AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
1,995 view

Dana Banpres di Kota Solok Tuntas 100 Persen, Perkuat Infrastruktur dan Ketahanan Pascabencana

Dokumentasi penting dari kejadian yang berkaitan dengan Dana banpres.
Wako Solok, Ramdhani Kirana Putra, saat meberikan arahan kepada jajarannya agar cepat dalam pelaksanaan program pemulihan dampak bencana. (Foto: Diskominfo Kota Solok)

Komitmen Pemerintah Kota Solok dalam mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat infrastruktur dasar masyarakat terus diwujudkan. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemerintah Kota Solok memastikan pemanfaatan Dana Banpres (Bantuan Presiden) telah terealisasi sepenuhnya atau mencapai 100 persen.

DANA tersebut menjadi salah satu instrumen penting dalam memperbaiki infrastruktur yang terdampak bencana, terutama jaringan irigasi yang memiliki peran strategis dalam mendukung produktivitas pertanian dan perekonomian masyarakat Kota Solok.

Wali Kota Solok, Ramdhani Kirana Putra, menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh perangkat daerah yang telah mengelola dan merealisasikan bantuan tersebut secara maksimal.

Menurutnya, keberhasilan penyerapan Dana Banpres bukan hanya capaian administratif, tetapi juga bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam memastikan setiap bantuan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Dana Banpres ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat kepada daerah. Kami memastikan penggunaannya benar-benar diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik memperbaiki infrastruktur yang rusak maupun membangun sistem yang lebih kuat agar Kota Solok semakin siap menghadapi berbagai risiko di masa mendatang,” ujar Ramdhani.

Foto eksklusif yang menyoroti sisi lain dari kisah Dana banpres.
Wali Kota Solok, Ramdhani Kirana Putra, turun langsung mendukung masyarakat saat proses pemulihan dampak bencana. Langkah ini membuat realisasi program bergerak dengan cepat. (Foto: Diskominfo Kota Solok)

Ia menegaskan, pembangunan yang dilakukan tidak sekadar mengejar pemulihan kondisi sebelumnya, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan infrastruktur yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

“Yang terpenting, hasil dari program ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Solok, terutama dalam mendukung aktivitas pertanian, menjaga lingkungan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tambahnya.

Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Solok, Suryadi Nurdal, menyebut keberhasilan pelaksanaan program tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan.

“Kami terus mendorong seluruh jajaran agar setiap bantuan yang diterima dapat dikelola secara baik, transparan, dan bertanggung jawab. Ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan pembangunan yang manfaatnya kembali kepada masyarakat,” katanya.

Pemko Solok memastikan seluruh proses pelaksanaan kegiatan telah dilakukan sesuai aturan dan melalui pengawasan yang ketat. Dengan pengelolaan yang transparan serta tepat sasaran, Dana Banpres menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun Kota Solok yang lebih tangguh, produktif, dan sejahtera.

Kebersamaan Wako Solok, Ramdhani Kirana Putra, dengan warga saat proses pemulihan infrastruktur terdampak bencana. (Foto: Diskominfo Kota Solok)

Kepala Dinas PUPR Kota Solok, Afrizal, menjelaskan total dana yang dikelola mencapai Rp1.391.740.000. Anggaran tersebut telah dimanfaatkan secara terukur untuk mendukung tiga paket pekerjaan strategis yang berkaitan dengan penguatan infrastruktur pengairan dan mitigasi bencana.

“Secara prinsip, Dana Banpres atau Bantuan Keuangan Khusus yang dikelola Dinas PUPR telah terealisasi 100 persen. Pemanfaatannya disesuaikan dengan kebutuhan mendesak, baik untuk pemulihan pascabencana maupun memperkuat akses ekonomi masyarakat,” jelas Afrizal.

Adapun pekerjaan yang telah diselesaikan meliputi rehabilitasi dan pembangunan Banda Buang Sawah Solok, peninggian pasangan saluran buang irigasi Nampa di Gawan, serta pembangunan dinding penahan tebing dan pembersihan sedimen saluran Bandar Ulu Aia di Pincuran Tujuh.

Pembangunan tersebut diharapkan mampu mengembalikan fungsi jaringan irigasi secara optimal sehingga pengairan lahan pertanian menjadi lebih lancar. Selain itu, penguatan sistem pengendalian air juga menjadi bagian dari strategi mengurangi risiko banjir dan kerusakan lingkungan ketika musim hujan.

Tidak hanya fokus pada infrastruktur irigasi, Dana Banpres juga dimanfaatkan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat melalui pengadaan mobil tangki air bersih berkapasitas 5.000 liter. Kendaraan tersebut nantinya dikelola oleh PDAM Pincuran Makmur untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, terutama ketika terjadi gangguan layanan atau situasi kebencanaan.

Afrizal menambahkan, seluruh program tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan. “Keseluruhan bantuan ini sejak awal disusun untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat, memperkuat ketahanan lingkungan, mendukung kelancaran sektor pertanian, sekaligus menjaga aktivitas ekonomi warga Kota Solok,” tutupnya.

Dengan terealisasinya Dana Banpres secara penuh, Pemerintah Kota Solok menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembangunan yang tidak hanya memperbaiki kondisi pascabencana, tetapi juga membangun fondasi infrastruktur yang lebih kuat untuk masa depan. (adv/*)

Avatar of Niko Irawan
Avatar of TimAS
Niko Irawan
Penulis
TimAS
Editor
Exit mobile version