BREAKING NEWS
    1,813 view

    Pemulihan Irigasi Pascabencana Dipacu, Pemko Padang Siapkan 17 Paket Pekerjaan

    Waktu Baca: 2 menit
    Dinas PUPR Kota Padang mempercepat pemulihan irigasi di sejumlah kawasan terdampak bencana galodo tahun lalu. (Foto: Diskominfo Padang)

    Padang, AyoSumbar.id – Pemulihan irigasi yang rusak akibat bencana alam terus dipercepat oleh Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Langkah ini diprioritaskan agar lahan persawahan warga yang sempat mengalami kekeringan dapat kembali memperoleh pasokan air secara normal dalam waktu dekat.

    Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) dan Drainase Dinas PUPR Kota Padang, Well Off Sanora, mengatakan kerusakan sejumlah jaringan pengairan masih menjadi dampak dari bencana yang terjadi pada November dan Desember tahun lalu. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air ke sejumlah areal persawahan masyarakat terhenti.

    “Terkait dengan kondisi irigasi di Kota Padang pascabencana November dan Desember tahun lalu, ada beberapa irigasi yang rusak mengakibatkan tidak teralirinya air ke sawah-sawah masyarakat,” kata Well Off Sanora dikutip Sabtu (13/6/2026).

    Untuk mempercepat pemulihan irigasi, Pemko Padang berkolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Dinas SDA Provinsi Sumatra Barat. Upaya tersebut didukung pendanaan melalui Transfer ke Daerah (TKD) dalam anggaran pergeseran.

    Dinas PUPR Kota Padang telah menyiapkan 17 paket pekerjaan fisik irigasi. Saat ini seluruh kegiatan berada pada tahap perencanaan dan ditargetkan rampung pekan depan sehingga proses lelang dapat segera dilaksanakan.

    “Untuk Kota Padang dilaksanakan melalui dana TKD di anggaran pergeseran, dan sekarang prosesnya di tahap perencanaan. Dan insyaallah dalam minggu depan itu sudah selesai, dan akan kita lelang pekerjaan fisiknya,” ujarnya.

    Selain menyiapkan pekerjaan melalui mekanisme lelang, pemerintah daerah juga menjalankan langkah darurat agar petani tidak menunggu terlalu lama. Pekerjaan fisik skala operasional dan pemeliharaan telah mulai dilakukan menggunakan dana operasional dan pemeliharaan sejak Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) pergeseran ditandatangani.

    Menurut Well Off Sanora, pekerjaan tersebut difokuskan pada wilayah yang terdampak bencana paling parah sehingga sawah masyarakat dapat segera kembali dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.

    “Untuk operasional dan pemeliharaan, kita sudah, pekerjaan fisiknya sudah mulai kita laksanakan terhitung sejak DPA pergeseran ditandatangani. Dan itu dikerjakan di daerah-daerah terdampak bencana, seperti di kawasan Lubuk Minturun, Guo, Gunung Nago, dan daerah-daerah lain yang terdampak bencana galodo di tahun lalu,” pungkasnya. (*)

    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of TimAS
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Penulis
    Avatar of TimAS
    TimAS
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *