BREAKING NEWS
    14,945 view

    Aktivitas Rumah Doa Jemaat Kristen di Padang Sarai Dibubarkan

    Waktu Baca: 3 menit
    Petugas Polsek Koto Tangah saat mengamankan lokasi rumah doa jemaat GKSI Anugerah di Padang Sarai, kemarin. Tampak kursi dan kaca bangunan rumah tersebut rusak. (Foto: Istimewa)

    Padang, AyoSumbar.id – Aktivitas rumah doa jemaat Kristen di Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mengalami tindakan pembubaran paksa oleh sekelompok warga saat sedang melangsungkan ibadah dan pendidikan agama pada Minggu sore (27/7/2025).

    Peristiwa yang menimpa rumah doa milik Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) Anugerah Padang itu, sontak viral di media sosial. Pasalnya, pembubaran kegiatan di rumah doa yang berlokasi di RT 03 RW 09, Kelurahan Padang Sarai itu, disertai tindakan pengrusakan properti.

    Pendeta GKSI Anugerah Padang, F. Dachi, mengungkapkan bahwa saat insiden terjadi, sekitar 30 anak sedang mengikuti pelajaran agama dan sejumlah jemaat dewasa tengah beribadah.

    Namun tiba-tiba, ia diminta oleh ketua RT dan RW setempat untuk berbicara di belakang rumah. Tak lama kemudian, situasi berubah menjadi mencekam.

    “Langsung massa teriak ‘bubarkan, bubarkan!’ dan mulai melempari rumah. Kaca pecah, peralatan dihancurkan, listrik diputus,” tutur Dachi.

    Dachi menegaskan bahwa bangunan tersebut bukanlah gereja resmi, melainkan rumah doa yang difungsikan sebagai tempat pendidikan agama bagi anak-anak jemaat yang kesulitan mengakses gereja di pusat kota.

    Ia pun menjelaskan bahwa rumah doa jemaat GKSI Anugerah Padang itu, disewa atas nama pribadi dan telah terdaftar sebagai bangunan sosial.

    “Kami tidak mendirikan gereja. Ini rumah doa tempat anak-anak belajar agama, supaya nilai agama mereka di sekolah tidak kosong. Kami sudah daftarkan bangunan ini dari awal sebagai rumah doa,” jelasnya.

    Ia juga mengungkapkan bahwa jemaat GKSI Anugerah Padang di kawasan Padang Sarai berjumlah sekitar 21 kepala keluarga, dengan total kehadiran dalam ibadah bisa mencapai seratus orang.

    Aktivitas keagamaan telah dilakukan secara bergilir dari rumah ke rumah selama tiga tahun terakhir tanpa kendala. Rumah doa yang dibubarkan baru aktif selama tiga bulan.

    Informasi yang dihimpun Dachi menunjukkan bahwa aksi pembubaran telah direncanakan dalam sebuah rapat warga bersama tokoh RT dan RW malam sebelum kejadian. Massa menilai rumah doa tersebut sebagai tempat ibadah ilegal karena dianggap gereja tanpa izin.

    Di lokasi kejadian, tampak jelas kerusakan parah. Dari video yang beredar di media sosial, terlihat kursi-kursi patah, meja terbalik, pagar terbongkar, dan empat jendela pecah.

    Di dalam rumah, satu mimbar kayu rusak, dua kipas angin rusak, dan sejumlah kursi plastik tergeletak dalam kondisi terbalik. Polisi telah memasang garis polisi di area luar rumah tersebut.

    Kapolsek Koto Tangah, Kompol Afrino, membenarkan kejadian ini dan menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan serta pengumpulan bukti di lokasi.

    “Kami masih mendalami kasus ini dan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak,” ujar Afrino singkat.

    Sementara itu, Dachi berharap adanya perlindungan dari pemerintah bagi jemaat GKSI Anugerah Padang, agar tetap bisa menjalankan ibadah dengan tenang.

    “Kalau ini rumah untuk hal negatif seperti miras atau narkoba, silakan dibubarkan. Tapi ini rumah doa untuk mendidik anak-anak. Sekarang mereka trauma. Bahkan ada jemaat kami yang diancam dan disuruh meninggalkan wilayah ini,” ucapnya.

    Ia pun membuka opsi untuk menempuh jalur hukum jika tidak ada penyelesaian damai. “Kami pertimbangkan untuk melapor ke Polrestabes atau Polda. Yang kami harapkan cuma satu: anak-anak bisa belajar dan beribadah dengan aman,” tegas Dachi.

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian mengenai proses hukum lebih lanjut terhadap perusakan fasilitas rumah doa tersebut. Namun, lokasi kejadian telah diamankan aparat dan diberi garis polisi. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Arditono
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *