AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik

Dari Ruang Sidang ke Panti Asuhan, Khairuddin Simanjuntak Tebus Masa Depan Dua Anak Yatim

Momen menarik dalam berita yang melibatkan Padang.
Suasana hening berubah haru saat Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumbar Khairuddin Simanjuntak berbagi kisah masa lalunya kepada Avil Mulyadi dan Dio Fatuta di Panti Asuhan Nur Ilahi Kuranji–Nanggalo, Kota Padang, Rabu (6/5/2026).

Padang, Ayosumbar.id— Aksi cepat dan penuh empati ditunjukkan Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Sumatera Barat, Khairuddin Simanjuntak. Tak lama setelah sidang paripurna berakhir, ia langsung menuju Panti Asuhan Nur Ilahi di kawasan Kuranji–Nanggalo, Kota Padang, untuk menepati komitmennya membantu dua pelajar yatim piatu yang terhenti pendidikannya akibat keterbatasan ekonomi, Rabu (06/05/26).

Kedatangannya bukan sekadar kunjungan seremonial. Di balik langkah tergesa menuju panti, tersimpan niat tulus untuk menghadirkan solusi nyata bagi Avil Mulyadi dan Dio Fatuta—dua siswa yang harus menerima kenyataan pahit dikeluarkan dari sekolah karena tunggakan biaya pendidikan.

Suasana panti yang semula hening berubah hangat ketika rombongan tiba. Anak-anak menyambut dengan tatapan penuh harap. Harapan itu terjawab ketika Khairuddin hadir bukan hanya sebagai pejabat publik, tetapi sebagai sosok yang menghadirkan rasa aman dan kepedulian layaknya orang tua.

Tak butuh waktu lama, suasana haru pun pecah. Setelah mendengar langsung kisah kehidupan anak-anak panti, terutama Avil dan Dio, ketegaran Khairuddin runtuh. Ia memeluk mereka satu per satu, menyalurkan kehangatan yang selama ini mungkin jarang mereka rasakan. Air mata mengalir, menjadi saksi betapa dalamnya empati yang ia rasakan.

Dalam momen penuh emosi tersebut, Khairuddin berbagi kisah hidupnya. Ia mengungkapkan bahwa dirinya pun pernah berada di titik sulit, berjuang dari keterbatasan hingga akhirnya mampu berdiri di posisi saat ini. Cerita itu bukan sekadar nostalgia, melainkan pesan kuat bahwa keadaan tidak boleh menjadi penghalang untuk meraih masa depan.

“Bapak pernah berada di posisi seperti kalian. Rasanya berat, tapi jangan pernah menyerah. Tidak boleh ada anak yang kehilangan masa depan hanya karena biaya,” ucapnya dengan suara bergetar.

Puncak dari kunjungan tersebut menjadi momen yang mengubah hidup. Tanpa ragu, Khairuddin menyatakan akan mengangkat Avil dan Dio sebagai anak asuhnya. Ia berkomitmen penuh untuk menanggung seluruh kebutuhan hidup dan pendidikan keduanya hingga mereka mencapai cita-cita.

“Mulai hari ini, kalian bagian dari keluarga Bapak. Fokuslah belajar. Urusan biaya, serahkan kepada Bapak,” tegasnya.

Keputusan itu langsung disambut tangis haru—kali ini bukan karena kesedihan, melainkan kebahagiaan yang tak terlukiskan. Harapan yang sempat pudar kini kembali menyala terang, membuka jalan baru bagi masa depan mereka.

Langkah cepat Khairuddin ini menuai apresiasi luas dari berbagai pihak. Tindakan tersebut menjadi pengingat bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya diukur dari kebijakan, tetapi juga dari keberanian mengambil tindakan nyata untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Lebih dari itu, peristiwa ini menegaskan satu hal penting: pendidikan adalah hak setiap anak bangsa. Tidak boleh ada mimpi yang terhenti hanya karena keterbatasan ekonomi.(***)

Avatar of M. Abdi Lubis
Avatar of M. Abdi Lubis
Avatar of M. Abdi Lubis
M. Abdi Lubis
Penulis
M. Abdi Lubis
Editor
Avatar of M. Abdi Lubis
M. Abdi Lubis
Reporter
Exit mobile version