BREAKING NEWS
    2,191 view

    Cuaca Ekstrem di Padang Pariaman Picu Delapan Titik Bencana

    Waktu Baca: 5 menit
    Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis saat bersama Kepala BNPB meninjau lokasi terdampak bencana di Padang Pariaman beberapa waktu lalu. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Cuaca ekstrem di Padang Pariaman memicu delapan titik bencana yang tersebar di sejumlah kecamatan. Merespons kondisi tersebut, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis langsung menginstruksikan Penjabat Sekretaris Daerah selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memimpin Pusat Pengendalian dan Operasional (Pusdalops) Penanggulangan Bencana untuk mengoordinasikan penanganan di lapangan.

    Instruksi itu mencakup pengerahan personel guna melakukan asesmen, koordinasi lintas sektor, penanganan darurat, hingga penyaluran bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

    Hujan yang mulai mengguyur wilayah Padang Pariaman sejak pukul 10.00 WIB menyebabkan tanah menjadi jenuh air dan memicu tanah longsor di sejumlah kawasan perbukitan. Pada saat yang sama, angin kencang mengakibatkan pohon tumbang serta merusak beberapa rumah warga.

    Sebelum kejadian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Sumatera Barat. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus memantau perkembangan cuaca sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan bencana susulan.

    Data sementara BPBD Kabupaten Padang Pariaman hingga Senin malam mencatat terdapat delapan titik kejadian bencana. Rinciannya terdiri atas empat titik tanah longsor dan empat titik dampak cuaca ekstrem di Padang Pariaman yang tersebar di berbagai wilayahnya.

    Longsor Hambat Mobilitas Warga

    Penanganan difokuskan pada empat lokasi longsor yang mengganggu akses transportasi masyarakat. Yakni di Korong Kampuang Parit, Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur, material longsor menutup badan jalan menuju Kecamatan VII Koto Padang Sago sehingga kendaraan belum dapat melintas.

    BPBD telah berkoordinasi dengan pemerintah nagari dan Dinas PUPR untuk mempercepat penanganan menggunakan alat berat. Longsor di Korong Simpang Puruik, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, menutup badan jalan yang menjadi akses menuju Nagari Limau.

    Peristiwa serupa terjadi di Korong Tanjung Balik, Nagari Lareh Nan Panjang Selatan, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak. Material longsoran masih menutup badan jalan dan proses penanganan terus berlangsung.

    Kerusakan infrastruktur paling berat berada di Korong Sungai Pingai, Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kecamatan V Koto Aur Malintang. Badan jalan terban sepanjang kurang lebih tujuh meter dengan kedalaman sekitar 15 meter sehingga tidak dapat dilalui kendaraan. Lokasi tersebut membutuhkan penanganan lanjutan, termasuk kajian pembangunan trase jalan baru.

    Angin Kencang Rusak Rumah

    Selain longsor, angin kencang yang menyertai cuaca ekstrem di Padang Pariaman juga menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah. Misalnya di Korong Kabun Cimpago, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, satu unit rumah rusak akibat tertimpa pohon tumbang.

    Kondisi serupa juga terjadi di Korong Pasie Laweh, Nagari Bisati Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, yang mengakibatkan satu rumah warga mengalami kerusakan.

    Di Korong Sungai Paku, Nagari Kuranji Hilia, Kecamatan Sungai Limau, angin kencang menerbangkan atap rumah sehingga satu kepala keluarga terdampak. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD telah melakukan pendataan sekaligus menyerahkan bantuan darurat berupa terpal, family kit, dan hygiene kit.

    Sementara itu, pohon tumbang di Korong Sungai Gimba Gantiang Timur, Nagari Sungai Gimba Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakih, sempat menutup badan jalan. Satgas TRC BPBD berhasil mengevakuasi pohon sehingga akses masyarakat kembali normal.

    Penanganan Terpadu

    Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melalui BPBD memperkuat koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, TNI-Polri, serta seluruh pemangku kepentingan guna mempercepat penanganan bencana.

    Upaya yang telah dilakukan meliputi pendataan dan asesmen lokasi terdampak, koordinasi lintas sektor, pembukaan akses jalan, evakuasi pohon tumbang, penyaluran bantuan logistik, hingga pemantauan perkembangan cuaca secara berkala.

    Hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa dalam seluruh kejadian tersebut. Namun, tercatat tiga unit rumah mengalami kerusakan, satu titik jalan terban sepanjang sekitar tujuh meter, serta satu kepala keluarga terdampak. Kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp3 miliar.

    Untuk mempercepat pemulihan, kebutuhan mendesak meliputi pengerahan alat berat guna membersihkan material longsor dan menangani jalan yang terban, serta dukungan logistik berupa terpal, kasur, selimut, dan family kit bagi masyarakat terdampak.

    Warga Diminta Waspada

    Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di Padang Pariaman yang masih berpeluang terjadi berdasarkan informasi BMKG.

    “Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Padang Pariaman untuk tetap siaga dan meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal di kawasan rawan longsor, bantaran sungai, maupun daerah yang berpotensi terdampak angin kencang,” ujarnya.

    “Keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas utama. Apabila terjadi kondisi yang membahayakan, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman dan segera melaporkannya kepada pemerintah nagari, pemerintah kecamatan, atau BPBD agar dapat segera ditindaklanjuti,” sambung bupati.

    Ia juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah, camat, wali nagari, serta seluruh unsur terkait untuk terus memperkuat koordinasi, mempercepat penanganan di lapangan, dan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

    “Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman akan terus hadir di tengah masyarakat dalam setiap kondisi. Kami memastikan seluruh jajaran tetap siaga untuk melakukan penanganan, pendataan, dan penyaluran bantuan kepada warga terdampak,” jelasnya.

    “Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya, serta selalu mengikuti informasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan BMKG,” imbuh JKA.

    Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik melalui penanganan bencana yang cepat, terpadu, dan berkelanjutan hingga seluruh wilayah terdampak kembali pulih. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Aris Prima Gunawan
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *