AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
2,079 view

Angka Pengangguran di Padang 9,70 Persen, Disnakerin Siapkan Program Penyerapan Kerja

Dokumentasi penting dari kejadian yang berkaitan dengan Angka pengangguran di Padang.
Kepala Disnakerin Kota Padang Ferry Erviyan Rinaldy menyampaikan program penurunan angka pengangguran di Kantor Disnakerin Kota Padang, Rabu (15/7/2026). (Foto: Diskominfo Padang)

Padang, AyoSumbar.id – Angka pengangguran di Padang saat ini tercatat mencapai 9,70 persen atau setara dengan 47.789 pencari kerja. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) menyiapkan sejumlah program strategis untuk mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Kepala Disnakerin Kota Padang, Ferry Erviyan Rinaldy, menyampaikan keterangan tersebut di Kantor Disnakerin Kota Padang, Rabu (15/7/2026). Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara jumlah lulusan dari jenjang SMK, SMA, maupun perguruan tinggi dengan kesempatan kerja yang tersedia.

“Jumlah lulusan baik dari tingkat SMK/SMA maupun universitas saat ini tidak sebanding dengan lowongan kerja yang tersedia. Ini menjadi tantangan besar bagi kami untuk terus merumuskan solusi-solusi konkret agar para pencari kerja di Kota Padang bisa terserap secara optimal,” ujar Ferry Erviyan Rinaldy.

Untuk menekan angka pengangguran, Disnakerin Kota Padang menjalankan sejumlah program unggulan. Program tersebut meliputi pelaksanaan bursa kerja (job fair), perluasan program pemagangan di sektor industri dan perhotelan, termasuk kerja sama dengan CV Hayati, serta pembinaan bagi pencari kerja agar mampu menjadi wirausaha maupun pekerja mandiri.

Selain memperluas akses pekerjaan, Disnakerin juga mendorong masyarakat meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan industri. Ferry mengingatkan pencari kerja agar tidak hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga membekali diri dengan keterampilan yang relevan.

“Kami berharap ke depan para pencari kerja tidak hanya mengandalkan modal ijazah, tetapi juga harus menyiapkan kompetensi diri. Pelajari keahlian baru yang sesuai dengan passion dan tujuan karier masing-masing,” katanya.

Untuk mendukung peningkatan kompetensi tersebut, Pemerintah Kota Padang bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) dalam menyediakan pelatihan kerja tanpa biaya. Pelatihan yang tersedia mencakup bidang perbengkelan, tata boga, hingga pelatihan satuan pengamanan (Satpam) yang disertai sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Di samping memperluas peluang kerja di dalam negeri, Pemko Padang juga membuka kesempatan bekerja ke luar negeri. Karena itu, Disnakerin mengimbau masyarakat yang berminat agar mulai mempersiapkan kemampuan bahasa asing sesuai negara tujuan.

Ferry menegaskan, upaya menurunkan angka pengangguran tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Menurutnya, diperlukan sinergi berbagai pihak agar lapangan kerja terus bertambah.

“Untuk menekan angka TPT ini, Disnakerin tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi kuat antara pemerintah dengan seluruh stakeholder, termasuk pelaku industri dan hadirnya investasi-investasi baru di Kota Padang guna memperluas lapangan kerja. Kami selalu siap bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan,” pungkas Ferry. (*)

Avatar of Aprizal Noer
Avatar of TimAS
Aprizal Noer
Penulis
TimAS
Editor
Exit mobile version