BREAKING NEWS
    15,470 view

    Pembukaan Pekan Budaya Nagari Katapiang: Pidato Rajo Sampono Menggetarkan

    Waktu Baca: 3 menit
    Pucuk Adat Nagari Katapiang, Rangkayo Rajo Sampono, menyampaikan sambutannya saat pembukaan Pekan Budaya Nagari Katapiang, Kamis malam (10/7/2025). (Foto: TimAS)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Pidato Pucuk Adat Nagari Katapiang, Rangkayo Rajo Sampono, menggetarkan pembukaan Pekan Budaya Nagari Katapiang, Kamis malam (10/7/2025). Masyarakat yang memadati Pantai Panjang Katapiang pun, benar-benar bersorak gembira mendengarkannya.

    “Rami pasanyo Kurai Taji, raminyo di hari sanayan. Walau acara ko dibatalan bupati, namun masyarakaik Katapiang tetap malanjutkan,” ucap Rajo Sampono memulai pidatonya dengan pantun yang disambut gemuruh tepuk tangan masyarakat yang menyaksikan.

    Meskipun dalam menyampaikan pidato itu kondisi cuaca sedang hujan, masyarakat tetap tampak bersemangat menyimaknya. “Hujan rinai-rinai adalah air mata masyarakat Katapiang. Selesai saya pidato ini, hujan akan berhenti turun karena air mata sudah selesai,” ujarnya sembari tersenyum.

    Rajo Sampono benar-benar meluapkan kekecewaan mendalam masyarakat Katapiang dalam pidatonya itu. Ia berharap semua disikapi dengan serius oleh pimpinan DPRD Padang Pariaman yang hadir, serta Wakil Gubernur Sumbar yang diwakili Sekretaris Dinas Kebudayaan Sumbar.

    “Kami tidak pernah minta jadi tuan rumah Pekan Kebudayaan Daerah. Kami menerima dengan baik, tapi malah tiba-tiba dibatalkan. Kami dipermalukan. Masyarakat Katapiang dilecehkan,” tegasnya disambut gemuruh teriakan masyarakat membenarkan.

    Maka dari, imbuhnya, wajar jika dirinya Rajo Sampono beserta niniak mamak Nagari Katapiang memutuskan untuk tidak mengundang Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis. “Kalau diundang, bupati tentu diberi ruang untuk sambutan. Takutnya, nanti dia disoraki masyarakat yang sangat tersakiti hatinya. Lebih baik tidak diundang saja,” tukasnya.

    Menyikapi pidato Rajo Sampono, Ketua DPRD Padang Pariaman Aprinaldi dalam sambutannya mengatakan bahwa Katapiang tidak saja kebanggaan Padang Pariaman dan Sumatera Barat. “Katapiang harus kita jadikan nagari kebudayaan Sumatera Barat ini,” ujarnya.

    Pasalnya, sambung Aprinaldi, tanah pertama yang dipijak oleh wisatawan atau tamunya Sumatera Barat yaitu tanah Nagari Katapiang. “Kebudayaan yang pertama dilihat sudah tentu kebudayaan Katapiang. Makanya, kita dukung Pekan Kebudayaan Nagari Katapiang ini menjadi agenda tahunan,” ucapnya disambut tepuk tangan meriah.

    Aprinaldi pun mengatakan, semangat masyarakat Nagari Katapiang patut dicontoh dalam pelestarian nilai-nilai adat dan budaya. “Tidak ada yang tidak selesai oleh niniak mamak beserta masyarakat Katapiang. Kita bangga itu,” ujarnya.

    Ia juga mengatakan siap menyikapi aspirasi dari masyarakat Katapiang menyangkut polemik pekan kebudayaan tersebut. “Sekarang seluruh pimpinan DPRD Padang Pariaman hadir serta perwakilan fraksi. Ini bentuk dukungan kami terhadap semangat niniak mamak dan masyarakat Katapiang menjaga nilai-nilai budaya kita,” tukasnya.

    Mewakili Wagub Sumbar yang diundang dalam pembukaan Pekan Budaya Nagari Katapiang itu, Sekretaris Disbud Sumbar, Yayat Wahyudi, mengatakan bahwa Disbud Sumbar sangat mendukung Pekan Budaya Nagari Katapiang menjadi agenda tahunan.

    “Kita juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Sumbar, agar pekan budaya ini sinkron dengan kemajuan pariwisata kita ke depan. Untuk itu, kami berharap Disdikbud Padang Pariaman mempersiapkan usulan untuk agenda tahunan ini,” ucapnya.

    Yayat juga mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mendengar apa yang dialami Nagari Katapiang. “Kami berharap, apa yang terjadi saat ini bisa diselesaikan dengan baik. Sehingga, ke depan kita bisa lebih baik lagi,” tukasnya.

    Rajo Sampono sebelumnya juga meminta kepada DPRD Padang Pariaman serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, agar membantu menyelesaikan masalah yang berujung pada kekecewaan masyarakat Katapiang tersebut.

    Seperti diketahui, Bupati Padang Pariaman secara resmi mengumumkan pembatalan Pekan Kebudayaan Daerah 1 di Nagari Katapiang, pada Minggu (6/7/2025). Keputusan itu membuat heboh dan ramai diperbincangan di media sosial.

    Pasalnya, niniak mamak dan masyarakat Katapiang, beserta pelaku seni dan budaya, sanggar dari sebagian besar kecamatan di Padang Pariaman sudah lama melakukan persiapan. Yang membuat niniak mamak Katapiang meradang, karena mereka merasa tak dihargai karena keputusan tanpa diskusi.

    Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis yang dikonfirmasi ke nomor telepon pribadinya terkait folemik di Nagari Katapiang ini tak merespon. Begitupun Sekdakab Padang Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *