BREAKING NEWS
    2,429 view

    Ketua Panitia Tekankan Persatuan dalam Palewaan Pucuk Adat Air Bangis

    Waktu Baca: 3 menit
    Ketua Panitia, Ahdiyarsah saat memberikan sambutan dalam Palewaan Pucuk Adat Air Bangis. (Foto: Saipen/TimAS)

    Pasaman Barat, AyoSumbar.id – Rumah Gadang Pucuk Adat Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, menjadi pusat perhatian pada Kamis (16/7/2026) dengan digelarnya prosesi sakral palewaan pucuk adat. Dalam acara bertema “Air Bangis Baralek Gadang”, Aulia Amri resmi dinobatkan sebagai pucuk adat bergelar Sutan Kerajaan ke-18. Dari sudut pandang Ketua Panitia Pelaksana, Ahdiyarsha Sutan Nan Gombang, momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan untuk memperkuat persatuan dan melestarikan budaya Minangkabau.

    Ahdiyarsah, yang juga Kepala Dinas Perkimta Provinsi Sumatra Barat, menegaskan bahwa prosesi palewaan pucuk adat memiliki legitimasi kuat karena lahir dari musyawarah kaum Rang Tuo Rajo. “Palewaan ini bukan keputusan sepihak, melainkan hasil mufakat yang mencerminkan kebersamaan masyarakat adat,” ujarnya.

    Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam setiap kegiatan adat. Menurutnya, keterlibatan mereka menjadi jembatan agar nilai-nilai budaya tidak hanya dipahami, tetapi juga dicintai sebagai identitas masyarakat Minangkabau. “Tanpa generasi muda, adat akan kehilangan penerusnya,” tegasnya.

    Ahdiyarsah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga persatuan melalui filosofi alat jahit. “Mari kita bawa penjahit, jangan gunting. Filosofi ini mengajarkan kita menyatukan, bukan memisahkan,” katanya penuh makna, seraya menekankan bahwa kepemimpinan adat harus merangkul semua pihak.

    Ia juga menyoroti karakteristik wilayah Air Bangis yang terdiri dari kepulauan dan daratan. Menurutnya, momentum adat ini harus menjadi perekat sosial yang menyatukan seluruh masyarakat di bawah falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. “Kita harus merasa setara, baik yang tinggal di daratan maupun kepulauan,” tambahnya.

    Ketua Panitia itu menilai bahwa keberhasilan acara berskala besar ini tidak lepas dari kerja keras panitia, khususnya generasi muda Air Bangis. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi mereka yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran demi kelancaran acara. “Kerja keras anak muda adalah energi yang membuat acara ini berjalan sukses,” katanya.

    Selain itu, Ahdiyarsah menekankan bahwa palewaan pucuk adat bukan hanya simbol kepemimpinan, tetapi juga sarana edukasi. Ia berharap prosesi ini dapat menjadi ruang belajar bagi masyarakat untuk memahami nilai adat sebagai pedoman hidup. “Adat bukan sekadar warisan, tetapi juga panduan moral,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa dukungan pemerintah daerah dan tokoh adat menjadi bukti bahwa adat dan pembangunan harus berjalan beriringan. Menurutnya, pemerintah membangun infrastruktur, sementara tokoh adat menjaga moral dan kebersamaan anak kemenakan. “Keduanya saling melengkapi demi kemajuan daerah,” jelasnya.

    Ahdiyarsah juga menegaskan bahwa kepemimpinan adat harus menjadi teladan dalam merawat silaturahmi. Ia berharap pucuk adat yang baru dinobatkan dapat menjadi pelindung sekaligus tempat bermusyawarah bagi anak kemenakan. “Kepemimpinan adat adalah payung yang menaungi semua,” katanya.

    Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat dan tokoh penting, di antaranya Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah yang diwakili Staf Ahli Jasman Datuak Bandaro Bendang, Bupati Pasaman Barat H. Yulianto yang diwakili Sekda Doddy San Ismail, dan Kapolres Pasbar AKBP Agung Tribawanto yang diwakili Kapolsek Sungai Beremas AKP Elvis.

    Lalu Dandim 0305 Pasaman yang diwakili Danramil Sungai Beremas Kapten Maidarlis, anggota DPRD Provinsi Sumbar dan DPRD Pasbar, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) se-Pasaman Barat, keluarga besar Kerajaan Indra Pura, keluarga besar Namora Pandai Bosi Kota Nopan, jajaran OPD Pemda Pasbar, Forkopimca, Wali Nagari Sungai Beremas, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran tamu undangan ini semakin menegaskan legitimasi adat yang dijunjung tinggi.

    Di akhir sambutannya, Ahdiyarsah menekankan bahwa momentum “Air Bangis Baralek Gadang” harus dijadikan pijakan untuk membangun masa depan yang lebih baik. “Mari kita jadikan adat sebagai fondasi persatuan dan kemajuan Air Bangis,” tutupnya dengan penuh harapan. (*)

    Avatar of Saipen Kasri
    Avatar of TimAS
    Avatar of Saipen Kasri
    Saipen Kasri
    Penulis
    Avatar of TimAS
    TimAS
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *