BREAKING NEWS
    11,452 view

    Penanganan Karhutla di Bukit Setan, Wako Solok Turun Tangan

    Waktu Baca: 2 menit
    Wako Solok, H. Ramadhani Kirana Putra, bersama Forkopimda Kota Solok saat turun tangan dalam penanganan Karhutla. (Foto: Diskominfo Kota Solok)

    Solok, AyoSumbar.id – Wali Kota Solok, H. Ramadhani Kirana Putra, turun tangan dalam penanganan Karhutla di Bukit Setan dan Bukit Pincuran Gadang di Kelurahan Tanah Garam, Rabu malam (23/7/2025). Ia terjun beberapa jam setelah digelarnya Apel Kesiapsiagaan Karhutla.

    Memasuki hari ketiga, kebakaran hutan di Bukit Barisan belum sepenuhnya padam. Hal ini yang membuat Ramadhani tidak tinggal diam. Bersama unsur Forkopimda, ia pun langsung memastikan seluruh upaya pemadaman berjalan maksimal.

    “Kami tidak bisa hanya menunggu di balik meja. Medan memang sulit, tapi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan jauh lebih penting,” ujar Ramadhani.

    Ia menyebutkan bahwa proses penanganan Karhutla di Bukit Setan dan Pincuran Gadang, melibatkan kerja keras dari Satgas Karhutla, TNI/Polri, Dinas Kehutanan, Satpol PP, BPBD, PMI, Pramuka Peduli, serta para relawan dan masyarakat.

    Hingga tengah malam, lanjutnya, tim masih berjibaku melawan api, dengan proses pendinginan terus dilakukan untuk mencegah kebakaran susulan. “Api memang sudah terkendali, tapi kami belum lengah. Pendinginan sangat penting agar bara tidak kembali membesar,” jelasnya.

    Ramadhani mengapresiasi dedikasi luar biasa dari seluruh elemen yang terlibat. Menurutnya, kebakaran hutan bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga ancaman bagi keselamatan jiwa dan masa depan daerah.

    “Kebakaran hutan kini menjadi tantangan nyata akibat perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan aktivitas manusia yang abai. Ini bukan masalah kecil, dan tidak bisa diatasi sendiri. Dibutuhkan solidaritas dan kesiapsiagaan semua pihak,” tuturnya dengan tegas.

    Ia juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh petugas dan relawan yang siang malam berada di garis depan pemadaman. “Tanpa petugas dan relawan, situasi bisa lebih buruk,” ucap Ramadhani dengan haru.

    Sebelumnya, pada pagi hari yang sama, telah digelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla di halaman Balai Kota Solok yang dipimpin Kapolres Solok Kota, AKBP Mas’ud Ahmad. Dalam apel tersebut, ditegaskan bahwa apel bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk nyata kesiapan seluruh unsur menghadapi ancaman Karhutla di Solok yang dipicu fenomena El Nino.

    Hingga pertengahan Juli 2025, lebih dari 300 hektare lahan terbakar di wilayah Sumbar. Kabupaten Solok bahkan telah menetapkan status tanggap darurat sejak 21 Juli. Meski Kota Solok belum menetapkan status serupa, ancaman kebakaran tetap dianggap sangat serius.

    Kapolres menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar. Ia juga mengajak tokoh adat, agama, dan masyarakat untuk bersinergi dalam menekan angka Karhutla.

    Pemko Solok bersama Satgas Karhutla saat ini terus menggiatkan patroli terpadu, pengawasan di titik rawan, optimalisasi peralatan pemadam, serta kampanye pelarangan membakar hutan dan lahan secara massif demi mencegah bencana serupa terulang kembali. (*)

    Avatar of Aprizal Noer
    M Afif Azari
    Penulis
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *