BREAKING NEWS
    12,656 view

    Tes Potensi Akademik UNAS PASIM Bandung Dimulai, Wawako Pariaman Beri Motivasi

    Waktu Baca: 3 menit
    Wawako Pariaman, Mulyadi, saat meninjau pelaksanaan tes potensi akademik logika UNAS PASIM Bandung di SMPN 2 Pariaman, Minggu (20/7/2025). (Foto: Diskominfo Pariaman)

    Pariaman, AyoSumbar.id – Tes Potensi Akademik UNAS PASIM Bandung dilaksanakan di SMPN 2 Pariaman, Minggu (20/7/2025). Tes oleh Universitas Nasional (UNAS) Pendidikan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen (PASIM) Bandung ini, seleksi awal program unggulan Satu Keluarga Satu Sarjana (Saga Saja) Plus.

    Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, memberikan motivasi kepada para peserta yang mengikuti ujian, sekaligus menegaskan pentingnya ketelitian dalam menjawab setiap soal.

    Ia menyampaikan bahwa ujian ini merupakan bagian dari realisasi program Balad–Mulyadi, yang memberi kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

    “Program Saga Saja Plus ini adalah langkah konkret Pemko Pariaman dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kerja sama dengan Universitas Nasional PASIM Bandung merupakan kolaborasi perdana yang diharapkan mampu mencetak generasi unggul dan berdaya saing,” ujar Mulyadi.

    Diketahui, kerja sama antara Pemko Pariaman dan UNAS PASIM Bandung telah diteken melalui nota kesepahaman beberapa waktu lalu.

    Dalam program tersebut, UNAS PASIM menyediakan 20 kuota beasiswa penuh bagi anak-anak Pariaman. Namun, dari jumlah tersebut, hanya 19 peserta yang mengikuti tes tahap awal.

    Jika seluruh peserta berhasil melewati nilai ambang batas dalam Tes Potensi Akademik (TPA) Logika, mereka berhak melanjutkan ke tahap seleksi lanjutan yang mencakup wawancara, psikotes, dan kunjungan rumah.

    Semua tahapan ini bertujuan untuk memverifikasi kondisi sosial ekonomi calon mahasiswa serta mengukur tekad dan kesiapan mereka melanjutkan pendidikan di UNAS PASIM Bandung.

    Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Hertati Taher, menyatakan bahwa proses seleksi berlangsung ketat karena UNAS PASIM menekankan kualitas dan komitmen peserta.

    “Seleksi ini bukan hanya soal kemampuan akademik, tapi juga niat dan keseriusan. Setelah dinyatakan lulus semua tahapan, mereka akan menjadi bagian dari mahasiswa UNAS PASIM yang dibekali dengan pendidikan bermutu dan jaminan kerja,” ungkap Hertati.

    Yang menarik, program Saga Saja Plus tidak hanya membebaskan biaya kuliah, namun juga mencakup fasilitas asrama, makan, hingga penempatan kerja setelah lulus.

    Namun demikian, ada tanggung jawab besar yang harus diemban peserta. Jika dalam perkuliahan nilai tidak mencapai target, sistem drop out (DO) akan diterapkan dan mahasiswa dipulangkan tanpa transkrip nilai.

    Selain itu, lulusan program ini diwajibkan menyumbangkan 20 persen dari gaji pertamanya untuk mendanai mahasiswa baru lainnya yang berasal dari latar belakang serupa.

    Dana tersebut dikelola oleh para mahasiswa per angkatan, bukan oleh pihak kampus, dalam kerangka program Pemberdayaan Umat Berkelanjutan (PUB).

    “Dengan sistem gotong royong ini, kita berharap semangat saling bantu dan pemberdayaan berkelanjutan terus tumbuh. Program ini bukan hanya tentang kuliah gratis, tapi juga tentang membangun karakter dan kepedulian sosial,” tutup Mulyadi.

    Program Tes Potensi Akademik UNAS PASIM ini menjadi babak awal bagi para calon sarjana dari Kota Pariaman untuk menggapai pendidikan tinggi, sekaligus menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *