BREAKING NEWS
    11,221 view

    Demo di Polda Sumbar, Driver Ojol dan Mahasiswa Teriakkan “Pembunuh”

    Waktu Baca: 3 menit
    Mahasiswa bersama pengemudi ojek online menggelar aksi di depan gerbang Polda Sumbar, Jumat (29/8/2025). Mereka menuntut keadilan atas meninggalnya Affan Kurniawan di Jakarta. (Foto: TimAS)

    Padang, AyoSumbar.id – Demo di Polda Sumbar pada Jumat (29/8/2025) menggema teriakan pembunuh dari ratusan mahasiswa dan driver ojek online (ojol). Mereka juga melemparkan botol air mineral ke arah aparat yang berjaga.

    Polisi dan polwan yang berada di barisan depan terpaksa mundur ke balik pagar besi. Wakapolresta Padang yang memimpin pengamanan bahkan sempat terkena lemparan.

    Situasi semakin memanas ketika massa mencoba membuka paksa pagar Mapolda. Aparat merespons dengan menutup rapat pintu gerbang dan memperketat penjagaan agar massa tidak masuk ke dalam area markas.

    Meski demikian, dialog sempat berlangsung di depan pagar antara perwakilan mahasiswa dan pihak kepolisian. Massa tetap bersikukuh meminta Kapolda Sumbar turun langsung menemui mereka, sementara aparat mengimbau agar peserta aksi di Polda Sumbar menjaga ketertiban dan tidak lagi melakukan pelemparan.

    Aksi tersebut juga disertai teatrikal yang dimainkan mahasiswa bersama pengemudi ojek online (ojol). Dalam drama itu, seorang mahasiswa berperan sebagai polisi yang menilang pengendara ojol dan meminta uang.

    Karena tidak diberi, ia kemudian menampar dan memukul hingga pengemudi terjatuh. Aksi teatrikal di Polda Sumbar itu berlangsung di hadapan Wakapolresta Padang, AKBP Faidil Zikiri, serta Kapolsek Padang Barat, AKP Angga.

    Tidak hanya itu, mahasiswa melemparkan uang ke arah polisi sambil meneriakkan kata “pembunuh”. Tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas meninggalnya seorang pengemudi ojol bernama Affan Kurniawan dalam aksi di Jakarta, Kamis (28/8/2025). Affan dilaporkan tewas usai tertabrak kendaraan taktis Brimob saat unjuk rasa berlangsung.

    Pantauan di lapangan menunjukkan massa membawa spanduk dan poster berisi kecaman terhadap aparat. Mereka yang tergabung dalam aliansi lintas kampus menegaskan solidaritas penuh terhadap korban.

    “Apa yang dialami almarhum Affan adalah represifitas aparat yang tidak bisa diterima. Kami di Sumbar menyatakan sikap solidaritas penuh,” seru salah seorang orator.

    Aksi demo di Polda Sumbar tetap berlangsung dengan pengawalan ketat dari kepolisian. Massa menegaskan akan terus menyuarakan keadilan hingga kasus meninggalnya Affan Kurniawan diusut tuntas.

    Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Tindakan Represif Aparat

    Koalisi Masyarakat Sipil Sumatera Barat juga menyampaikan belasungkawa dan mengecam keras tindakan represif aparat. Mereka menilai tragedi meninggalnya Affan adalah potret kelam perlakuan negara terhadap rakyatnya.

    “Ini bukan sekadar insiden, tetapi bukti kegagalan negara melindungi warganya. Aparat justru menggunakan kekerasan berlebihan terhadap rakyat,” ujar Direktur LBH Padang, Diki Rafiqi, mewakili koalisi.

    Koalisi menuntut Kapolri bertanggung jawab penuh atas peristiwa tersebut, termasuk mundur dari jabatannya. Selain itu, mereka mendesak pelaku pemukulan dan penabrakan dipecat serta diadili. “Reformasi menyeluruh Kepolisian harus segera dilaksanakan,” tegas Koalisi.

    Dalam pernyataannya, koalisi juga menyoroti adanya penangkapan sewenang-wenang terhadap peserta aksi di Jakarta, penggunaan gas air mata, borgol, hingga kendaraan taktis yang disebut menutup ruang demokrasi.

    “Demokrasi tidak boleh ditegakkan dengan intimidasi, kriminalisasi, dan kekerasan. Tragedi ini harus menjadi peringatan keras: negara tidak bisa berdiri di atas penderitaan rakyat,” sebut perwakilan Koalisi.

    Koalisi Masyarakat Sipil Sumbar terdiri dari 18 lembaga dan 10 individu pegiat HAM, termasuk LBH Padang, WALHI Sumbar, AJI Padang, PBHI Sumbar, Koalisi Perempuan Indonesia Wilayah Sumbar, hingga Pusat Studi Konstitusi FH Unand. Mereka menegaskan akan terus mengawal kasus Affan Kurniawan bersama keluarga korban hingga keadilan ditegakkan. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Arditono
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *