BREAKING NEWS
    2,037 view

    Lompong Sagu Tetap Bertahan di Tengah Tren Kuliner Modern di Pasar Ambacang Kuranji

    Waktu Baca: 2 menit
    Makanan tradisional Lompong Sagu dan Palai Bada yang dijajakan di warung milik Titin Agustina di Jalan Muhammad Hatta, Kuranji. (Foto: Diskominfo Padang)

    Padang, AyoSumbar.id – Lompong sagu tetap menjadi pilihan masyarakat di tengah maraknya kuliner modern yang terus berkembang. Usaha Lompong Sagu dan Palai Bada milik Titin Agustina ini bertahan di Jalan Muhammad Hatta, Pasar Ambacang, RT 01 RW 01, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, sejak tahun 2000.

    Usaha kuliner tradisional tersebut merupakan warisan keluarga yang kini diteruskan oleh Titin Agustina dari mertuanya. Dengan pengalaman panjang dan komitmen menjaga kualitas, ia terus mempertahankan keberlangsungan lompong sagu dan palai bada sebagai kuliner khas Minangkabau.

    “Saya melanjutkan usaha dari mertua saya. Usaha Lompong Sagu dan Palai Bada ini sudah cukup lama kami jalankan, dari tahun 2000 sampai sekarang,” ujar Titin saat ditemui di lokasi usahanya, Selasa (23/6/2026).

    Selain mengelola usaha secara mandiri, Titin juga tergabung dalam kelompok Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Pasar Ambacang, Kuranji, yang berada di bawah binaan Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang. Ia menilai pembinaan tersebut membantu pelaku usaha mikro tetap bertahan di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

    Di tengah meningkatnya tren makanan kekinian, Titin memilih tetap mempertahankan resep asli yang diwariskan keluarganya. Menurutnya, konsistensi rasa menjadi kunci utama agar pelanggan tetap loyal terhadap produk lompong sagu yang ia jual.

    “Saya tetap mempertahankan dan menjaga resep yang sudah paten dari mertua saya. Meskipun banyak jajanan kekinian di luar sana, jualan kami tetap dicari orang karena rasanya yang khas,” katanya.

    Cita rasa yang konsisten membuat Lompong Sagu dan Palai Bada Rumah Gadang tetap diminati berbagai kalangan. Tidak hanya warga Kota Padang, pelanggan juga datang dari kalangan perantau yang pulang kampung dan ingin menikmati kuliner tradisional tersebut.

    Menutup keterangannya, Titin mengajak masyarakat untuk terus mendukung kuliner lokal, termasuk lompong sagu yang ia kelola.

    “Untuk saudara-saudara yang ada di sekitar Kota Padang maupun yang berada di rantau, mampirlah ke sini untuk membeli Lompong Sagu,” ajaknya.

    Keberadaan usaha yang telah bertahan lebih dari dua dekade ini menunjukkan bahwa kuliner tradisional tetap memiliki tempat tersendiri di tengah gempuran makanan modern, selama kualitas dan cita rasa autentiknya terus dijaga. (*)

    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of TimAS
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Penulis
    Avatar of TimAS
    TimAS
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *