BREAKING NEWS
    8,722 view

    Surau Ka’bah jadi Sentral Kegiatan Sosial, Kadiskominfo: Tidak ada Pungutan

    Waktu Baca: 3 menit
    Surau Ka’bah di Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, tampak ramai aktivitas, kemarin. (Foto: Diskominfo Agam)

    Agam, AyoSumbar.id – Surau Ka’bah di Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, kini menjadi pusat berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan kebudayaan.

    Surau yang baru berdiri sekitar satu tahun ini ramai dimanfaatkan oleh lembaga sosial kemasyarakatan, organisasi dakwah, LSM, hingga pelaku usaha yang bergerak di bidang ibadah, tanpa pungutan biaya sepersenpun.

    Keberadaan Surau Ka’bah kian menonjol setelah sejumlah organisasi pemerintah daerah (OPD) Kabupaten Agam juga mulai menggelar kegiatan di sana.

    Salah satu yang paling aktif adalah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Agam yang kerap menjadikan Surau Ka’bah sebagai lokasi penyerahan bantuan zakat kepada para mustahik.

    Tak jarang pula, Bupati Agam H. Benni Warlis hadir langsung dalam kegiatan tersebut, baik sebagai narasumber, pemberi tausyiah, maupun perwakilan pemerintah dalam penyerahan bantuan.

    Kepala Diskominfo Agam, Syatria, yang didampingi Kabag Prokopim, Khasman Zaini, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan yang dilakukan di Surau Ka’bah bersifat terbuka dan tidak dipungut bayaran. Hal ini menepis dugaan adanya pemindahan konsentrasi kegiatan pemerintahan ke surau tersebut.

    “Seluruh kegiatan di Surau Ka’bah merupakan inisiatif masyarakat dan lembaga terkait. Tidak ada pungutan, tidak ada unsur komersialisasi. Bupati hadir pun karena undangan resmi dari penyelenggara,” tegas Syatria, kemarin.

    Menurutnya, padatnya aktivitas di Surau Ka’bah tak terlepas dari fasilitas memadai yang tersedia dan letaknya yang strategis. Selain itu, surau ini telah menjadi ikon baru masyarakat Nagari Panampuang dalam membangun ruang interaksi sosial yang religius dan edukatif.

    Beberapa kegiatan yang rutin digelar antara lain manasik umrah oleh biro travel, pelatihan adat dan budaya Minangkabau, wirid gabungan majelis taklim, serta program keagamaan untuk pelajar.

    Surau Ka’bah juga menjadi tempat pertemuan alumni, rapat organisasi masyarakat, pelatihan LSM, hingga liputan media massa dan sosial.

    Dari kalangan pemerintahan, selain Baznas, ada pula Bulog yang menggunakan surau ini untuk pendistribusian bantuan, serta kegiatan dokumentasi resmi dari instansi terkait.

    “Faktanya, kegiatan yang dilakukan di sana sangat beragam dan tidak terbatas hanya pada agenda pemerintah. Jadi, jangan ada asumsi yang menyimpang,” jelas Syatria.

    Menanggapi isu yang berkembang soal intensitas kehadiran Bupati Agam di Surau Ka’bah, Syatria menegaskan bahwa itu murni karena undangan. Ia membantah bahwa pusat pemerintahan seolah dipindahkan ke surau tersebut.

    “Agenda Bupati tetap difokuskan di Lubuk Basung, seperti rapat dengan OPD, sidang paripurna DPRD, audiensi dengan masyarakat, dan berbagai urusan pemerintahan lainnya. Surau Ka’bah bukan pengganti, melainkan bagian dari ruang sosial yang aktif dan terbuka,” tegasnya lagi.

    Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, Surau Ka’bah di Nagari Panampuang kini tumbuh menjadi simbol kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai organisasi dalam menciptakan ruang kegiatan yang inklusif, produktif, dan bermakna secara spiritual. (*)

    Avatar of St Batuah
    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of St Batuah
    St Batuah
    Penulis
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *