BREAKING NEWS
    13,461 view

    Bidan Menyeberangi Sungai di Pasaman, Hadapi Tantangan Demi Pasien TB

    Waktu Baca: 2 menit
    (Foto kiri) sosok Dona Lubis, seorang bidan di Pasaman yang nekat menyeberangi sungai deras untuk menemui pasiennya yang menderita Tb. (Foto kana) Dona saat menyeberangi sungai. (Foto: Tangkapan video)

    Pasaman, AyoSumbar.id – Aksi heroik seorang bidan menyeberangi sungai di Pasaman membuka mata publik terhadap kerasnya tantangan pelayanan kesehatan di wilayah terpencil Sumatera Barat (Sumbar).

    Video bidan bernama Dona Lubis (46) itu, viral di media sosial. Bidan dari Nagari Cubadak Barat, Kecamatan Dua Koto tersebut, nekat menerobos derasnya arus Sungai Batang Pasaman demi mengobati pasien tuberkulosis (Tb) di Kejorongan Sinuangon.

    Perjuangan itu ternyata pada Jumat (1/8/2025), ketika satu-satunya jembatan penghubung ke wilayah tersebut terputus akibat banjir besar. Kondisi itu membuat Kejorongan Sinuangon dan Kejorongan Batang Kundur benar-benar terisolasi dari pusat pelayanan masyarakat.

    “Ada pasien Tb yang harus segera diobati. Tapi di tengah perjalanan, saya temukan jembatannya sudah tak bisa dilewati. Terpaksa turun ke dasar sungai, merayap di napal tebing yang curam, lalu menyebrangi sungai,” ujar bidan Dona Lubis kepada media, Minggu (3/8/2025).

    Dengan tubuh basah kuyup, Dona tetap melanjutkan perjalanan menembus medan berat. Ia menyebutkan bahwa keselamatan pribadi bukanlah alasan untuk mundur, sebab tanggung jawab terhadap nyawa pasien lebih utama.

    “Baju kering jadi basah semua. Tapi ini risiko yang harus kami hadapi. Kami bukan sekadar tenaga medis, kami pelayan kemanusiaan,” ungkapnya.

    Kejorongan Sinuangon dan Batang Kundur selama ini memang dikenal sebagai wilayah sulit akses, dihuni masing-masing sekitar 80 dan 70 kepala keluarga. Jembatan yang terputus terbuat dari kayu balok sepanjang 15 meter, menjadi urat nadi transportasi warga, termasuk untuk ke sekolah dan pasar.

    Putusnya jembatan bukan hanya menyulitkan akses kesehatan, tapi juga memicu lonjakan harga kebutuhan pokok. Warga melaporkan kenaikan hingga 150 persen untuk sembako, dan tarif jasa ojek melonjak dari Rp100.000 menjadi Rp250.000 per orang.

    “Kami sangat bergantung pada jembatan itu. Sekarang, untuk sekadar ke pasar saja warga harus menantang maut,” keluh Sumarno, warga Batang Kundur.

    Sedangkan Wali Nagari Cubadak Barat, Kesria Novi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengupayakan solusi darurat. “Kami sedang bangun jembatan sementara dan sudah menghubungi Pemkab Pasaman agar ada penanganan permanen. Ini soal keselamatan masyarakat,” tegasnya.

    Di dunia maya, aksi Dona menuai pujian dan simpati. Warganet menyebut dedikasi sang bidan Dona Lubis sebagai contoh nyata pengabdian tanpa pamrih.

    Foto dan video bidan menyeberangi sungai di Pasaman dengan alat medis di tangan viral di berbagai platform sosial, menjadi pengingat bahwa pelayanan dasar di pelosok masih jauh dari kata layak.

    “Semoga ini membuka mata semua pihak bahwa tenaga kesehatan di pedalaman berjuang bukan hanya dengan ilmu, tapi juga dengan keberanian,” tutup Dona penuh harap. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Arditono
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *