BREAKING NEWS
    17,570 view

    Kondisi Bangunan Pasar di Padang Pariaman Banyak yang Uzur

    Waktu Baca: 2 menit
    Salah satu los di Pasar Ampalu roboh pada Sabtu (19/4/2025). Beruntung pedagang dan masyarakat yang berada di sana cepat menyadarinya, sehingga tidak ada korban dalam insiden itu. (Foto: Wali Nagari Lareh Nan Panjang)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Kondisi bangunan pasar di Padang Pariaman kini menjadi sorotan. Hal ini pasca rombohnya salah satu los di Pasar Ampalu, Nagari Lareh Nan Panjang, Kecamatan VII Koto, pada Sabtu (19/4/2025).

    Ternyata, kondisi bangunan pasar di Padang Pariaman memang banyak yang sudah berusia tua. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM (Disdagkerkop UKM) Padang Pariaman, Jon Kenedi, Selasa (22/4/2025).

    “Sebagian besar pasar yang ada di Padang Pariaman dikelola langsung oleh pemerintah nagari. Dan memang, kondisi fisik bangunannya banyak yang sudah lama berdiri,” kata Jon.

    Walaupun pasar-pasar tersebut berada di bawah pengelolaan nagari, Jon menyebut pihaknya tetap bisa mengusulkan bantuan pembangunan, selama pasar tersebut memenuhi ketentuan administratif. Salah satunya, harus ada kelengkapan dokumen dan izin dari pihak nagari.

    “Dua tahun terakhir, kami akui cukup sulit mendapatkan bantuan untuk pembangunan pasar. Proposal tetap kami ajukan, tapi mungkin karena kondisi keuangan pemerintah, realisasinya belum ada,” jelasnya.

    Jon juga mengatakan bahwa pemerintah nagari sebenarnya dapat mengalokasikan dana untuk renovasi atau pembangunan pasar. Namun ia memahami bahwa anggaran di tingkat nagari pun sangat terbatas.

    “Tentu kita tahu sendiri kondisi keuangan nagari saat ini. Jadi, walaupun punya kewenangan, keterbatasan dana jadi tantangan tersendiri,” ujarnya.

    Terkait keselamatan dan kelayakan bangunan pasar, Disdagkerkop UKM Padang Pariaman hanya bisa memberikan masukan kepada pihak nagari. Jika bangunan dinilai tidak aman atau sudah tidak layak pakai, mereka menyarankan untuk menghentikan penggunaannya.

    “Kita hanya bisa memberikan rekomendasi. Kalau bangunannya kelihatan tua dan membahayakan, ya kami sarankan agar tidak digunakan lagi untuk aktivitas jual beli,” ujar Jon. (*)


    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *