Jadwal Pendaftaran SPMB SMP di Padang Diperpanjang, Disdikbud Lakukan Reset Sistem
Padang, AyoSumbar.id – Jadwal pendaftaran SPMB SMP di Padang diperpanjang setelah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang bergerak cepat menangani kendala teknis pada hari pertama pelaksanaan. Kebijakan ini diambil untuk memastikan hak calon siswa tetap terpenuhi serta menjaga keadilan dalam proses pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang merespons cepat gangguan sistem yang terjadi pada awal pelaksanaan SPMB SMP. Gangguan tersebut membuat akses pendaftaran sempat tidak stabil dan baru kembali normal sekitar pukul 12.00 WIB.
Kepala Disdikbud Kota Padang, Yopi Krislova menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas kendala yang terjadi. Ia menegaskan bahwa pihaknya langsung melakukan perbaikan sistem agar layanan kembali berjalan normal.
“Kami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang memohon maaf karena khusus hari pertama SPMB SMP kemarin sempat ada sedikit gangguan (error), sehingga sistem baru bisa diakses normal pada pukul 12.00 WIB hari ini,” ujar Yopi Krislova.
Menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kepadatan akses, Disdikbud langsung berkoordinasi dengan Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekda bersama tim teknis Dapodik. Hasil evaluasi tersebut memutuskan adanya perpanjangan waktu pendaftaran.
“Semula penutupan dijadwalkan pada hari Rabu, 24 Juni jam 12.00 WIB. Namun, agar tidak merugikan masyarakat, waktu pendaftaran resmi kami perpanjang hingga Kamis, 25 Juni 2026 pukul 00.00 WIB,” tegasnya.
Yopi juga menjelaskan bahwa sekitar 8.000 calon siswa sempat melakukan input data saat sistem mengalami gangguan pada 22 Juni. Untuk menjaga akurasi, Disdikbud melakukan reset data pendaftaran hari pertama.
Ia menegaskan bahwa seluruh peserta harus melakukan pendaftaran ulang menggunakan akun yang sama. “Bagi masyarakat yang kemarin sudah mendaftar, kami lakukan reset. Kami mengimbau orang tua untuk mendaftar kembali. Akun yang digunakan tetap sama, tinggal masuk kembali dan melakukan proses pendaftaran ulang,” jelasnya.
Disdikbud juga menemukan banyak kasus kesalahan pemilihan jalur akibat kepanikan saat sistem tidak stabil. Kondisi ini membuat sebagian orang tua salah menentukan jalur pendaftaran, termasuk pada jalur domisili dan prestasi.
Yopi mengimbau masyarakat agar lebih tenang dan teliti dalam memilih jalur masuk. Ia menekankan pentingnya menyesuaikan nilai anak dengan jalur yang paling memungkinkan, baik domisili, prestasi, afirmasi, maupun perpindahan orang tua.
“Prinsipnya kita ingin perbaiki ini semua. Komitmen kami adalah tidak ada anak yang tidak sekolah, dan jangan sampai ada masyarakat yang kecewa karena terkendala sistem,” pungkas Yopi.
Sebagai catatan, kebijakan perpanjangan dan reset data ini hanya berlaku untuk SPMB tingkat SMP di Padang. Sementara untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), proses tetap berjalan sesuai jadwal dan ditutup pada 24 Juni 2026.
Selain itu, pendaftaran jalur bagi masyarakat luar kota pada hari ini menjadi batas akhir. Disdikbud bersama tim teknis terus mengoptimalkan stabilitas sistem hingga masa penutupan.
Lonjakan trafik lebih dari 6.000 akses dalam waktu singkat disebut menjadi pemicu utama gangguan sistem pada hari pertama pelaksanaan SPMB SMP di Padang. (*)
