Perumda Tirta Sako Batuah Pelajari Digitalisasi dan Tata Kelola Air Minum di Perumda Tirta Anai
Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Perumda Air Minum Tirta Anai Padang Pariaman menerima kunjungan studi tiru dari Perumda Tirta Sako Batuah (TSB) yang berjumlah 12 orang perwakilan. Kegiatan ini berfokus pada pengelolaan perusahaan air minum serta pemanfaatan media sosial dalam peningkatan pelayanan teknis kepada masyarakat.
Direktur Aznil Mardin menyebutkan bahwa kegiatan studi tiru tersebut menjadi ruang penting untuk saling bertukar pengalaman antarperusahaan daerah air minum.
“Kunjungan ini bukan hanya sekadar studi banding, tetapi juga momentum untuk saling belajar dalam memperkuat tata kelola perusahaan air minum, khususnya dalam peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Aznil Mardin.
Penguatan Tata Kelola dan SDM

Dalam pemaparannya, Aznil menjelaskan sejumlah aspek penting pengelolaan perusahaan air minum, mulai dari tata kelola, analisis jabatan, hingga beban kerja pegawai.
Ia menegaskan pentingnya efisiensi organisasi dalam mendukung pelayanan publik. “Kami terus melakukan evaluasi terhadap struktur organisasi, termasuk analisis jabatan dan beban kerja, agar setiap lini bekerja lebih efektif dan tepat sasaran,” jelasnya.
Perumda Tirta Anai saat ini memiliki 39.937 sambungan rumah (SR) dengan cakupan layanan tahun 2025 mencapai 33 persen dari total penduduk Kabupaten Padang Pariaman yang berjumlah 467.038 jiwa.
Dampak Bencana dan Upaya Pemulihan
Aznil juga menyoroti dampak bencana yang sempat menyebabkan kerusakan berat pada jaringan sambungan rumah sehingga mengganggu distribusi air bersih.
“Kami sempat mengalami kerusakan cukup serius akibat bencana, yang berdampak langsung pada pelayanan masyarakat. Namun kami terus melakukan pemulihan secara bertahap,” ungkapnya.
Sebagai langkah antisipasi, perusahaan membangun beberapa titik sumur bor di wilayah Lubuk Alung, Sungai Limau, 2×11 Kayu Tanam, dan Sintuak Toboh Gadang.
Digitalisasi Pelayanan
Dalam bidang digitalisasi, Perumda Tirta Anai mengembangkan sejumlah sistem pelayanan berbasis teknologi, di antaranya Si-CIGIN, Si-KOMIT, dan Si-PINGGAN.
“Digitalisasi menjadi kunci utama dalam mempercepat respon layanan. Melalui sistem seperti Si-CIGIN dan Si-KOMIT, kami bisa lebih cepat menangani gangguan maupun meningkatkan efektivitas penagihan,” kata Aznil.
Rencana Pengembangan Usaha
Selain fokus pada layanan air minum, perusahaan juga merancang pengembangan usaha jangka panjang seperti Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), minimarket, rental mobil, dan produksi es kristal.
“Kita tidak hanya berpikir pada layanan inti, tetapi juga bagaimana perusahaan ini bisa tumbuh secara bisnis dan memberikan nilai tambah bagi daerah,” tambahnya.
Penguatan SDM dan Media Informasi
Aznil juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya manusia melalui sistem SIMPEG yang terintegrasi untuk data, absensi, dan penggajian.
Di sisi lain, inovasi komunikasi publik juga diperkuat melalui program Water UP dan podcast Ciloteh.
“Kami ingin membangun kedekatan dengan masyarakat melalui media digital, agar informasi terkait pelayanan air minum bisa tersampaikan dengan lebih baik dan transparan,” ujarnya.
Layanan Aduan Terintegrasi
Perumda Tirta Anai juga mengoptimalkan layanan pengaduan pelanggan melalui berbagai kanal digital seperti Instagram, Facebook, TikTok, WhatsApp, dan call center.
“Semua kanal aduan kami integrasikan agar masyarakat lebih mudah menyampaikan keluhan dan mendapatkan respon yang cepat,” tutup Aznil Mardin. (*)
