BREAKING NEWS
    2,268 view

    1 Tahun JKA-Rahmat: Semangat Pembangunan, Ujian dan Harapan Baru

    Waktu Baca: 4 menit
    Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, dan Wabup Rahmat Hidayat. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

    1 Tahun JKA-Rahmat menandai fase awal kepemimpinan Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat, yang diwarnai percepatan pembangunan dan ujian bencana. Dalam kurun tersebut, pemerintah daerah menggerakkan program fisik, sosial, dan budaya secara simultan.

    SATU tahun memang bukan waktu panjang bagi sebuah pemerintahan. Namun periode ini menghadirkan dinamika besar, mulai dari penguatan nilai sosial hingga penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda penghujung 2025.

    Menata Ketertiban dan Nilai Sosial

    Pada awal masa kerja, pemerintah daerah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang membatasi operasional hiburan malam hingga pukul 23.30 WIB. Kebijakan ini bertujuan menjaga ketertiban umum dan mencegah potensi konflik sosial.

    Pemkab juga memperkuat kegiatan budaya dan keagamaan. Pembangunan Padang Pariaman diarahkan tetap selaras dengan karakter religius dan budaya masyarakat Padang Pariaman.

    Reformasi Pendidikan dan Dukungan Siswa

    Di sektor pendidikan, Bupati menerapkan Sistem Lima Hari Sekolah (Senin–Jumat) melalui SE Bupati No. 2109/2025. Kebijakan ini memberi ruang bagi siswa mempererat kebersamaan keluarga di akhir pekan.

    Pemerintah daerah juga membagikan seragam gratis kepada 6.859 siswa kelas I di 401 SD Negeri. Program ini meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memperluas akses pendidikan yang merata.

    Goro Akbar dan Mitigasi Bencana

    Melalui program Goro Akbar, pemerintah menggerakkan gotong royong massal lintas elemen masyarakat. Pendekatan ini menekan biaya pembangunan sekaligus menghidupkan kembali semangat kolektif.

    Normalisasi Batang Ulakan yang melibatkan ribuan peserta menjadi contoh kolaborasi nyata. Program tersebut juga difokuskan pada mitigasi banjir, termasuk di Perumahan Kasai Permai, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai.

    Kepemimpinan Lapangan dan Pelayanan Publik

    Bupati John Kenedy Azis aktif turun ke lapangan, termasuk melalui kegiatan gowes bersama warga. Ia menyerap aspirasi sekaligus memantau langsung persoalan nagari.

    Sidak rutin ke puskesmas, rumah sakit, sekolah, dan kantor camat menegaskan komitmen pelayanan publik yang bersih, cepat, dan responsif. Pola ini membangun komunikasi dua arah yang lebih terbuka.

    Festival Budaya dan Penguatan Ekonomi

    Pasangan JKA–Rahmat mendorong ekonomi kreatif berbasis budaya dan pariwisata. Festival Juadah Toboh Gadang dan pacu kuda menarik puluhan ribu pengunjung serta menggerakkan UMKM lokal.

    Padang Pariaman diarahkan menjadi Kabupaten 100 Festival. Sejumlah pejabat kementerian turut hadir dalam berbagai agenda daerah sebagai bentuk dukungan pusat.

    Deklarasi ODF dan Perubahan Perilaku

    Pada 16 April 2025, Padang Pariaman mendeklarasikan diri sebagai wilayah Open Defecation Free (ODF). Status ini menandai perubahan perilaku masyarakat menuju lingkungan yang lebih sehat. Capaian sanitasi tersebut juga diikuti sertifikat eliminasi Filariasis dan bebas Frambusia.

    Ujian Bencana dan Respons Cepat

    Penghujung 2025, banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Padang Pariaman. Bencana ini menimbulkan kerugian sekitar Rp3,65 triliun dengan 52 titik longsor, 77 titik banjir, 56 jembatan rusak, serta ribuan hektare sawah terdampak.

    Dalam situasi darurat, JKA–Rahmat turun langsung ke lokasi terdampak. Distribusi logistik menjangkau wilayah terisolasi seperti Korong Sipisang Sipinang.

    Upaya lobi ke pemerintah pusat membuahkan hasil. Sebanyak 74 unit hunian sementara di Asam Pulau dan Batang Anai diresmikan Januari 2026.

    Pemerintah pusat juga mengalokasikan dukungan sekitar Rp500 miliar, dengan tahap awal Rp204 miliar, untuk normalisasi 12 titik SPAM prioritas guna memulihkan layanan air bersih sebelum Lebaran 2026. Selain itu, diajukan pembangunan tambahan 237 unit hunian sementara bagi warga terdampak di 16 nagari.

    Dukungan Nasional dan Pengakuan

    Respons cepat pemerintah daerah menarik perhatian nasional. Sejumlah menteri berkunjung ke Padang Pariaman, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto pada masa tanggap darurat.

    Di tengah tantangan, pemerintah daerah meraih berbagai pengakuan. Di antaranya Anugerah PWI 2026 atas komitmen keterbukaan informasi, opini WTP ke-12, penghargaan KPPN atas pengelolaan Dana Desa dan DAK Fisik, serta pengakuan Makam Syekh Burhanuddin sebagai Cagar Budaya Nasional dan penetapan WBTBI untuk tradisi Katumbak, Maniliak Bulan, dan Indang Tigo Sandiang.

    Sinergi Sosial dan Arah Pembangunan

    Tim Penggerak PKK turut berperan aktif melalui program bedah rumah, bantuan kemanusiaan, Zero Pasung, dan Zero Doses. Saat bencana terjadi, jajaran PKK turun langsung memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

    Dukungan ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, Forkopimda, perguruan tinggi, dan komunitas masyarakat memperkuat kepemimpinan daerah.

    Bupati John Kenedy Azis menegaskan bahwa pembangunan tidak semata proyek fisik. “Pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi membangun karakter dan ketahanan sosial masyarakat,” ujarnya.

    Ia juga menekankan arah jangka panjang daerah. “Kita ingin menghadirkan Padang Pariaman yang kuat secara sosial, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tegasnya.

    Momentum 1 Tahun JKA-Rahmat menjadi fondasi awal pembangunan berkelanjutan. Pemerintah daerah menempatkan pembangunan fisik, penguatan nilai sosial, serta ketahanan menghadapi bencana sebagai pijakan bersama. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of TimAS
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of TimAS
    TimAS
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *