Daftar Kampus Penyedia PPG di Sumbar: Syarat hingga Biaya, dan Cara Dapat Gratis
Padang, AyoSumbar.id – Kampus penyedia PPG di Sumbar memainkan peran penting dalam mencetak tenaga pendidik yang profesional. Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) menjadi jalur utama bagi lulusan Sarjana Pendidikan untuk memperoleh sertifikasi sebagai guru yang kompeten.
Di Sumatera Barat (Sumbar), terdapat berbagai kampus penyedia program PPG dengan berbagai keunggulan dan keistimewaan. Misalnya memberikan pengalaman praktikum mengajar dengan akreditasi tinggi guna mendukung pengembangan kompetensi mengajar.
Kampus penyedia PPG di Sumbar juga memberikan berbagai fasilitas pendukung bagi mahasiswa untuk berkembang menjadi tenaga pendidik yang andal. Program PPG yang ditawarkan di universitas-universitas ini mengkombinasikan pembelajaran di kampus dengan pengalaman langsung di lapangan.
Kampus penyedia PPG di Sumbar ini juga menawarkan berbagai pilihan biaya yang fleksibel, menjadikan program ini lebih terjangkau bagi calon guru. Sehingga, biaya untuk mengikuti PPG bervariasi antara kampus satu dengan yang lain.
9 Kampus Penyedia PPG di Sumbar
Artikel ini akan mengulas secara rinci mengenai syarat, pelaksanaan, dan biaya PPG di sejumlah kampus penyedia PPG di Sumbar, sebagai panduan bagi Anda yang berencana melanjutkan pendidikan profesi guru di wilayah ini.
1. Program PPG Universitas Adzkia

Untuk mengikuti PPG di Universitas Adzkia, calon peserta harus memenuhi beberapa syarat dasar. Di antaranya, lulusan S1 Pendidikan atau yang memiliki gelar Sarjana (S1) di bidang yang relevan. Selain itu, mereka harus lulus ujian seleksi yang dilaksanakan oleh universitas.
Pelaksanaan PPG di Universitas Adzkia dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap pendidikan profesi dan tahap praktikum mengajar di sekolah-sekolah mitra. Program ini dilaksanakan dengan kombinasi teori di kampus dan praktek di lapangan.
Biaya yang diperlukan untuk mengikuti PPG di Universitas Adzkia berkisar antara Rp 15 juta hingga Rp 20 juta, tergantung pada program studi yang dipilih. Pembayaran biasanya dilakukan dalam beberapa kali angsuran sesuai dengan ketentuan universitas.
2. Program PPG Universitas Bung Hatta (UBH)

Universitas Bung Hatta mensyaratkan peserta untuk memiliki gelar S1 Pendidikan atau bidang lain yang relevan, dengan IPK minimal 2,75. Calon peserta juga harus lolos seleksi administrasi dan ujian kompetensi yang diselenggarakan oleh universitas.
Pelaksanaan PPG di Universitas Bung Hatta dilakukan dengan sistem pembelajaran di kampus yang dilanjutkan dengan kegiatan praktik mengajar di sekolah-sekolah terakreditasi. Program ini biasanya memakan waktu sekitar satu tahun.
Biaya PPG di Universitas Bung Hatta berkisar antara Rp 18 juta hingga Rp 22 juta. Biaya ini mencakup semua biaya administrasi, ujian, dan kegiatan praktikum. Pembayaran dilakukan dalam beberapa tahap sesuai dengan ketentuan yang berlaku di universitas.
3. Program PPG Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB)

Untuk mengikuti PPG di Universitas Muhammadiyah Sumbar, calon peserta harus berstatus lulusan S1 Pendidikan atau bidang lain yang relevan. Mereka juga harus memiliki nilai IPK minimal 2,80 dan lulus tes seleksi yang diselenggarakan oleh kampus.
PPG di Universitas Muhammadiyah Sumbar dilaksanakan dalam bentuk kombinasi antara pembelajaran teori dan praktek. Pembelajaran teori meliputi berbagai aspek dalam pendidikan, sedangkan praktek mengajar dilakukan di sekolah-sekolah yang telah bekerjasama dengan universitas.
Biaya untuk mengikuti PPG di Universitas Muhammadiyah Sumbar berkisar antara Rp 17 juta hingga Rp 20 juta. Pembayaran dilakukan secara angsuran dengan tenggat waktu tertentu selama program berlangsung.
4. Program PPG Universitas Negeri Padang (UNP)

Universitas Negeri Padang membuka pendaftaran PPG bagi lulusan S1 Pendidikan yang telah memenuhi kriteria akademik dengan IPK minimal 2,75. Selain itu, peserta juga harus lulus ujian seleksi yang diadakan oleh universitas.
Pelaksanaan PPG di Universitas Negeri Padang terdiri dari kegiatan kuliah di kampus dan kegiatan praktik mengajar di sekolah-sekolah mitra yang telah disiapkan. Program ini umumnya berlangsung selama satu tahun akademik.
Biaya PPG di Universitas Negeri Padang berkisar antara Rp 18 juta hingga Rp 23 juta, tergantung pada jurusan yang dipilih. Pembayaran dilakukan dalam beberapa tahap dan harus diselesaikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
5. Program PPG Universitas PGRI Sumatera Barat

Universitas PGRI Sumbar membuka kesempatan PPG bagi lulusan S1 Pendidikan atau bidang lain yang relevan. Peserta harus memenuhi IPK minimal 2,70 dan mengikuti tes seleksi yang meliputi ujian tertulis dan wawancara.
PPG di Universitas PGRI Sumbar terdiri dari kegiatan teori yang dilaksanakan di kampus dan kegiatan praktikum yang dilakukan di sekolah-sekolah mitra. Program ini dirancang agar para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat di kelas ke dalam situasi nyata di sekolah.
Biaya PPG di Universitas PGRI Sumbar berkisar antara Rp 16 juta hingga Rp 19 juta. Biaya ini dapat dibayar secara angsuran selama program berlangsung.
6. Program PPG Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang (UIN IB Padang)

Calon peserta PPG di Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang harus merupakan lulusan S1 Pendidikan atau jurusan terkait dengan nilai IPK minimal 2,80. Selain itu, peserta juga harus lulus seleksi ujian dan wawancara yang diselenggarakan oleh kampus.
PPG di Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah perkuliahan yang dilaksanakan di kampus, sementara tahap kedua adalah praktek mengajar di sekolah-sekolah yang telah bekerjasama dengan universitas.
Biaya yang harus dikeluarkan untuk mengikuti PPG di Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang berkisar antara Rp 17 juta hingga Rp 21 juta. Pembayaran dilakukan secara angsuran selama masa program.
7. Program PPG Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar (UIN Mahmud Yunus Batusangkar)

Untuk dapat mengikuti PPG di Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, calon peserta harus lulusan S1 Pendidikan atau program studi terkait. Peserta juga diharuskan memiliki IPK minimal 2,75 dan lolos seleksi ujian yang diselenggarakan oleh universitas.
PPG di Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar terdiri dari dua komponen, yaitu pembelajaran teori di kampus dan praktek mengajar di sekolah-sekolah yang telah bekerjasama dengan universitas.
Biaya PPG di Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar berkisar antara Rp 18 juta hingga Rp 20 juta. Pembayaran dapat dilakukan dalam beberapa kali angsuran.
8. Program PPG Universitas Islam Negeri Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi (UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi)

Untuk mengikuti PPG di Universitas Islam Negeri Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi, calon peserta harus lulusan S1 Pendidikan atau jurusan yang relevan. Mereka juga harus lulus ujian seleksi yang meliputi tes tertulis dan wawancara.
Pelaksanaan PPG di Universitas Islam Negeri Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi meliputi pendidikan teori yang dilaksanakan di kampus dan kegiatan praktikum yang dilakukan di sekolah-sekolah mitra yang telah terakreditasi.
9. Program PPG Universitas Terbuka Padang

Untuk mengikuti program PPG di Universitas Terbuka Padang, calon peserta harus berstatus S1 Pendidikan dari perguruan tinggi terakreditasi, dan memiliki IPK minimum 2,75. Lalu, melengkapi seluruh dokumen administrasi yang dibutuhkan.
Program PPG Universitas Terbuka Padang mengikuti sistem pembelajaran jarak jauh, yang memungkinkan para peserta untuk belajar secara fleksibel sesuai dengan jadwal mereka. Durasi program PPG di UT Padang ini bervariasi antara 1 hingga 2 tahun.
Sedangkan biaya untuk mengikuti program PPG UT Padang berkisar antara Rp 4 juta hingga Rp 9,8 juta, tergantung pada program studi yang diambil dan biaya terkait lainnya. Jika diestimasi, biaya PPG di sini paling murah dibandingkan 8 kampus yang dijelaskan sebelumnya.
Biaya PPG di Universitas Islam Negeri Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi berkisar antara Rp 17 juta hingga Rp 19 juta. Pembayaran dilakukan dalam beberapa angsuran selama program berlangsung.
Adakah PPG Gratis di Sumbar?
Di Sumbar, program PPG umumnya memerlukan biaya yang cukup besar. Namun, beberapa universitas dan lembaga pendidikan mungkin menawarkan PPG gratis atau dengan biaya yang lebih terjangkau melalui beberapa jalur tertentu.
1. Beasiswa Pemerintah
Terkadang, pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait memberikan beasiswa atau subsidi untuk calon guru yang ingin mengikuti PPG. Terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu atau daerah-daerah tertentu.
2. Kerjasama dengan Sekolah atau Pemerintah Daerah
Beberapa universitas di Sumbar terkadang bekerja sama dengan pemerintah daerah atau sekolah-sekolah tertentu yang memiliki program pengembangan guru. Melalui kerjasama ini, calon peserta PPG dari sekolah atau daerah tersebut tidak dikenai biaya alias gratis.
Namun, biasanya ini disyaratkan secara ketat. Misalnya, peserta program PPG tersebut mesti mengabdi di sekolah-sekolah tertentu di daerah itu setelah lulus. Kesempatan ini umumnya diprioritaskan bagi para guru honorer di sekolah atau yang terdata di daerah terkait.
3. Program PPG Jalur Mandiri:
Di beberapa kampus, jika ada cukup banyak peserta yang mendapatkan dukungan dari sponsor atau pihak luar (misalnya perusahaan atau organisasi yang peduli terhadap pendidikan), mereka bisa menawarkan PPG secara gratis atau dengan biaya subsidi.
Meski jarang, kesempatan semacam ini bisa diperoleh dengan mengikuti informasi terkait beasiswa atau program khusus yang dikelola oleh kampus.
PPG Syarat jadi PPPK hingga PNS
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk Suryani, mengungkapkan bahwa mulai tahun 2025, seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk guru akan dilakukan dengan cara yang lebih terintegrasi.
Pemerintah memutuskan untuk menggabungkan proses seleksi PPPK dengan PPG, yang selama ini berjalan terpisah. Kebijakan ini bertujuan untuk memperbaiki sistem tenaga pendidik di sektor pendidikan dan mempercepat pengangkatan guru honorer menjadi ASN.
Dengan sistem baru tersebut, PPG tidak hanya berfungsi sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikasi pendidik, tetapi juga sebagai jalur utama bagi guru honorer untuk diangkat menjadi ASN PPPK.
Guru yang sudah menyelesaikan PPG akan langsung diangkat tanpa perlu mengikuti seleksi PPPK secara terpisah. Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat proses pengangkatan guru honorer sekaligus memastikan kualitas tenaga pendidik yang sesuai dengan standar.
Bagi banyak guru honorer yang telah lama berkontribusi di dunia pendidikan, kebijakan ini memberikan peluang signifikan untuk mendapatkan status ASN dengan cara yang lebih mudah dan terorganisir.
Kesimpulan
Kampus Penyedia PPG di Sumbar umumnya memiliki kualitas terjamin. Sebab, tidak semua kampus dapat melaksanakan program PPG. Hal ini dikarenakan untuk membuka dan menyelenggarakan program PPG, memerlukan syarat yang ketat.
Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh kampus untuk dapat membuka program PPG yaitu kualitas akreditasi kampus dan program studi, tenaga pengajar yang berkualitas, fasilitas harus memadai, kurikulum yang terstandarisasi, dan banyak lagi.
Jika dilihat dari kebijakan syarat terbaru PPPK guru, PPG menjadi sangat penting untuk diikuti. Jadi, guru honorer atau para sarjana pendidikan yang berminat menjadi guru, mesti memulai mempersiapkan diri mengikuti PPG dari sekarang. (*)
- Ikuti update berita kami di Google Berita atau Facebook.
