BREAKING NEWS
    20,608 view

    Los Pasar Ampalu Roboh saat Aktivitas Balai, Wali Nagari: Bangunan Sejak 1985

    Waktu Baca: 2 menit
    Para pedagang dibantu warga serta pihak kecamatan, nagari, kepolisian, dan TNI membenahi puing-puing los Pasar Ampalu yang roboh, Sabtu (19/4/2025) sekitar pukul 10.45 WIB. (Foto: Wanag Muskinta)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Los Pasar Ampalu roboh pada Sabtu (19/4/2025) sekitar pukul 10.45 WIB. Peristiwa terjadi saat pasar sedang ramai-ramainya (hari balai). Sehingga, pedagang ataupun warga yang berbelanja heboh.

    Untungnya, kejadian di pasar yang ada di Nagari Lareh Nan Panjang, Kecamatan VII Koto ini, tidak menimbulkan korban jiwa. Pasalnya, los di pasar itu memperlihatkan tanda-tanda akan roboh.

    Los Pasar Ampalu roboh karena usianya yang sudah sangat tua. Informasi yang diperoleh dari Wali Nagari Lareh Nan Panjang, Muskinta, bangunan los sudah sejak tahun 1985.

    “Memang benar (los Pasar Ampalu roboh, Red). Saat kejadian saya berada di lokasi dan melihat langsung detik-detik robohnya los pasar tersebut,” ujarnya saat diwawancarai.

    los pasar ampalu roboh saat aktivitas balai wali nagari bangunan sejak 1985 1
    Wanag Muskinta bersama Plt Camat VII Koto, Anton Wira Tanjung, serta Danramil dan Kapolsek ikut terjun langsung dalam pembenahan puing-puing bangunan Pasar Ampalu yang roboh. (Foto: Wanag Muskinta)

    Muskinta menjelaskan, los Pasar Ampalu yang yang ambruk, salah satu dari enam los di kompleks Pasar Ampalu. “Los ini telah berdiri sejak tahun 1985,” sambungnya.

    Jadi, sambungnya, bangunan los Pasar Ampalu tersebut memang sudah terbilang sangat tua. “Pasar ini selama puluhan tahun menjadi pusat aktivitas jual beli warga setempat dan masyarakat Padang Pariaman secara umum,” sambungnya.

    Ia mengungkapkan, beberapa saat sebelum ambruk, bangunan sempat memberikan tanda-tanda seperti retakan dan suara berderak. Hal itulah yang membuat pedagang segera berhamburan menyelamatkan diri.

    “Saya langsung mengimbau pedagang untuk keluar dari area los, karena keselamatan nyawa jauh lebih penting daripada barang dagangan mereka,” tambah Muskinta.

    Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material diperkirakan mencapai Rp100 juta. Banyak barang dagangan tertimbun reruntuhan bangunan yang sudah uzur dimakan usia itu.

    Muskinta berharap ke depan pengelolaan pasar dapat dilakukan secara lebih profesional dan sesuai dengan regulasi. Ia juga menegaskan pentingnya perawatan rutin terhadap bangunan pasar demi keselamatan dan kenyamanan pedagang maupun pengunjung. (*)


    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *