Angka Kriminalitas di Sumbar: 5 Daerah Mengalami Lonjakan Signifikan
Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Angka kriminalitas di Sumbar menunjukkan dinamika yang mencolok dalam beberapa tahun terakhir. Lima daerah yang mengalami lonjakan kasus yang signifikan. Lonjakan ini tidak hanya mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh aparat penegak hukum, tetapi juga menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kejahatan.
Angka kriminalitas di Sumbar ini tidak hanya mencerminkan angka statistik, tetapi juga dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat. Lonjakan yang terjadi di beberapa daerah mengindikasikan perlunya perhatian serius dalam menangani isu ini. Kejadian-kejadian kriminal yang meningkat bisa berimbas pada rasa aman dan stabilitas sosial di lingkungan setempat.
Menghadapi kenyataan bahwa angka kriminalitas di Sumbar bervariasi, diperlukan upaya kolaboratif untuk menciptakan solusi yang efektif. Dalam konteks ini, partisipasi aktif dari semua elemen masyarakat sangatlah penting.
Untuk mengetahui lebih jelas, akan dipaparkan secara rinci angka kriminalitas di Sumbar dari seluruh kabupaten/kota dalam 5 tahun terakhir. Dominan daerah ternyata mengalami peningkatan. Namun, terdapat 5 daerah yang paling mencolok. Apa saja itu?
Angka Kriminalitas di Kepulauan Mentawai
Angka kriminalitas di Kepulauan Mentawai relatif stabil dari tahun 2019 hingga 2023. Pada tahun 2019 tercatat 54 kasus, meningkat menjadi 93 kasus pada tahun 2020, namun kembali menurun dan stabil di kisaran 55-59 kasus pada tahun 2021 hingga 2023. Peningkatan pada tahun 2020 adalah yang paling signifikan, tetapi tidak berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.
Angka Kriminalitas di Pesisir Selatan
Angka kriminalitas di Pesisir Selatan menunjukkan tren peningkatan yang signifikan pada tahun 2023. Dari 735 kasus pada tahun 2019, angka ini turun menjadi 624 kasus pada tahun 2020 dan 428 kasus pada tahun 2021. Namun, sejak tahun 2022 dengan 469 kasus, jumlahnya melonjak menjadi 890 kasus pada tahun 2023, mencerminkan lonjakan yang sangat besar dalam insiden kejahatan.
Angka Kriminalitas di Kabupaten Solok
Kabupaten Solok mengalami fluktuasi dalam angka kriminalitas, dengan peningkatan kembali pada tahun 2023. Pada tahun 2019 tercatat 352 kasus yang menurun menjadi 255 pada tahun 2020 dan terus turun menjadi 181 pada tahun 2021. Namun, angka ini naik menjadi 228 kasus pada tahun 2022 dan meningkat lebih lanjut menjadi 329 kasus pada tahun 2023.
Angka Kriminalitas di Sijunjung
Angka kriminalitas di Sijunjung meningkat pada tahun 2023 setelah penurunan pada tahun 2021. Tercatat 285 kasus pada tahun 2019 yang meningkat menjadi 318 kasus pada tahun 2020, lalu menurun menjadi 248 kasus pada tahun 2021. Angka ini naik menjadi 308 kasus pada tahun 2022 dan meningkat lebih lanjut menjadi 356 kasus pada tahun 2023.
Angka Kriminalitas di Tanah Datar
Kabupaten Tanah Datar melihat peningkatan angka kriminalitas pada tahun 2023 setelah penurunan pada tahun 2020. Dari 370 kasus pada tahun 2019, angka ini menurun drastis menjadi 189 kasus pada tahun 2020. Namun, sejak itu, jumlahnya terus meningkat menjadi 218 kasus pada tahun 2021, 284 kasus pada tahun 2022, dan mencapai 424 kasus pada tahun 2023.
Angka Kriminalitas di Padang Pariaman
Angka kriminalitas di Padang Pariaman meningkat signifikan pada tahun 2023. Pada tahun 2019 tercatat 583 kasus yang menurun menjadi 472 kasus pada tahun 2020, lalu 412 kasus pada tahun 2021. Namun, sejak tahun 2022 dengan 394 kasus, angka ini melonjak menjadi 845 kasus pada tahun 2023.
Angka Kriminalitas di Agam
Kabupaten Agam menunjukkan peningkatan signifikan dalam angka kriminalitas pada tahun 2023 setelah fluktuasi kecil. Dari 255 kasus pada tahun 2019, angka ini naik menjadi 273 kasus pada tahun 2020, kemudian 294 kasus pada tahun 2021, sebelum menurun menjadi 242 kasus pada tahun 2022, dan akhirnya melonjak menjadi 461 kasus pada tahun 2023.
Angka Kriminalitas di Limapuluh Kota
Kabupaten Limapuluh Kota mengalami peningkatan angka kriminalitas pada tahun 2023 setelah penurunan besar pada tahun 2021. Dari 479 kasus pada tahun 2019, angka ini menurun menjadi 418 kasus pada tahun 2020 dan 181 kasus pada tahun 2021. Namun, angka ini meningkat menjadi 221 kasus pada tahun 2022 dan melonjak menjadi 484 kasus pada tahun 2023.
Angka Kriminalitas di Pasaman
Angka kriminalitas di Kabupaten Pasaman meningkat pada tahun 2023 setelah penurunan dari tahun 2019. Pada tahun 2019 tercatat 292 kasus yang menurun menjadi 188 kasus pada tahun 2020 dan 142 kasus pada tahun 2021. Namun, sejak itu angka ini meningkat menjadi 210 kasus pada tahun 2022 dan melonjak menjadi 409 kasus pada tahun 2023.
Angka Kriminalitas di Solok Selatan
Kabupaten Solok Selatan menunjukkan penurunan dalam angka kriminalitas pada tahun 2023 setelah fluktuasi kecil. Dari 422 kasus pada tahun 2019, angka ini menurun menjadi 357 kasus pada tahun 2020, lalu 238 kasus pada tahun 2021. Angka ini naik sedikit menjadi 265 kasus pada tahun 2022 sebelum menurun lagi menjadi 233 kasus pada tahun 2023.
Angka Kriminalitas di Dharmasraya
Kabupaten Dharmasraya mencatat kenaikan besar dalam angka kriminalitas pada tahun 2023 setelah penurunan dari tahun 2019. Dari 442 kasus pada tahun 2019, angka ini menurun menjadi 321 kasus pada tahun 2020, kemudian 230 kasus pada tahun 2021, dan 259 kasus pada tahun 2022. Namun, angka ini melonjak menjadi 656 kasus pada tahun 2023.
Angka Kriminalitas di Pasaman Barat
Angka kriminalitas di Pasaman Barat menunjukkan peningkatan besar pada tahun 2023 setelah fluktuasi. Dari 643 kasus pada tahun 2019, angka ini meningkat menjadi 682 kasus pada tahun 2020, lalu menurun menjadi 604 kasus pada tahun 2021, kemudian naik menjadi 653 kasus pada tahun 2022, dan melonjak menjadi 1.236 kasus pada tahun 2023.
Angka Kriminalitas di Padang
Angka kriminalitas di Padang meningkat signifikan pada tahun 2023 setelah penurunan besar dari tahun 2019 hingga 2022. Dari 5.160 kasus pada tahun 2019, angka ini menurun menjadi 2.950 kasus pada tahun 2020, kemudian 1.300 kasus pada tahun 2021, dan 1.542 kasus pada tahun 2022. Namun, angka ini melonjak menjadi 3.313 kasus pada tahun 2023.
Angka Kriminalitas di Kota Solok
Kota Solok menunjukkan peningkatan kecil dalam angka kriminalitas pada tahun 2023. Dari 338 kasus pada tahun 2019, angka ini menurun menjadi 249 kasus pada tahun 2020 dan 219 kasus pada tahun 2021. Namun, angka ini meningkat menjadi 304 kasus pada tahun 2022 dan 373 kasus pada tahun 2023.
Angka Kriminalitas di Sawahlunto
Kota Sawahlunto mencatat kenaikan angka kriminalitas pada tahun 2023. Dari 79 kasus pada tahun 2019, angka ini menurun sedikit menjadi 77 kasus pada tahun 2020 dan 60 kasus pada tahun 2021. Angka ini meningkat menjadi 65 kasus pada tahun 2022 dan melonjak menjadi 116 kasus pada tahun 2023.
Angka Kriminalitas di Padang Panjang
Kota Padang Panjang menunjukkan peningkatan angka kriminalitas pada tahun 2023. Dari 214 kasus pada tahun 2019, angka ini meningkat menjadi 224 kasus pada tahun 2020 dan 229 kasus pada tahun 2021. Angka ini menurun menjadi 169 kasus pada tahun 2022, namun kemudian melonjak menjadi 367 kasus pada tahun 2023.
Angka Kriminalitas di Bukittinggi
Kota Bukittinggi mencatat kenaikan angka kriminalitas pada tahun 2023. Dari 759 kasus pada tahun 2019, angka ini menurun menjadi 498 kasus pada tahun 2020, kemudian 246 kasus pada tahun 2021. Angka ini meningkat menjadi 411 kasus pada tahun 2022 dan 569 kasus pada tahun 2023.
Angka Kriminalitas di Payakumbuh
Kota Payakumbuh mengalami penurunan besar dalam angka kriminalitas pada tahun 2023 setelah peningkatan besar pada tahun 2022. Dari 383 kasus pada tahun 2019, angka ini menurun menjadi 314 kasus pada tahun 2020 dan 251 kasus pada tahun 2021. Namun, angka ini melonjak menjadi 475 kasus pada tahun 2022 sebelum menurun lagi menjadi 382 kasus pada tahun 2023.
Angka Kriminalitas di Pariaman
Kota Pariaman menunjukkan kenaikan besar dalam angka kriminalitas pada tahun 2023 setelah fluktuasi kecil. Dari 423 kasus pada tahun 2019, angka ini menurun menjadi 299 kasus pada tahun 2020, lalu 251 kasus pada tahun 2021. Angka ini meningkat menjadi 292 kasus pada tahun 2022 dan melonjak menjadi 538 kasus pada tahun 2023.
5 Daerah di Sumbar yang Angka Kriminalitasnya Melonjak Tinggi

Jadi, angka kriminalitas di Sumbar dari tahun 2019 hingga 2023 menunjukkan tren yang bervariasi di setiap kabupaten dan kota. Beberapa daerah mencatat peningkatan signifikan dalam data angka kriminalitas di Sumbar pada tahun 2023.
Pertama angka kriminalitas di Padang yang mengalami lonjakan yang sangat besar, dengan jumlah kasus meningkat dari 1.542 pada tahun 2022 menjadi 3.313 pada tahun 2023. Posisi kedua ditempati Kabupaten Pasaman Barat, yang mencatat peningkatan signifikan dari 653 kasus pada tahun 2022, menjadi 1.236 kasus pada tahun 2023.
Disusul Kabupaten Pesisir Selatan yang naik dari 469 kasus pada tahun 2022, menjadi 890 kasus pada tahun 2023. Selanjutnya Kabupaten Padang Pariaman menunjukkan lonjakan dari 394 kasus menjadi 845 kasus dalam periode yang sama. Terakhir, Kabupaten Dharmasraya mencatat peningkatan besar dari 259 kasus pada tahun 2022 menjadi 656 kasus pada tahun 2023. (*)
