BREAKING NEWS
    2,135 view

    Normalisasi Batang Anai Rampung, Jembatan Darurat di Anduriang Difungsikan

    Waktu Baca: 4 menit
    Jembatan darurat di Nagari Anduriang sudah difungsikan setelah aliran Batang Anai dikembalikan ke jalur semula. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Normalisasi Batang Anai di Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, telah selesai dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Pekerjaan yang berlangsung sekitar dua bulan itu mengembalikan aliran Sungai Batang Anai ke jalur semula setelah mengalami perubahan akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025.

    Penyelesaian normalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan infrastruktur pascabencana sekaligus mengurangi risiko bagi masyarakat. Aliran sungai yang sebelumnya bergeser kini kembali berada di bawah jembatan sehingga akses warga dapat kembali berjalan lebih aman.

    Proses normalisasi Batang Anai dilakukan secara bertahap dengan dukungan alat berat. Pemerintah awalnya mengerahkan satu unit eskavator, kemudian menambah jumlahnya menjadi empat unit untuk mempercepat pekerjaan yang dimulai dari kondisi awal akibat perubahan alur sungai yang cukup besar.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Padang Pariaman, El Abdes Marsyam, mengatakan normalisasi tersebut berhasil menghilangkan ketergantungan masyarakat terhadap rakit sederhana sebagai sarana penyeberangan.

    Menurut El Abdes, rakit yang dibuat menggunakan tong oli bekas memiliki tingkat risiko keselamatan yang tinggi. Sebelumnya, seorang warga bahkan sempat hanyut ketika menggunakan rakit tersebut untuk menyeberangi sungai.

    “Dengan kembalinya aliran sungai ke bawah jembatan, masyarakat kini dapat beraktivitas dengan lebih aman. Risiko yang selama ini mengancam warga saat melintasi kawasan tersebut dapat ditekan secara signifikan,” ujar El Abdes Marsyam.

    Selain memulihkan aliran sungai, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman juga kembali mengaktifkan jembatan darurat di Anduriang tersebut. Pemerintah akan menambah lampu penerangan di sekitar jembatan untuk meningkatkan keamanan pengguna, terutama pada malam hari.

    Meski sudah dapat digunakan, jembatan darurat masih bersifat sementara. Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati hingga pembangunan jembatan permanen yang direncanakan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) selesai dilaksanakan.

    Normalisasi Batang Anai dilakukan sepanjang hampir 200 meter pada masing-masing sisi sungai. Pekerjaan tersebut diharapkan mampu memperkuat perlindungan kawasan dari potensi perubahan alur sungai serta menjaga kelancaran mobilitas ribuan warga yang menggunakan jalur tersebut setiap hari.

    Setelah normalisasi selesai, jembatan darurat di Nagari Anduriang kembali difungsikan sebagai akses sementara masyarakat. Pemerintah mempercepat pembukaan jembatan agar aktivitas warga, termasuk pelajar dan pekerja, dapat kembali berlangsung tanpa menunggu pembangunan infrastruktur permanen.

    El Abdes Marsyam menjelaskan, jembatan darurat tersebut dapat digunakan lebih cepat dari perkiraan berkat kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumatera Barat.

    “Percepatan ini dilakukan agar aktivitas masyarakat, khususnya pelajar, pekerja, dan pengguna kendaraan roda dua, dapat kembali berjalan normal tanpa harus menunggu lebih lama,” katanya.

    Semula, jembatan darurat di Anduriang diperkirakan baru bisa dibuka dalam waktu tiga hari. Namun, melalui koordinasi lintas instansi, akses tersebut berhasil difungsikan hanya dalam waktu dua hari.

    Saat ini, jembatan darurat masih dalam tahap penyempurnaan. Pemerintah akan menambah pengaman pada bagian kiri dan kanan jembatan untuk meningkatkan keselamatan masyarakat yang melintas.

    Untuk sementara, jembatan hanya diperbolehkan bagi pejalan kaki, kendaraan roda dua, dan kendaraan roda tiga seperti becak. Kendaraan roda empat belum dapat melintas karena konstruksi jembatan masih bersifat sementara.

    Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap memperhatikan keselamatan saat menggunakan akses tersebut. Jalur itu menjadi akses penting yang setiap hari dilalui lebih dari dua ribu kendaraan sehingga keamanan pengguna menjadi perhatian utama selama masa transisi.

    Sebagai solusi permanen, BPJN telah menyiapkan pembangunan jembatan baru yang akan menggantikan jembatan darurat. Infrastruktur permanen tersebut dirancang memiliki panjang 140 meter dengan dua bentang masing-masing 70 meter, lebar enam meter, serta menggunakan konstruksi rangka baja.

    Pembangunan jembatan permanen di Anduriang itu diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp45,2 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Proyek tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada 2026.

    Kehadiran jembatan permanen di Anduriang diharapkan dapat memulihkan konektivitas kawasan secara menyeluruh serta memperkuat akses transportasi bagi lebih dari 40 ribu masyarakat yang selama ini bergantung pada jalur penyeberangan tersebut.

    Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menegaskan percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana merupakan bentuk komitmen dalam meningkatkan pelayanan publik. Kolaborasi pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan pemerintah pusat diharapkan mempercepat terwujudnya infrastruktur yang aman, tangguh, dan berkelanjutan. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of TimAS
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of TimAS
    TimAS
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *