BREAKING NEWS
    2,471 view

    Bantuan Kemenaker Rp30,3 Miliar Disalurkan untuk Pemulihan Pascabencana di Sumbar

    Waktu Baca: 3 menit
    Menaker Yassierli menyerahkan bantuan Kemenaker sebesar Rp30,3 miliar kepada Gubernur Sumbar, Mahyeldi, di BPVP Padang. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Sumbar)

    Padang, AyoSumbar.id – Bantuan Kemenaker (Kementerian Ketenagakerjaan) senilai Rp30,3 miliar disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat (Sumbar) sebagai bagian dari dukungan pemulihan sektor ketenagakerjaan dan ekonomi.

    Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyerahkan bantuan Kemenaker tersebut di Aula Maninjau Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang, Kamis (12/2/2026), didampingi Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. Pemerintah pusat menempatkan program ini sebagai intervensi strategis untuk mempercepat pemulihan pascabencana.

    “Kehadiran kami hari ini adalah bagian dari penyaluran bantuan Kementerian Ketenagakerjaan untuk masyarakat Sumatera Barat yang terdampak bencana,” ujar Yassierli. Ia menegaskan, Kemnaker fokus pada pemulihan yang berdampak langsung pada penciptaan kerja dan penguatan ekonomi lokal.

    Yassierli merinci, bantuan Kemenaker Rp30,3 miliar itu mencakup pembangunan Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) di lima titik, 20 paket program Padat Karya, program Tenaga Kerja Mandiri untuk 100 calon wirausahawan, serta pelatihan vokasi bagi 5.000 peserta dengan durasi satu hingga tiga minggu.

    Selain program berbasis pelatihan, Kemnaker juga menyerahkan bantuan tunai kepada 125 perwakilan masyarakat dari empat kabupaten terdampak, yakni Kabupaten Solok, Pesisir Selatan, Agam, dan Tanah Datar. Bantuan peralatan berupa mesin bor dan mesin air turut diberikan untuk mendukung kebutuhan komunitas.

    Yassierli menyebut penyaluran ini merupakan tahap kedua setelah program Kemnaker Peduli yang dilaksanakan pada Desember lalu. “Melalui BPVP Padang dan jejaring balai pelatihan lainnya, kami berkomitmen mendampingi proses pemulihan yang memang membutuhkan waktu dan sinergi bersama,” katanya.

    Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan bencana pada November tahun lalu berdampak luas, tidak hanya pada infrastruktur tetapi juga sektor ketenagakerjaan.

    “Total nilai kerusakan dan kerugian akibat bencana diperkirakan mencapai lebih dari Rp33 triliun, dengan kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi sekitar Rp22 triliun. Dampaknya juga terasa pada dunia kerja dan sumber penghidupan masyarakat,” jelas Mahyeldi.

    Dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, sebanyak 16 daerah terdampak yang meliputi 313 nagari, 83 kecamatan, dan lebih dari 72 ribu kepala keluarga. Mahyeldi menilai kondisi tersebut membutuhkan intervensi yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pemulihan ekonomi.

    “Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Sumatera Barat, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Ketenagakerjaan. Bantuan ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi intervensi strategis untuk membuka kembali kesempatan kerja,” ungkap Mahyeldi.

    Ia menambahkan, program Padat Karya dan Tenaga Kerja Mandiri relevan untuk mendorong kebangkitan ekonomi lokal, mengingat Sumbar memiliki lebih dari 700 ribu unit UMKM.

    “Pemulihan pascabencana bukan hanya membangun kembali yang rusak, tetapi menguatkan kembali ekonomi masyarakat. Dengan kolaborasi dan semangat gotong royong, insyaallah Sumatera Barat bisa bangkit dan menjadi lebih kuat,” pungkasnya.

    Pemerintah Provinsi Sumbar berkomitmen mengawal pelaksanaan seluruh bantuan Kemenaker bersama pemerintah kabupaten dan kota agar berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak. (*)

    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of TimAS
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Penulis
    Avatar of TimAS
    TimAS
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *