BREAKING NEWS
    4,641 view

    Huntara Ditarget Rampung Sebelum Ramadhan

    Waktu Baca: 2 menit
    Bupati Limapuluh Kota, Safni, saat menemani Sestama BNPB, Rustian, ketika meninjau langsung pembangunan Huntara di Aia Angek, Nagari Koto Tinggi, Selasa (6/1/2026). (Foto: BNPB)

    Limapuluh Kota, AyoSumbar.id – Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Gunuang Omeh ditarget selesai dibangun dan bisa ditempati korban saat Ramadhan mendatang. Artinya hanya tersisa waktu kurang dari dua bulan lagi.

    Hal tersebut disampaikan Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, ketika meninjau langsung pembangunan Huntara di Aia Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, bersama Bupati dan Wakil Bupati, Safni-Ahlul Badrito Resha, Selasa (6/1/2026).

    Dalam kunjungan tersebut, Rustian memastikan penanganan darurat bencana di wilayah tersebut berjalan dengan baik, termasuk progres pembangunan huntara yang saat ini terus dikebut. Sekretaris Utama BNPB ini mengapresiasi seluruh personel yang terlibat di lapangan. Menurutnya, proses penanganan darurat hingga pembangunan hunian sementara berjalan sesuai rencana.

    ‎“Semua personel bekerja dengan baik. Kita minta pengerjaan ini terus dipacu agar bisa rampung sebelum memasuki bulan Ramadhan. Kalau perlu, dua minggu lagi sudah selesai dan bisa langsung ditempati masyarakat,” ujar Rustian.

    ‎Sementara itu, Bupati Limapuluh Kota, Safni, yang turut mendampingi, menyebutkan bahwa huntara di Koto Tinggi direncanakan akan diperuntukkan bagi 60 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana, khususnya warga yang rumahnya mengalami rusak berat. ‎“Saat ini progres pengerjaan sudah hampir 30 persen. Kita optimistis bisa diselesaikan sesuai target,” kata, kemarin.

    ‎Senada dengan itu, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha, menjelaskan bahwa lokasi huntara seluas 1 hektar yang saat ini dibangun merupakan tanah pemberian masyarakat.

    ‎Wabup menambahkan, di lokasi lain yang tidak jauh dari kawasan huntara, pemerintah daerah sedang menyiapkan lahan sekitar 6,5 hektare pemberian masyarakat juga yang direncanakan akan menjadi kawasan hunian tetap (huntap).

    ‎“Kalau tanah yang tersedia lebih luas, ke depan kita bisa membangun fasilitas umum dan prasarana sosial, seperti sekolah dasar, masjid,” jelasnya.

    Menurut Wabup, penyerahan lahan tersebut dilakukan atas nama masyarakat, dengan perantaraan Wali Nagari dan Camat yang dinilai sangat proaktif dalam proses percepatan penanganan pascabencana.

    ‎“Kita berdoa semoga semua proses ini selesai sebelum Ramadhan, sehingga masyarakat bisa beribadah dengan tenang dan nyaman,” ujar wabup yang biasa disapa Rito ini.

    ‎Ke depan, kawasan huntara ini juga direncanakan akan berkembang menjadi bagian dari kawasan huntap, di mana bangunan huntara bisa dimanfaatkan sebagai dapur atau bagian pendukung rumah permanen.

    “Fasilitas umum seperti mushola, jalan, dan prasarana sosial lainnya akan dibangun oleh pemerintah bersama pihak swasta,” tambahnya.

    ‎Usai meninjau lokasi huntara, Sekretaris Utama BNPB bersama Bupati dan Wakil Bupati juga meninjau lokasi calon huntap dengan menggunakan sepeda motor. (*)

    Avatar of Arditono
    M Afif Azari
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *