AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
4,137 view

Bupati Welly: 2026, ASN Kerja Setengah Hati Pasti Dievaluasi

Gambar ilustratif yang menggambarkan inti berita tentang ASN kerja setengah hati,ASN Pasaman,Program ASN Bangkit.
Bupati Pasaman, Welly Suhery, saat memimpin apel organik perdana tahun 2026, pada Senin pagi (5/1/2026). Ia mengingatkan ASN di Pemkab Pasaman agar bekerja sepenuh hati dan ikhlas. (Foto: Diskominfo Pasaman)

Pasaman, AyoSumbar.id – ASN kerja setengah hati akan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Pasaman pada 2026. Bupati Pasaman Welly Suhery menegaskan tahun ini sebagai fase pembuktian kinerja aparatur, bukan sekadar menjalankan rutinitas birokrasi tanpa dampak nyata.

Penegasan tersebut disampaikan Welly Suhery saat memimpin Apel Organik perdana Tahun 2026 yang dihadiri Wakil Bupati Parulian, Sekretaris Daerah Yudesri, serta jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Ia menyampaikan bahwa seluruh program daerah telah memasuki tahap penguatan dan penilaian hasil.

“Tahun Anggaran 2026 adalah tahun pembuktian. Tidak boleh ada program yang berjalan setengah hati. Semua akan dievaluasi secara ketat dan menjadi ukuran kinerja pimpinan OPD dan jajarannya,” kata Welly Suhery, Senin (5/1/2026).

Bupati menekankan peran ASN sebagai motor penggerak utama pemerintahan daerah. Ia menilai, visi dan misi daerah yang tertuang dalam RPJMD tidak akan tercapai tanpa perubahan nyata dalam etos kerja aparatur.

Welly juga mewajibkan seluruh ASN menjalankan Program ASN Bangkit yang mencakup Bangga Melayani, Berkomitmen, dan Berintegritas sebagai dasar kerja sepanjang 2026. Ia menyebut disiplin waktu, etika komunikasi, serta orientasi pelayanan publik sebagai indikator utama integritas ASN.

“Jabatan itu amanah. Bukan sekadar posisi, tapi pertanggungjawaban kepada Allah SWT dan kepada masyarakat. Jika ASN lalai, maka yang dirugikan adalah rakyat,” ujar Welly Suhery.

Dalam konteks kondisi daerah, Bupati menyoroti masih adanya tantangan bencana hidrologi di Pasaman. Ia meminta ASN Pasaman lebih responsif hingga ke tingkat nagari dan meninggalkan pola birokrasi yang lamban serta berjarak dari masyarakat.

Selain kinerja program, Welly mengingatkan pentingnya akuntabilitas aparatur. Seluruh laporan pertanggungjawaban Tahun Anggaran 2025 diwajibkan selesai dan disampaikan langsung kepadanya sebagai bahan evaluasi awal memasuki 2026.

Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Welly turut menyinggung penyesuaian hak dan penerimaan ASN. Ia meminta aparatur menyikapi kebijakan tersebut dengan sikap lapang dada dan menempatkan pelayanan publik sebagai prioritas utama.

“Jika ada penyesuaian hak, terimalah dengan lapang dada. Semua kebijakan ini kita kembalikan untuk kepentingan masyarakat Pasaman. ASN harus kuat secara mental dan ikhlas dalam pengabdian,” ucapnya.

Welly Suhery menegaskan bahwa 2026 menjadi ujian karakter bagi ASN Pasaman. Ia menyatakan hanya aparatur yang berintegritas dan solid yang mampu mewujudkan cita-cita Pasaman Bangkit yang Berkarakter, Maju, dan Berkelanjutan. (*)

Avatar of M. Abdi Lubis
Avatar of Arditono
M. Abdi Lubis
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version