BREAKING NEWS
    10,934 view

    Ide Kreatif Mahasiswa UNP Olah Kayu Manis di Agam jadi Ragam Produk

    Waktu Baca: 2 menit
    Tim PKM UNP bersama anggota PKK Nagari Malalak Barat serta masyarakat memperlihatkan produk yang dihasilkan dari olahan kayu manis. (Foto: Tim PKM UNP)

    Agam, AyoSumbar.id – Potensi pertanian kayu manis di Agam dilirik Tim Program Kreativitas Mahasiswa Universitas Negeri Padang (PKM UNP). Mereka menginisiasi program Home Industry Cinnamon: Inovasi Olahan Kayu Manis di Nagari Malalak Barat.

    Program yang dimulai sejak 22 Juli 2025 tersebut, diketuai oleh Fikra Wais Alkani. Sedangkan anggotanya Rizki Juliani, Khairunisa Putri Amelia, Syifa Ainul Fitri, dan Aqil Ahmad Atho. Mereka didampingi oleh dosen UNP, Lailatur Rahmi, M.Pd.

    Selama tiga bulan, tim ini memberikan pelatihan pengolahan bahan baku, standarisasi produk, pengemasan modern, pemasaran digital, hingga penguatan kelembagaan. Mereka melibatkan 20 anggota PKK sebagai mitra utama.

    Alhasil, Tim PKM UNP ini mampu membina masyarakat memproduksi beragam produk berbahan dasar kayu manis itu. Di antaranya pie kayu manis, cookies, teh, sirup, dan lilin aromaterapi.

    Fikra menjelaskan bahwa program itu bertujuan mengurangi ketergantungan masyarakat pada penjualan kayu manis mentah. Produk olahan kayu manis yang dihasilkan warga pun bernilai tinggi.

    “UMKM MalBar lahir dengan bekal pengetahuan, jejaring pemasaran, dan dukungan dari pemerintah daerah,” jelas Fikra lewat keterangan tertulisnya, Rabu (8/10/2025).

    Wali Nagari Malalak Barat, Zamri, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan dunia usaha. Menurutnya, potensi lokal yang diolah secara inovatif dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Pemerintah nagari berkomitmen mendampingi UMKM MalBar agar mampu bersaing di pasar regional dan nasional,” ucapnya.

    Selain memperkuat pertanian kayu manis di Malalak Barat, sambungnya, kegiatan Tim PKM UNP juga berdampak pada pemberdayaan perempuan. Anggota PKK yang sebelumnya fokus di rumah tangga, kini menjadi pelaku usaha aktif melalui wadah UMKM MalBar.

    “Keterampilan yang diperoleh untuk memproduksi, mengemas, dan memasarkan produk secara digital, tentu sangat bermanfaat bagi ibu-ibu di nagari kita,” hematnya.

    Salah seorang peserta, Ashari Susanti, menyampaikan kebanggaannya karena kini mampu membuat dan menjual produk dari kayu manis. Ia berharap keterampilan baru tersebut dapat menambah penghasilan keluarga.

    Tim PKM UNP juga menyusun Buku Inovasi Produk dan Buku Pedoman Mitra untuk menjaga keberlanjutan usaha. Melalui model sinergi Pentahelix—akademisi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media—UMKM MalBar diharapkan menjadi ikon baru produk olahan kayu manis di Agam.

    Fikra optimis UMKM MalBar mampu menembus pasar nasional bahkan internasional dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak. “Kayu manis Malalak kini bukan lagi komoditas mentah, tetapi produk inovatif yang membawa kebanggaan bagi daerah,” tukas Fikra. (*)

    Avatar of St Batuah
    Avatar of Arditono
    Avatar of St Batuah
    St Batuah
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *