BREAKING NEWS
    9,989 view

    Seragam Gratis di Pariaman masih Validasi Data, Penyaluran Ditarget Akhir Juli

    Waktu Baca: 2 menit
    Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Hertati Taher. (Foto: Diskominfo Pariaman)

    Pariaman, AyoSumbar.id – Seragam gratis di Pariaman bagi seluruh siswa baru kelas 1 Sekolah Dasar (SD) hingga kini belum dibagikan, meskipun tahun ajaran 2025/2026 sudah resmi berjalan.

    Program unggulan yang menjadi komitmen Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pariaman ini mengalami sedikit keterlambatan, akibat proses pendataan yang masih berlangsung.

    Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Hertati Taher, mengonfirmasi bahwa pembagian seragam memang belum dilaksanakan sesuai jadwal awal. Namun ia menegaskan, program seragam gratis di Pariaman tetap akan direalisasikan dalam waktu dekat.

    “Kami masih menyempurnakan data siswa penerima agar seragam yang diberikan benar-benar sesuai dan bisa langsung digunakan,” kata Hertati, Senin (14/7/2025).

    Hertati menjelaskan, pengumpulan data siswa baru dilakukan secara menyeluruh oleh pihak sekolah, termasuk pengukuran tinggi badan, ukuran baju, sepatu, dan kebutuhan tas.

    Pendataan ini dilakukan langsung sejak tahun ajaran dimulai karena pengukuran harus bersifat presisi dan dilakukan secara fisik. “Karena itu, pembagian perlengkapan sekolah baru bisa dilakukan setelah anak-anak masuk sekolah,” tambahnya.

    Dinas Pendidikan menargetkan proses pengumpulan data dan pengukuran rampung dalam dua pekan ke depan. Dengan demikian, seragam gratis di Pariaman diharapkan bisa dibagikan pada akhir Juli atau paling lambat awal Agustus 2025.

    Perlengkapan yang akan diberikan mencakup satu stel seragam merah putih lengkap dengan dasi dan topi, satu pasang sepatu, dan satu tas sekolah.

    Program ini ditujukan khusus bagi siswa baru kelas 1 SD negeri yang tersebar di seluruh Kota Pariaman. Pemerintah Kota menilai langkah ini sebagai bagian dari misi pemerataan pendidikan dan upaya meringankan beban ekonomi orang tua murid.

    “Ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pendidikan yang merata dan inklusif. Kami ingin semua anak bisa bersekolah dengan layak, tanpa terkendala faktor ekonomi,” tutup Hertati. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *