BREAKING NEWS

    Dari Pekarangan ke Pasaran: Nangka Desa Disulap Jadi Sumber Penghasilan

    Waktu Baca: 2 menit
    Buah nangka yang siap di produksi jadi abon dan rendang di Nagari Sungai Kunyit Barat, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Solok Selatan. Foto: Ardi/TimAs

     

     

    Solok Selatan,Ayosumbar.id — Siapa sangka, pohon nangka yang dulu hanya jadi pelengkap halaman rumah kini berubah menjadi sumber penghasilan menjanjikan bagi warga di Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan. Melalui semangat program “satu nagari, satu produk”, setiap wilayah didorong menggali potensi lokalnya dan di Nagari Sungai Kunyit Barat, nangka menjadi bintangnya.

     

    Di Jorong Sinar Paninjauan, tepatnya melalui tangan kreatif ibu-ibu Dasawisma Mawar IV, buah nangka yang melimpah tak lagi sekadar dikonsumsi segar. Mereka mengolahnya menjadi rendang dan abon, dua produk olahan yang kini mulai dikenal luas.

     

    Koordinator Dasawisma Mawar IV,  Elfi Nora menceritakan bahwa ide ini berangkat dari kondisi sederhana. Hampir setiap rumah memiliki pohon nangka yang rutin berbuah. Bahkan, dukungan pemerintah nagari melalui bantuan bibit membuat produksi buah semakin melimpah.

     

    “Awalnya hanya untuk konsumsi keluarga, tapi karena buahnya terus ada, kami berpikir bagaimana caranya agar bisa bernilai ekonomi. Kebetulan kami juga punya program UP2K, jadi mulai dari situ kami produksi,” ujarnya Elfi, Kamis (24/4/2026) di SBJ.

     

    Dia menyebut, pilihan mengolah nangka menjadi rendang dan abon bukan tanpa alasan. Selain bahan bakunya mudah didapat, bumbu-bumbu pendukungnya pun tersedia di pekarangan rumah. Modal kecil, tapi hasilnya mulai terasa.

     

    Kini, produk olahan nangka tersebut tak lagi berhenti di dapur rumah. Dengan mengandalkan promosi dari mulut ke mulut dan media sosial, rendang dan abon nangka Mawar IV sudah menembus pasar lokal hingga kecamatan sekitar.

     

    Tak hanya itu, produk mereka juga telah mengantongi sertifikasi halal dan izin PIRT, membuka peluang lebih luas untuk menembus pasar yang lebih besar.

    Program UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) yang digerakkan oleh TP-PKK Kabupaten Solok Selatan pun terbukti mampu mendorong kemandirian ekonomi keluarga.

     

    Berkat inovasi ini, Dasawisma Mawar IV kini masuk dalam enam besar nominasi Lomba Dasawisma Berprestasi tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2026.

     

    Jika tak ada aral melintang, tim penilai dari TP-PKK Provinsi Sumbar dijadwalkan turun langsung ke lokasi pada 30 April 2026 untuk melihat dari dekat kiprah ibu-ibu yang sukses mengubah hasil kebun menjadi “cuan” itu, nyata. (adi)

    Avatar of Arditono
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Penulis

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *