Karnaval Budaya HUT ke-22 Solok Selatan: Harmoni Minang, Jawa, Batak dalam Satu Irama
Solok Selatan, AyoSumbar.id – Perayaan HUT ke-22 Solok Selatan menjadi momen istimewa yang sarat warna budaya. Pawai budaya yang digelar di Padang Aro sukses menyulap pusat kota menjadi panggung kebhinekaan, menghadirkan kolaborasi adat Minangkabau, Jawa, Batak, hingga berbagai etnik Nusantara lainnya.
Ribuan pasang mata tumpah ruah di sepanjang rute pawai pada Senin (5/1/2026) sejak pukul 10.00 WIB. Warga lokal dan pengunjung dari luar daerah tampak antusias menyaksikan parade budaya yang jarang ditemui dalam satu kesempatan.
Sebanyak 40 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tujuh kecamatan, serta 39 nagari ambil bagian dengan mengenakan busana adat Minangkabau dan khas Solok Selatan. Hiasan suntiang, deta, dan perhiasan tradisional yang berkilau menambah kemegahan barisan peserta.
Kemeriahan berlanjut saat rombongan budaya Jawa tampil memikat lewat tarian tradisional serta kebaya berwarna cerah. Tak kalah menarik, kontingen Batak memperkenalkan kain ulos bernuansa merah marun dengan motif khas Toba yang sarat makna filosofis.
Bupati Solok Selatan, Khairunas, menegaskan bahwa pawai ini mencerminkan wajah daerah yang inklusif. “Solok Selatan adalah rumah bersama. Tidak hanya milik budaya Minangkabau, tetapi juga ruang ekspresi bagi seluruh suku bangsa Indonesia,” ujarnya.
Sorotan utama tertuju pada pertunjukan “Kolaborasi Nusantara”, hasil perpaduan tiga budaya besar: Minang, Jawa, dan Batak. Alunan talempong, gamelan, dan gondang berpadu harmonis, menciptakan atmosfer meriah yang membuat penonton larut dalam irama. Sejumlah anak muda bahkan ikut menari di tepi jalan, menambah semarak suasana.
Tak hanya budaya, pawai ini juga menjadi ajang promosi ekonomi lokal. Deretan stan UMKM menampilkan aneka kerajinan tangan, kuliner khas daerah, hingga produk kreatif masyarakat Solok Selatan. “Ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga etalase ekonomi kreatif daerah,” tambah Khairunas.
Pawai budaya yang telah digelar selama 22 tahun ini diharapkan terus menjadi agenda inspiratif bagi generasi muda, sekaligus memperkuat dialog dan toleransi antarbudaya. HUT ke-22 Solok Selatan pun kembali menegaskan identitasnya sebagai simpul persatuan dalam keberagaman Nusantara. (adi)
