BREAKING NEWS
    2,541 view

    Cerita Ika Dian Wahyu Sari yang Nekad Menerobos Banjir Bandang di Arosuka Solok

    Waktu Baca: 6 menit
    Ika Dian Wahyu Sari saat menceritakan bagaimana perjuangannya menuju rumahnya di Arosuka yang dilanda banjir bandang pada Senin (21/9/2026) malam. Ia sangat bersyukur ketiga anaknya masih dalam kondisi selamat dari bencana dahsyat itu. (Foto: TimAS)

    Tidak seorang pun menyangka malam itu akan menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Ketika orang tua mereka sedang berada di rumah nenek, galodo menerjang kawasan Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Ketiga anak tersebut akhirnya harus menghadapi situasi itu tanpa didampingi orang tua.

    Listrik di kawasan tersebut padam. Komunikasi juga terputus sehingga mereka tidak dapat berkomunikasi dengan orang tuanya. Dalam kondisi tersebut, ketiganya hanya bisa bertahan di dalam rumah.

    Di luar rumah, suasana berubah menjadi kepanikan. Warga berusaha menyelamatkan diri dari ancaman banjir bandang di Solok yang membawa material tanah dan bebatuan. Sementara di dalam rumah, tiga bersaudara itu menunggu tanpa mengetahui kapan keadaan akan kembali aman.

    Pada saat yang sama, ibu mereka sedang berusaha menerobos berbagai halangan untuk kembali kepada mereka. Ika tahu perjalanan tersebut berbahaya. Namun, ia merasa harus memastikan sendiri keselamatan anak-anaknya.

    Ika kemudian menyadari satu hal yang membuat rasa syukurnya semakin besar. Ketiga anaknya tetap berada di dalam rumah ketika galodo menerjang kawasan tersebut. Keputusan mereka bertahan di rumah ternyata membuat ketiganya tetap selamat.

    “Kalau mereka keluar dari rumah, tidak terbayang apa yang akan terjadi,” ujar Ika Dian Wahyu Sari.

    Naluri Seorang Ibu di Tengah Gelap

    Bencana sering kali memperlihatkan betapa kecilnya manusia di hadapan kekuatan alam. Air bah, batu, kayu, lumpur, dan gelapnya malam membuat perjalanan Ika menuju rumah menjadi sangat berisiko. Namun, bagi Ika, malam itu bukan semata-mata tentang keberanian.

    Ada naluri seorang ibu yang membuatnya terus bergerak. Ketika saluran komunikasi terputus dan kabar bencana hanya terdengar melalui teriakan warga, Ika tidak memiliki banyak pilihan. Ia hanya ingin memastikan tiga buah hatinya masih selamat.

    Ika tahu perjalanan itu berbahaya. Ia juga memahami alasan warga berusaha menghentikannya. Namun, bayangan tentang tiga anak yang sendirian di rumah membuat rasa takutnya seolah tidak lagi memiliki tempat.

    Malam Senin (21/9/2026), menjadi bagian yang tidak akan mudah dilupakan keluarga tersebut. Di tengah galodo yang menerjang Arosuka, sebuah keluarga akhirnya dipertemukan kembali setelah melewati ketakutan yang panjang. Pertemuan itu terjadi setelah seorang ibu menerobos jalan yang dipenuhi lumpur, batu, dan kayu.

    Di antara gelapnya malam dan material galodo, tersimpan kisah tentang seorang ibu yang tidak mau berhenti sebelum mendengar sendiri suara anak-anaknya. Ia tidak mencari kepastian melalui kabar orang lain. Ia memilih datang dan memastikan keselamatan tiga buah hatinya dengan mata kepala sendiri.

    Bagi Ika, perjalanan malam itu bukan sekadar perjalanan pulang. Itu adalah perjalanan seorang ibu menuju anak-anaknya di tengah ancaman bencana. Dan perjalanan tersebut baru benar-benar berakhir ketika tiga suara dari dalam rumah menjawab panggilannya. (*)

    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Penulis
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Aris Prima Gunawan
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *