BREAKING NEWS
    700 view

    UNP Pulihkan Layanan Air Bersih Pascabencana di Lambung Bukit

    Waktu Baca: 4 menit
    Tim pengabdian Universitas Negeri Padang bersama mitra Kelurahan Lambung Bukit saat pelaksanaan program pemulihan layanan air bersih pada 22 Agustus 2026. (Foto: Dok. Tim Pengabdian UNP)

    Padang, AyoSumbar.id – Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Pengabdian UNP Berdampak melaksanakan pemulihan layanan air bersih pascabencana di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, pada 22 Agustus 2026.

    Kegiatan tersebut dilakukan melalui penerapan sistem filtrasi dua tahap dan penguatan operator lokal. Program ini menyasar masyarakat pengguna sumber air utama yang mengalami penurunan kualitas setelah terjadi gangguan pada infrastruktur dan kondisi lingkungan pascabencana.

    Salah satu sumber air utama masyarakat dilaporkan mengalami perubahan kondisi fisik. Air tampak keruh atau kehitaman, berbau, dan kurang nyaman digunakan untuk kebutuhan domestik. Sumber air tersebut digunakan oleh sekitar 30-35 rumah tangga. Sementara itu, sebagian masyarakat lainnya masih bergantung pada sistem PAMSIMAS dengan debit yang terbatas.

    Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Emilham Mirshad, ST, MT, menjelaskan bahwa program ini difokuskan pada solusi yang sederhana, tepat guna, dan dapat dirawat oleh masyarakat.

    “Program ini tidak hanya memasang sistem filtrasi, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki operator lokal yang mampu menjalankan dan memelihara sistem secara berkelanjutan,” ujar Emilham dikutip Minggu (27/9/2026).

    unp pulihkan layanan air bersih pascabencana di 1
    Dua unit filter yang diterapkan untuk membantu memperbaiki kondisi fisik air di Kelurahan Lambung Bukit. (Foto: Dok. Tim Pengabdian UNP)

    Sistem filtrasi yang diterapkan terdiri atas dua unit filter yang dipasang secara berurutan. Filter tahap pertama diarahkan untuk membantu mengurangi sedimen, lumpur, dan partikel penyebab kekeruhan. Selanjutnya, filter tahap kedua digunakan untuk membantu mengurangi warna dan bau melalui media filtrasi yang disesuaikan dengan kondisi air baku di lokasi mitra.

    Penerapan sistem didukung komponen perpipaan, sambungan, katup pengatur aliran, dan pompa apabila dibutuhkan sesuai kondisi teknis di lapangan. Setelah pemasangan, tim melakukan pemeriksaan aliran, sambungan, kebocoran, dan fungsi sistem.

    Anggota tim pengabdian, Dr. Aulia Azhar, ST, M.Si, menyampaikan bahwa penerapan filtrasi harus disesuaikan dengan kondisi air baku dan kebutuhan masyarakat.

    “Sistem filtrasi dua tahap ini dirancang untuk membantu memperbaiki kondisi fisik air, terutama dari sisi sedimen, kekeruhan, warna, dan bau. Pengoperasian dan pemeliharaan yang rutin menjadi faktor penting agar manfaat sistem dapat dipertahankan,” ujar Aulia Azhar.

    Selain penerapan teknologi, kegiatan juga mencakup pelatihan operator lokal di Lambung Bukit tersebut. Operator diberikan pengetahuan dan praktik mengenai tata cara pengoperasian, pemeriksaan aliran, pemeriksaan sambungan, pembersihan komponen, pemeliharaan dasar, pencatatan melalui logbook, serta pelaporan gangguan.

    Sejumlah operator lokal mengikuti pelatihan dan pendampingan yang dilaksanakan bersama tim pengabdian serta mitra Kelurahan Lambung Bukit.

    Tim pengabdian juga menyusun prosedur operasional standar (SOP), jadwal pemeriksaan, pembagian tugas, dan logbook pemeliharaan. Dokumen tersebut menjadi pedoman bagi operator dan mitra dalam mengelola sistem setelah kegiatan selesai.

    Pemerintah Kelurahan Lambung Bukit turut berperan dalam memfasilitasi koordinasi dengan masyarakat, penetapan lokasi, mobilisasi warga, serta penetapan operator lokal. Keterlibatan mitra diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan sistem setelah diserahkan kepada masyarakat.

    unp pulihkan layanan air bersih pascabencana di 2
    Tim memberikan pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan sistem kepada operator lokal. (Foto: Dok. Tim Pengabdian UNP)

    Sistem filtrasi, dokumen SOP, logbook, dan perangkat pendukung telah diserahterimakan langsung kepada mitra pada 22 Agustus 2026. Serah terima tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga penggunaan dan pemeliharaan fasilitas air bersih secara berkelanjutan.

    Pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan dana efektif sebesar Rp19 juta. Oleh karena itu, program diprioritaskan pada dua kebutuhan utama, yaitu tersedianya sistem filtrasi yang dapat digunakan dan terbentuknya operator lokal yang mampu mengelola fasilitas tersebut.

    Program ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, khususnya SDG 6 tentang air bersih dan sanitasi layak serta SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera.

    Tim menegaskan bahwa air hasil filtrasi dalam kegiatan ini ditujukan untuk kebutuhan domestik nonkonsumsi, seperti mandi, mencuci, dan sanitasi. Air tidak dinyatakan sebagai air siap minum tanpa dukungan hasil pengujian laboratorium sesuai parameter kualitas air yang berlaku.

    Melalui kegiatan tersebut, UNP terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pemulihan layanan air bersih di Lambung Bukit juga menjadi contoh bahwa penerapan teknologi akan lebih berkelanjutan apabila disertai penguatan kapasitas dan pengelolaan oleh masyarakat setempat. (*)

    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Penulis
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Aris Prima Gunawan
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *