Kepala BNPB ke Padang Pariaman, Beri Sinyal Hibah Miliaran Dikucurkan
Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Kepala BNPB ke Padang Pariaman hari ini dalam rangka kunjungan kerja ke Sumatera Barat menjadi momentum penting bagi percepatan penanganan dampak bencana di wilayah tersebut.
Kunjungan tersebut menandai bentuk dukungan konkret dari pemerintah pusat terhadap inisiatif Bupati Padang Pariaman yang sejak awal gigih memperjuangkan percepatan rehabilitasi pascabencana.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, memberikan sinyal positif terhadap usulan Pemkab dan mendorong agar proposal hibah anggaran rekonstruksi segera diajukan.
“Pemerintah pusat hadir untuk mendampingi. Kita paham, anggaran daerah terbatas, dan perlu percepatan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas normal,” ujar Suharyanto saat berkunjung ke Lubuak Aluang, Kamis (7/5/2025).
Salah satu titik krusial yang dipantau adalah jalan dan jembatan Sikuliek di ruas Ujung Gunung–Salisikan, Kecamatan Batang Anai. Infrastruktur ini mengalami kerusakan berat akibat banjir dan tanah longsor berulang yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Akibatnya, akses warga sangat terbatas karena jembatan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Dari hasil tinjauan, Suharyanto menyatakan bahwa jembatan Sikuliek layak diusulkan dalam skema hibah nasional.
Ia menegaskan bahwa pengajuan proposal dari Pemkab Padang Pariaman harus diterima paling lambat akhir Mei 2025 agar dana rekonstruksi bisa dicairkan sebelum akhir tahun, dan pekerjaan fisik dapat dimulai awal 2026.
Tak hanya itu, Kepala BNPB juga menyambangi Jembatan Kayu Gadang di Nagari Lubuak Aluang, Kecamatan Lubuak Aluang. Infrastruktur ini sebelumnya dibangun dengan dana BNPB sebesar Rp26 miliar pada tahun 2020, namun kembali rusak akibat bencana susulan pada Mei 2023. Kini, sebagian jembatan tersebut tak lagi bisa difungsikan.
“Kami sedang mengevaluasi apakah pembiayaan perbaikan akan kembali melalui BNPB atau lewat dukungan dari Kementerian PUPR. Semuanya sedang dikaji untuk keputusan terbaik,” jelas Suharyanto.
BNPB juga menegaskan komitmennya dalam mendukung daerah yang terdampak bencana untuk segera pulih dan mendorong kembali roda ekonomi masyarakat. Dukungan itu tidak hanya dalam bentuk anggaran, tapi juga melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga.
Turut hadir dalam rombongan adalah jajaran eselon I dan II BNPB, Sestama BNPB, Tenaga Ahli Kepala BNPB, Kepala BPBD Sumbar, Bupati Padang Pariaman, Forkopimda setempat, serta perwakilan dari Pemkab Padang Pariaman.
Data Dampak Infrastruktur yang Ditinjau:
- Jalan dan Jembatan Sikuliek (Kecamatan Batang Anai):
- Jenis bencana: Cuaca ekstrem, banjir, tanah longsor (7–8 Maret 2024)
- Estimasi kerusakan: Rp11,375 miliar
- Estimasi kerugian: Rp20,41 miliar (dan terus meningkat)
- Jembatan Kayu Gadang Lubuak Aluang (Kecamatan Lubuak Aluang):
- Jenis bencana: Cuaca ekstrem, banjir, tanah longsor (6–8 Mei 2023)
- Estimasi kerusakan: Rp11 miliar
- Estimasi kerugian: Rp16,88 miliar (dan bertambah)
Kerusakan infrastruktur ini telah menimbulkan hambatan besar bagi aktivitas warga, termasuk peningkatan waktu tempuh, biaya logistik, dan keterbatasan akses terhadap layanan penting. (*)
