali ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah pusat untuk mengembalikan dana efisiensi yang sempat ditarik. “Mudah-mudahan, karena kondisi bencana ini, dana efisiensi bisa dikembalikan sehingga stok cadangan pangan daerah dapat ditambah,” katanya.

    Di tengah ancaman bencana berulang, keterbatasan cadangan pangan menegaskan bahwa Agam belum mandiri dan masih sangat bergantung pada intervensi pusat. Tanpa penguatan cadangan pangan lokal, daerah ini akan terus berada pada posisi rentan setiap kali bencana datang. (*)

    Avatar of St Batuah
    Avatar of Arditono
    Avatar of St Batuah
    St Batuah
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *