BREAKING NEWS
    8,519 view

    Dugaan Keracunan MBG di Agam, Heboh Puluhan Anak Dilarikan ke IGD

    Waktu Baca: 2 menit
    Salah seorang anak yang sedang mendapat penanganan medis di RSUD Lubuk Basung, Rabu (1/10/2025). Diduga, si anak keracunan setelah memakan nasi goreng dari program MBG. (Foto: Istimewa)

    Agam, AyoSumbar.id – Puluhan anak diduga mengalami keracunan MBG di Agam. Sehingga, RSUD Lubuk Basung ramai berdatangan pasien yang diduga keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu hingga Rabu malam (1/10/2025).

    Berdasarkan data terbaru, sudah 56 korban diduga keracunan. Mereka terdiri dari anak-anak TK/PAUD, murid SD. Selain itu, terdapat juga guru dan orang tua yang mengalaminya karena ikut makan dalam program MBG di Agam itu.

    Para korban yang diduga keracunan MBG di Agam itu, mengeluhkan mual, muntah, pusing, diare, hingga demam. Kejadian itu mereka rasakan setelah mengonsumsi nasi goreng dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) BUMNag Bersama Lubuk Basung.

    Jumlah korban keracunan MBG di Agam diperkirakan terus bertambah. Pasalnya, SPPG diketahui melayani 3.654 penerima manfaat dari 57 satuan pendidikan di wilayah Lubuk Basung dan sekitarnya.

    Sekda Agam, Mhd. Lutfi bersama Kadinkes Agam, Hendri Rusdian, langsung meninjau korban di RSUD Lubuk Basung dan Puskesmas Manggopoh. “Seluruh korban akan ditangani tim medis Pemkab Agam. Kami berharap tidak ada tambahan korban baru,” kata Lutfi.

    Ia menegaskan, Pemkab mengerahkan Tim Satgas lintas sektor sejak siang. Korban keracunan makanan bergizi gratis di Agam mendapat perawatan sesuai prosedur, baik peserta BPJS maupun yang belum terdaftar. “Tidak ada yang terabaikan, semua dijamin optimal,” tambahnya.

    Sejumlah ambulans dari berbagai puskesmas disiagakan untuk memperkuat rujukan pasien. Pasien dari Puskesmas Manggopoh dialihkan ke fasilitas yang memiliki kapasitas lebih besar.

    Sebagai langkah pencegahan, Pemkab Agam menghentikan sementara dapur MBG yang dikelola BUMNag Kampung Tangah. “Penghentian berlaku sampai hasil penelusuran Tim Satgas keluar,” ujar Lutfi.

    Meski jumlah korban keracunan makan bergizi gratis di Agam meningkat, Pemkab belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB). Pemerintah menunggu perkembangan data dan hasil penyelidikan penyebab keracunan.

    Bupati Agam Benni Warlis juga turun langsung ke RSUD Lubuk Basung untuk meninjau kondisi korban. Pada malam hari, ia memimpin rapat koordinasi dengan Tim Satgas dan pihak pengelola dapur MBG. Rapat membahas percepatan penanganan dan kebijakan tindak lanjut.

    Pemkab Agam meminta masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi. “Hasil penelusuran akan diumumkan secara transparan. Seluruh langkah penanganan kami laporkan ke publik,” tegas Lutfi. (*)

    Avatar of St Batuah
    Avatar of Arditono
    Avatar of St Batuah
    St Batuah
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *