BREAKING NEWS
    2,086 view

    Kekeringan di Irigasi Gunung Nago, Pemko Padang Intensifkan Koordinasi dan Salurkan Bantuan Air

    Waktu Baca: 2 menit
    Kepala UPTD Gunung Nago Dinas PUPR Kota Padang, Asrul, saat mengecek kondisi irigasi Gunung Nago yang mengalami kekeringan. (Foto: Diskominfo Padang)

    Padang, AyoSumbar.id – Kekeringan di irigasi Gunung Nago mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Padang mengintensifkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat sekaligus menyalurkan bantuan air darurat.

    Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memulihkan sektor pertanian dan perikanan masyarakat di kawasan Lambung Bukit dan sekitarnya yang terdampak pascabencana.

    Kepala UPTD Gunung Nago Dinas PUPR Kota Padang, Asrul, mengatakan penurunan volume air sempat diperparah oleh kegiatan pemeliharaan jaringan irigasi di bagian hulu. Saat itu, pihak provinsi membuka pintu penguras untuk melakukan pengerukan sedimen.

    “Hal ini menimbulkan menurunnya debet air dari jam 08.00 WIB pagi sampai jam 17.00 WIB sore itu pintu air penguras dibuka dan mengakibatkan air kiri dan kanan Gunung Nago berkurang volume yang masuk,” ujar Asrul, Sabtu (20/6/2026).

    Selain pengerukan sedimen, kekeringan di irigasi Gunung Nago juga dipicu kerusakan infrastruktur utama akibat bencana alam yang terjadi pada 27 November 2025. Kondisi tersebut menyebabkan pasokan air di kawasan irigasi belum dapat pulih secara optimal.

    Menghadapi situasi itu, Pemko Padang segera menjalankan sejumlah langkah taktis untuk menekan potensi kerugian yang dialami petani sawah dan pemilik kolam ikan.

    Upaya awal dilakukan melalui jalur administratif karena kewenangan jaringan irigasi primer berada di bawah pemerintah provinsi. Dinas PUPR Kota Padang telah mengirimkan surat resmi kepada Balai Air Pemerintah Provinsi Sumatra Barat.

    Surat tersebut berisi laporan berkala sekaligus permohonan solusi atas keterbatasan pipa darurat berdiameter 30 inci yang dipasang setelah bencana terjadi. Pemko Padang menilai kapasitas satu pipa darurat tersebut tidak lagi memadai untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di kawasan Lambung Bukit.

    Selain berkirim surat, jajaran Pemko Padang juga menjalin komunikasi secara intensif dengan pemerintah provinsi. Upaya tersebut membuahkan komitmen penambahan infrastruktur pipa pada sektor kanan irigasi.

    “Secara lisan pihak provinsi telah menjawab secara lisan bahwa akan melakukan penambahan pipa, dua pipa lagi yang diameternya 30 inci, Insya Allah akan dilakukan di bulan Juli dan Agustus,” kata Asrul.

    Sambil menunggu realisasi penambahan pipa tersebut, Pemko Padang terus menjalankan langkah darurat di lapangan guna memenuhi kebutuhan air masyarakat. Langkah itu ditempuh agar aktivitas ekonomi warga tidak lumpuh.

    Asrul menegaskan, Pemko Padang hingga kini masih menyalurkan bantuan logistik air secara berkala ke sejumlah titik prioritas.

    “Pihak Pemko Padang sementara ini mengantisipasi dengan cara mengisi toren-toren yang ada, melibatkan pihak Damkar dan BPBD,” pungkasnya. (*)

    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of TimAS
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Penulis
    Avatar of TimAS
    TimAS
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *