BREAKING NEWS
    1,085 view

    Pelestarian Budaya di Sumbar Diperkuat Lewat Program NCH

    Waktu Baca: 3 menit
    Sekretaris Dinas Kebudayaan Sumbar Fadhli Junaidi dalam kegiatan pelestarian budaya di Nagari Koto Tangah, Kabupaten Agam. (Foto: ADPSB Setdaprov Sumbar)

    Agam, AyoSumbar.id – Pelestarian budaya di Sumbar kembali diperkuat melalui kegiatan Dinas Kebudayaan Sumbar di Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sabtu (26/9/2026). Program ini menjadi bagian dari pelaksanaan Nagari Creative Hub (NCH) untuk mendorong masyarakat menjaga dan mengembangkan potensi budaya lokal secara mandiri.

    Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengarahkan program tersebut tidak hanya pada keberlangsungan seni dan tradisi. Keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda, menjadi bagian penting agar aktivitas kebudayaan dapat terus berkembang di tingkat nagari.

    Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Fadhli Junaidi, mengatakan kegiatan di lokasi percontohan NCH merupakan dukungan terhadap implementasi program unggulan daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy.

    “Ini merupakan bentuk dukungan kita terhadap implementasi program unggulan daerah, khususnya melalui NCH. Harapannya, kegiatan pelestarian seni dan budaya tidak berhenti ketika program pemerintah selesai, tetapi dapat terus tumbuh dan dilaksanakan oleh masyarakat secara mandiri,” ujar Fadhli.

    Pola pemberdayaan tersebut sebelumnya diterapkan pada tiga daerah percontohan Nagari Creative Hub pada 2025. Lokasinya meliputi Nagari Pangian, Kabupaten Tanah Datar; Nagari Sikalang, Kota Sawahlunto; dan Nagari Toboh Gadang Barat, Kabupaten Padang Pariaman.

    Menurut Fadhli, pelaksanaan di tiga daerah itu menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan masyarakat dalam aktivitas budaya. Bahkan, hingga saat ini ketiganya masih rutin menjalankan berbagai kegiatan secara mandiri.

    “Alhamdulillah, hasilnya cukup baik. Sampai saat ini masing-masing daerah tersebut masih rutin menggelar kegiatan secara mandiri. Ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai mengambil peran dalam menjaga dan mengembangkan potensi budaya yang ada di daerahnya,” katanya.

    Pada 2026, Dinas Kebudayaan Sumbar kembali menjalankan kegiatan serupa di daerah yang ditetapkan sebagai lokasi tambahan NCH. Dari 10 daerah yang ditetapkan, kegiatan ditargetkan berlangsung di delapan daerah dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

    Hingga kegiatan di Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Fadhli menyebut program tersebut telah terlaksana di empat daerah sepanjang 2026. Pelaksanaan di lokasi percontohan lainnya akan mengikuti jadwal serta kesiapan masing-masing daerah.

    Rangkaian kegiatan dirancang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan memberikan ruang belajar bagi generasi muda. Aktivitasnya mencakup pameran koleksi Museum Adityawarman, workshop warisan budaya, pameran kuliner tradisional, pertunjukan seni dan budaya, serta pelatihan pasambahan kato sekaligus makan bajamba.

    Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan pelaku seni dan tokoh masyarakat setempat. Dengan pola tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penerima kegiatan, tetapi turut mengambil bagian dalam aktivitas pelestarian budaya.

    “Yang paling penting adalah bagaimana generasi muda ikut terlibat dan mendapatkan pengalaman langsung. Mereka tidak hanya melihat kebudayaan sebagai sesuatu yang diwariskan, tetapi juga memahami nilai, praktik, dan kreativitas yang dapat dikembangkan dari budaya tersebut,” jelas Fadhli.

    Dinas Kebudayaan Sumbar berharap Nagari Creative Hub dapat berkembang menjadi ruang tumbuh bagi ekosistem kebudayaan di tingkat nagari. Program ini juga diarahkan untuk membuka kesempatan bagi generasi muda dalam mengembangkan potensi budaya lokal mengikuti perkembangan zaman.

    Pelestarian budaya di Sumbar melalui Nagari Creative Hub dengan demikian diarahkan agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Aktivitas kebudayaan diharapkan terus tumbuh bersama masyarakat dan memiliki keberlanjutan di masing-masing nagari. (*)

    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Penulis
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Aris Prima Gunawan
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *