BREAKING NEWS

    Ribuan Buruh Sumbar Siap Gelar Aksi Damai, KSPSI Nyatakan Perang terhadap Pemerintah yang Abai

    Waktu Baca: 3 menit
    Ketua DPD KSPSI Sumbar, Ruli Eka Pratama saat memberikan arahan terkait rencana aksi damai yang akan di gelar pada Senin, (4/5/2026) mendatang (Foto: Saipen/TimAS)

    Padang, AyoSumbar.id – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sumatera Barat, Ruli Eka Pratama, menegaskan akan menghadirkan ribuan buruh dari seluruh Sumbar dalam aksi damai memperingati Hari Buruh Internasional (May Day). Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung di depan Kantor Gubernur Sumbar dan dilanjutkan ke DPRD Provinsi pada Senin, 4 Mey 2026.

    Dalam pernyataannya, Ruli menekankan bahwa aksi ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk perlawanan terhadap kebijakan pemerintah daerah yang dinilai tidak berpihak kepada buruh. “Kami nyatakan perang terhadap pemerintahan Sumbar yang abai terhadap nasib buruh. Ribuan pekerja akan turun ke jalan untuk menyuarakan hak-hak mereka,” tegas Ruli, Minggu (3/5/2026).

     

    Ruli menjelaskan bahwa tuntutan utama buruh adalah penghentian praktik upah murah yang masih marak terjadi di Sumatera Barat. Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya hadir sebagai pelindung, bukan justru membiarkan buruh terpinggirkan. “Upah layak adalah hak dasar. Pemerintah yang tidak berpihak kepada buruh berarti mengkhianati rakyat,” ujarnya.

     

    Aksi damai ini akan melibatkan berbagai federasi dan cabang KSPSI dari kabupaten/kota se-Sumbar. Para buruh akan membawa spanduk, melakukan orasi, dan menyampaikan tuntutan secara terbuka. Ruli menegaskan bahwa aksi akan berlangsung tertib, namun penuh semangat perjuangan. “Kami datang dengan damai, tetapi suara kami harus didengar,” katanya.

     

    Selain isu upah, KSPSI juga menyoroti lemahnya perlindungan sosial bagi buruh di daerah. Ruli menyebut banyak pekerja yang tidak mendapatkan jaminan kesehatan maupun kepastian kerja. “Buruh di Sumbar masih hidup dalam ketidakpastian. Pemerintah harus segera memperbaiki kebijakan agar buruh tidak terus menjadi korban,” ungkapnya.

     

    Ruli menambahkan bahwa aksi ini merupakan bagian dari gerakan nasional buruh Indonesia yang menolak segala bentuk eksploitasi. Ia menekankan pentingnya solidaritas lintas sektor untuk memperkuat perjuangan. “Solidaritas adalah senjata utama buruh. Dengan bersatu, kita bisa melawan ketidakadilan,” ujarnya.

     

    Ketua DPC KSPSI Pasaman Barat, H. Muliya, yang turut mendukung aksi ini, menyatakan bahwa buruh di daerah juga menghadapi persoalan serius. “Kami di Pasbar merasakan langsung dampak kebijakan yang tidak berpihak. Kehadiran kami di aksi ini adalah bukti bahwa buruh daerah tidak tinggal diam,” katanya.

     

    Menurut Muliya, aksi damai ini akan menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa buruh di Sumbar siap bersuara lantang. “Kami ingin pemerintah mendengar langsung dari ribuan buruh yang turun ke jalan. Ini bukan sekadar aksi, tetapi peringatan keras bagi pemerintah,” tegasnya.

     

    KSPSI Sumbar memastikan koordinasi telah dilakukan dengan seluruh perangkat organisasi untuk menggerakkan massa. Ruli menegaskan bahwa ribuan buruh akan hadir dengan satu tujuan: menuntut keadilan. “Kami tidak akan berhenti sampai pemerintah benar-benar berpihak kepada buruh,” ujarnya.

     

    Dengan rencana aksi damai ini, KSPSI Sumbar berharap pemerintah daerah segera membuka ruang dialog dan merespons tuntutan buruh. “Jika pemerintah tetap menutup mata, maka perlawanan akan terus berlanjut. Buruh tidak akan pernah menyerah,” tutup Ruli Eka Pratama.

    Avatar of Saipen Kasri
    Avatar of Saipen Kasri
    Saipen Kasri
    Penulis

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *