BREAKING NEWS
    16,996 view

    Abrasi Sungai di Pasie Laweh Ancam Permukiman, 1 Rumah Roboh

    Waktu Baca: 2 menit
    Bibir sungai di Korong Pasie Laweh, Nagari Bisati Sungai Sariak tampak semakin dekat dengan rumah warga akibat abrasi. (Foto: Pemnag Bisati)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Abrasi sungai di Pasie Laweh, Nagari Bisati Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto yang terjadi pekan lalu menyeret salah satu rumah warga. Beruntung tidak ada korban jiwa.

    Rumah yang terdampak abrasi sungai di Pasie Laweh itu, milik warga bernama Gustiar. Kondisi rusak parah dan terjun langsung ke aliran sungai akibat longsornya tebing penyangga sungai.

    “Empat hari yang lalu, bagian dapur rumah saya sudah lenyap disapu arus,” tutur Gustiar, Selasa (6/5/2025).

    “Dahulu jarak sungai cukup jauh, namun dalam beberapa tahun terakhir air semakin mendekat dan akhirnya mengikis habis tebing hingga ke pondasi rumah,” imbuhnya.

    Menurut keterangan Wali Nagari Bisati Sungai Sariak, Firdaus, kondisi di lokasi cukup memprihatinkan. Dua rumah lain beserta satu surau telah dikosongkan sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi korban jiwa.

    Ia menjelaskan bahwa abrasi terjadi akibat pergeseran arah sungai yang berkelok serta peningkatan debit air, terutama saat musim hujan.

    “Saat ini sudah ada bantuan dari pihak provinsi. Normalisasi aliran sungai menjadi prioritas tahap awal. Ke depan, rehabilitasi menyeluruh akan dilakukan, namun pembangunan talut belum bisa dilaksanakan karena lokasi yang cukup sulit dijangkau alat berat,” jelas Firdaus.

    Lebih jauh, Firdaus menyampaikan bahwa abrasi ini juga berdampak pada infrastruktur penting. Akses utama warga menuju Jembatan Rajang serta jalur distribusi air bersih (PAM) kini dalam kondisi rawan tergerus.

    Jika tidak segera ditangani, akses mobilitas dan kebutuhan air bersih masyarakat akan terganggu. Tak hanya itu, abrasi turut memengaruhi lahan pertanian di sejumlah korong lain yang masih berada dalam wilayah Nagari Bisati Sungai Sariak.

    Beberapa petani mengaku kehilangan lahan garapan yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka. “Setiap perkembangan terus kami pantau. Kami juga sudah berkoordinasi dengan instansi terkait agar penanganan bisa segera dipercepat,” ujarnya.

    “Warga kami imbau untuk tetap siaga dan mematuhi instruksi dari pemerintah nagari demi menghindari risiko lebih besar,” pungkas Firdaus. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *