BREAKING NEWS
    13,118 view

    Rangkayo Rajo Sampono: Katapiang Ingin Menyelamatkan Marwah Padang Pariaman

    Waktu Baca: 3 menit
    Masyarakat Nagari Katapiang saat mengerjakan dekorasi di lokasi pelaksanaan Pekan Budaya Nagari Katapiang, di Pantai Katapiang, kemarin. Pekan budaya ini bakal dimulai pada Kamis (10/7/2025) pukul 20.00 WIB. (Foto: Aditjeraska Sampono)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Pucuk Adat Nagari Katapiang, Rangkayo Rajo Sampono, mengungkapkan alasan kenapa pihaknya menggelar pekan kebudayaan yang sudah dibatalkan Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis.

    Katanya, kalau pekan kebudayaan tidak dilaksanakan pihaknya, akan menjadi malu besar bagi Kabupaten Padang Pariaman. Sebab, kegiatan itu sudah disiarkan secara luas, dan undangan pun sudah tersebar hingga ke Negeri Jiran (Malaysia).

    ”Sekarang, Katapiang berjuang menyelamatkan marwah Padang Pariaman. Kalau kami tidak mengadakan, tamu dari luar pasti kecewa. Ke depan, mereka tidak akan tertarik terhadap event apapun yang diadakan Padang Pariaman,” jelas Rangkayo Rajo Sampono, Rabu (9/7/2025).

    Ditambah lagi, baginya Nagari Katapiang adalah wajahnya Sumatera Barat. Jika satu kegagalan yang melibatkan banyak orang terjadi di sana, besar kemungkinan kekecewaan wisatawan juga merambat ke seluruh wilayah Sumbar.

    “Memang kita mau wisatawan luar memandang kita sebagai daerah yang tidak bertanggung jawab. Orang datang ke sini pasti dengan persiapan dan biaya. Misalnya untuk penelitian atau edukasi karena ini menyangkut adat dan budaya,” sambungnya.

    Untuk itu, ia pun mengingatkan agar tidak sembarangan mungkir terhadap komitmen. “Kalau janji membangun lalu tidak ditepati, mungkin bisa dimaafkan. Tapi ini janji yang menyangkut adat dan budaya,” tegasnya lagi.

    “Jadi, jangan pandang ini hanya event. Bagi kami, apa yang sudah dipersiapkan, bentuk kebanggaan terhadap adat dan budaya. Kalau soal adat dan budaya saja tidak komitmen, siapa percaya kita punya identitas,” tukas Rangkayo Rajo Sampono.

    Menambahkan, seorang niniak mamak di Nagari Katapiang, ES Sampono Rajo Panyinggahan, di tengah kekecewaan masyarakat nagarinya atas pembatalan pekan kebudayaan 5 hari jelang pelaksanaannya, fitnah pun juga digencarkan.

    “Mereka bilang ini alek nagari (acara yang dibuat nagari). Padahal ini acaranya pemda. Dicanangkan oleh pemda. Semua ada rekam jejak digitalnya. Dan kami tidak pernah meminta menjadi tuan rumah Pekan Kebudayaan Daerah itu,” ujarnya.

    Untuk itu, ia menegaskan agar jajaran Pemkab Padang Pariaman yang mencari muka ke bupati untuk tidak membangun opini yang bermuatan fitnah. “Mereka sudah batalkan, kami terima. Jadi, sekarang diam saja. Kami tidak butuh uang dan dukungan pemda lagi,” tegasnya.

    Sebelumnya, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis lewat keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa pembatalan Pekan Kebudayaan Daerah 1 di Nagari Katapiang, sebagai bentuk komitmen terhadap semangat efisiensi anggaran.

    Ia juga mengaku bahwa baru mengetahui kegiatan itu menyerap APBD Padang Pariaman sekitar Rp240 juta. Katanya, hal itu lantaran terjadinya miskomunikasi di Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Pariaman.

    Untuk diketahui, Pemkab Padang Pariaman meluncurkan program 100 festival pada Rabu (11/6/2025). Sehari setelahnya, ditetapkan Pekan Kebudayaan Daerah 1 di Nagari Katapiang sebagai event perdana dari 100 festival tersebut.

    Awalnya persiapan tampak berjalan lancar. Bahkan, pada Rabu (2/7/2025) Kepala Disdikbud Padang Pariaman, Anwar, masih melakukan rapat pematangan kegiatan di Ruang Rapat Sekdakab Padang Pariaman bersama panitia dan pihak terkait dalam kegiatan itu.

    Hanya saja, pada Jumat malam (4/7/2025), tersiar kabar yang menghebohkan. Bupati Padang Pariaman disebut menyatakan membatalkan kegiatan tersebut. Pemangku adat dan panitia pun mendatangi bupati ke rumah dinasnya. Namun, bupati tetap menegaskan membatalkan kegiatan tersebut.

    Permasalahan semakin meruncing ketika bupati mengirim siara pers yang memuat keterangan pembatalan Pekan Kebudayaan Daerah 1 di Nagari Katapiang ke grup Whatsapp pada Minggu (6/7/2025).

    Namun, di tengah semakin ramainya tanggapan dari tokoh masyarakat Nagari Katapiang terkait siaran pers tersebut, Bupati Padang Pariaman tak lagi merespon ketika dikonfirmasi awak media. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *