BREAKING NEWS
    1,806 view

    Budaya Sadar Bencana Diperkuat lewat Pelatihan Guru PAUD di Padang Pariaman

    Waktu Baca: 3 menit
    Para guru PAUD yang mengikuti pelatihan pembuatan boardgame mitigasi banjir yang digelar Program Studi S2 PAUD UNP di Nagari Tapakih. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Budaya sadar bencana terus ditanamkan sejak usia dini melalui dunia pendidikan. Program Studi Magister (S2) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar Pendampingan Guru PAUD melalui Pelatihan Pembuatan Media Edukatif Boardgame untuk Meningkatkan Literasi Mitigasi Bencana Banjir di Kantor Wali Nagari Tapakih, Kecamatan Ulakan Tapakih, Senin (3/8/2026).

    Program pengabdian kepada masyarakat tersebut melibatkan 20 guru PAUD/TK dari seluruh Kecamatan Ulakan Tapakih. Pelatihan turut dihadiri Koordinator Program Studi S2 PAUD UNP Yaswinda, Ketua Pelaksana Nenny Mahyuddin, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Padang Pariaman Yusrizal, Fasilitator Daerah BNPB Kabupaten Padang Pariaman Dini Asmira, Pj. Wali Nagari Tapakih Ad Kusnandar, Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman Inge Kadarsih, serta tamu undangan lainnya.

    Ketua Pelaksana, Nenny Mahyuddin, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat S2 PAUD UNP yang difokuskan pada wilayah terdampak bencana. Sebagai landasan pelaksanaan kegiatan, UNP bersama Pemerintah Nagari Tapakih sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU).

    Melalui pelatihan tersebut, para guru mendapatkan pendampingan dalam merancang media pembelajaran berbentuk boardgame yang digunakan untuk mengenalkan mitigasi bencana banjir kepada anak usia dini. Pendekatan ini dirancang agar materi mudah dipahami sekaligus sesuai dengan karakteristik belajar anak.

    “Guru diharapkan mampu mengembangkan sendiri media edukatif yang mengajarkan berbagai perilaku positif, seperti membuang sampah pada tempatnya sebagai bagian dari upaya mencegah banjir. Dengan demikian, nilai-nilai kesiapsiagaan bencana dapat ditanamkan sejak dini kepada anak sekaligus ditularkan kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ujar Nenny Mahyuddin.

    Apresiasi terhadap pelaksanaan program juga disampaikan Pj. Wali Nagari Tapakih, Ad Kusnandar. Ia menyambut baik kepercayaan Program Studi S2 PAUD UNP yang menjadikan Nagari Tapakih sebagai lokasi pengabdian masyarakat dan berharap manfaatnya dapat dirasakan oleh guru maupun peserta didik.

    “Pemerintah nagari mendukung penuh program ini. Semoga sinergi yang telah terjalin dapat terus berlanjut sehingga tujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana melalui pendidikan anak usia dini dapat tercapai dengan baik,” kata Ad Kusnandar.

    Dukungan serupa datang dari Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman, Inge Kadarsih. Menurutnya, inovasi pembelajaran yang dikembangkan UNP selaras dengan kebutuhan daerah dalam memperkuat pendidikan kebencanaan sejak usia dini.

    Ia menilai media edukatif boardgame tidak hanya berfungsi sebagai sarana bermain, tetapi juga menjadi media belajar yang efektif untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membangun kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

    Kolaborasi antara Universitas Negeri Padang, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Pemerintah Nagari Tapakih, dan para pendidik diharapkan mampu memperkuat literasi mitigasi bencana. Sinergi tersebut juga menjadi langkah nyata dalam membangun budaya sadar bencana melalui pendidikan anak usia dini sehingga lahir generasi yang peduli lingkungan, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana pada masa mendatang. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Aris Prima Gunawan
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *