BREAKING NEWS

    Dilarang Melakukan Pemotongan Ternak Betina Produktif Jelang Idul Adha

    Waktu Baca: 2 menit
    Jelang idul adha spanduk dilarang melakukan pemotongan sapi betina terpanjang di sejumlah tempat di Solok Selatan. Ardi/TimAs

    Solok Selatan,Ayosumbar.id — Menjelang perayaan Idul Adha, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) mengingatkan masyarakat agar tidak menyembelih ternak betina yang masih produktif. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga keberlanjutan populasi ternak lokal sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

     

    Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Irwan Supriadi, menegaskan bahwa keberadaan ternak betina produktif sangat penting dalam siklus pembiakan. Hewan seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba betina berperan sebagai sumber lahirnya generasi ternak baru yang akan menopang kebutuhan pangan di masa depan.

     

    “Betina produktif adalah aset utama peternakan. Jika disembelih, maka peluang berkembangnya populasi ternak akan ikut terhenti,” ujarnya, Senin (20/04/2026).

     

    Ia menjelaskan, larangan ini tidak hanya bersifat imbauan moral, tetapi juga memiliki dasar hukum yang kuat. Aturan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang mengatur perlindungan terhadap ternak produktif demi menjaga keseimbangan populasi.

     

    Meski demikian, terdapat pengecualian dalam kondisi tertentu. Ternak betina tetap dapat dipotong apabila telah dinyatakan tidak produktif oleh petugas berwenang. Kriteria tersebut mencakup usia lanjut di atas delapan tahun, kondisi mandul, mengalami cedera berat, atau mengidap penyakit berbahaya yang berpotensi menular kepada manusia.

     

    Untuk memperkuat pemahaman masyarakat, DPKPP terus menggencarkan sosialisasi melalui pemerintah nagari dan kecamatan. Selain itu, spanduk bertema “Stop Pemotongan Ternak Betina Produktif” dipasang di sejumlah lokasi strategis sebagai pengingat bagi warga.

     

    Pemerintah juga membuka layanan pemeriksaan reproduksi ternak secara gratis melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang tersebar di beberapa wilayah, seperti di Muaralabuh, Sungai Gading, dan Padang Aro.

     

    Irwan berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam menjaga ternak betina produktif. Menurutnya, menyelamatkan satu ekor ternak betina hari ini berarti menjaga keberlangsungan usaha peternakan di masa mendatang.

     

    “Menjaga betina produktif sama dengan menjaga masa depan peternak. Dari satu induk, bisa lahir banyak ternak yang menjadi sumber ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (adi)

    Avatar of Arditono
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Penulis

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *