BREAKING NEWS
    44,422 view

    Brigadir Ramadhan, Polisi yang Menginspirasi dan Memberi Banyak Manfaat untuk Masyarakat

    Waktu Baca: 6 menit
    Brigadir Ramadhan didampingi istri Febriani, bersama para guru dan anak-anak didik TK A. Madhani, Jumat (11/4/2025). (Foto: TimAS)

    Bukan Bisnis, Tapi Misi

    brigadir ramadhan polisi yang memberi banyak manfaat untuk masyarakat 2
    Istri Brigadir Ramadhan, Febriani, selaku Yayasan Madhani Ramadhan Koto saat berdiskusi dengan orang tua anak sebagai bentuk memperkuat komunikasi untuk pendidikan anak-anak mereka. (Foto: TimAS)

    Di tengah maraknya lembaga pendidikan yang berorientasi bisnis, Ramadhan teguh pada niat awalnya, yaitu mendidik. Setiap anak hanya diedukasi menabung Rp2.000 per hari. “Dana itu akan dikembalikan saat mereka lulus,” ucapnya.

    Sedangkan untuk operasional dan gaji guru, Ramadhan masih banyak mengandalkan dana pribadinya. Meski begitu, ia bersyukur atas uluran tangan dari orang tua murid yang mampu, serta dukungan dari sahabat-sahabatnya di DPRD, seperti Syafrinaldi di Fraksi PKB.

    “Alhamdulillah, mobiler TK ini berkat dukungan pokok pikiran dari anggota DPRD  Padang Pariaman, bapak Syafrinaldi,” katanya.

    Lahirkan Anak-anak Berprestasi

    Keseriusan Brigadir Ramadhan dan istri di dunia pendidikan, benar-benar membuahkan hasil manis. Sebab, anak-anak lulusan TK-nya mampu berprestasi di sekolah dasar (SD). “Anak-anak TK kita yang berprestas di SD, kita kasih apresiasi juga. Jadi mereka tetap termotivasi,” jelas Febriani.

    Febriani pun menjelaskan, anak-anak lulusan TK A Madhani, tidak saja dibekali kemampuan interaksi sosial yang baik, tetapi juga memiliki ilmu dasar pendidikan dan keagamaan. “Anak-anak kita yang lulus umumnya hafal 7 hadist dan beberapa ayat-ayat pendek,” katanya.

    Maka dari itu, sambungnya, SD yang ada di sekitar daerah tersebut, sangat berterima kasih kepada pihaknya, karena telah memberikan bekal yang baik untuk anak-anak selama di TK.

    “Masuk SD kan tidak diwajibkan baca, tulis dan hitung lewat metode belajar sambil bermain. Tapi kita membentu anak-anak kita menggemari pelajaran ini. Jadi, mereka lebih santai saat di SD,” jelasnya.

    Pagi Ramai, Sore Apalagi

    Rumah Ramadhan tak ada sepinya. Jika pagi terdengar suara anak-anak yang asyik bermain, sorenya lebih ramai lagi. Sebab, mulai pukul 15.00 hingga 18.00, di sana berlangsung aktivitas mengaji.

    “Alhamdulillah, ada sekitar 60 lebih anak-anak belajar mengaji di TPA kita. Itu tidak saja anak-anak di nagari ini, tetapi ada juga dari nagari tetangga,” jelas Brigadir Ramadhan.

    Layaknya TK, ia pun tak memungut biaya pada anak-anak yang belajar mengaji di TPA-nya itu. Hanya saja, mereka diedukasi untuk menabung Rp1.000 sehari. “Itu kadang sering bolong juga nabungnya,” katanya sembari tersenyum.

    Ramadhan memutuskan menbentuk TPA, karena tidak adanya TPA di nagari itu. Seadangkan pendidikan agama menurutnya yang paling penting ditanamkan pada anak. “Percuma berilmu kalau tidak bagus agamanya,” hematnya.

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *