BREAKING NEWS
    20,083 view

    Stop Kekerasan terhadap Anak, Bupati Padang Pariaman Imbau Semua Pihak Bertindak

    Waktu Baca: 2 menit
    Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), mengajak seluruh pihak agar bertindak untuk mencegah kekerasan seksual terhadap anak. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Stop kekerasan terhadap anak! Seruan ini disampaikan langsung oleh Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), yang menyatakan keprihatinannya atas maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak di wilayahnya.

    Ia menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang harus mendapat perhatian serius dari semua pihak.

    “Sebagai kepala daerah, saya merasa sangat prihatin sekaligus bertanggung jawab terhadap keamanan dan kesejahteraan anak-anak di Padang Pariaman,” ungkap JKA di ruang kerjanya di Kantor Bupati Parikmalintang, Jumat (7/3/2025).

    Ia menekankan bahwa anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang. Sayangnya, akhir-akhir ini kasus kekerasan seksual terhadap anak semakin sering terjadi, merusak hak asasi mereka dan mengancam masa depan mereka.

    “Kekerasan ini bukan hanya tindakan yang keji, tetapi juga menghancurkan mental dan psikologis anak-anak kita. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mencegah dan menanggulangi hal ini,” katanya.

    Bupati JKA mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua, alim ulama, tokoh masyarakat, aparat pemerintah, serta lembaga pendidikan, untuk bersinergi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak.

    Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain memperkuat pendidikan agama di lingkungan keluarga, membatasi penggunaan gawai bagi anak-anak, mengajak mereka lebih banyak bermain permainan tradisional, serta membatasi jam keluar malam. Selain itu, orang tua diimbau untuk lebih memperhatikan cara berpakaian anak agar tetap sopan.

    “Orang tua dan guru juga harus lebih dekat dengan anak-anak, memberikan perhatian serta membangun komunikasi yang baik. Budaya gotong royong dalam mengawasi anak-anak juga perlu ditingkatkan, misalnya dengan menghidupkan kembali tradisi magrib mengaji, didikan subuh, serta kegiatan keagamaan di masjid atau mushola,” tambahnya.

    Bupati juga mengingatkan bahwa pelaku kekerasan seksual bisa berasal dari lingkungan terdekat, sehingga orang tua harus lebih waspada. Ia menyarankan agar anak tidak dibiarkan sendirian di rumah serta selalu diajarkan untuk mengenali dan menghindari potensi ancaman.

    “Saya meminta semua pihak untuk tidak tinggal diam. Jika melihat atau mengetahui adanya kekerasan terhadap anak, segera laporkan kepada pihak berwenang agar bisa ditindaklanjuti,” tegasnya.

    Ia juga berpesan kepada anak-anak dan generasi muda agar tidak takut untuk berbicara jika merasa terancam. Mereka berhak atas perlindungan dan rasa aman di lingkungan mereka.

    “Mari kita jaga dan lindungi anak-anak kita agar mereka bisa tumbuh dengan baik, menggapai cita-cita, dan menjalani masa depan yang cerah tanpa dihantui oleh ketakutan terhadap kekerasan,” pungkasnya. (*)


    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *