AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
2,478 view

Dugaan Keracunan MBG di MTsN 1 Pariaman, 83 Siswa Berobat

Potret mendalam dari peristiwa yang menjadikan Keracunan mbg di mtsn 1 pariaman berita besar.
Siswa MTsN 1 Pariaman, diduga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG, pada Senin (14/9/2026). (Foto: TimAS)

Pariaman, AyoSumbar.id – Dugaan keracunan MBG di MTsN 1 Pariaman dialami 83 siswa madrasah yang berada di Pauah, Kecamatan Pariaman Tengah, pada Senin (14/9/2026). Para siswa diduga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebagian siswa yang mengalami gejala dugaan keracunan MBG di MTsN 1 Pariaman itu, telah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit M Yamin dan Rumah Sakit Sadikin.

Kepala MTsN 1 Pariaman, Tarmizi, mengatakan para siswa menyantap menu MBG sekitar pukul 10.00 WIB saat jam istirahat di sekolah.

Sekitar pukul 11.00 WIB, saat proses belajar mengajar berlangsung, sejumlah siswa mulai mengalami gejala. Keluhan yang muncul antara lain mual, muntah, pusing, serta gatal-gatal.

“Usai makan, sekira pukul 11.00 pada saat jam pelajaran, dibeberapa lokal. Siswa yang telah menyantap MBG tadi, mengalami mual, muntah dan pusing serta gatal-gatal,” jelas Tarmizi, Senin (14/9/2026).

Menurut Tarmizi, siswa yang mengalami gejala awalnya dibawa ke UKS (Usaha Kesehatan Sekolah). Namun, kondisi semakin parah dan jumlah siswa yang mengalami gejala terus bertambah.

“Karena kondisi tersebut, para siswa akhirnya dilarikan ke RS M. Yamin untuk mendapatkan penanganan medis,” ucapnya.

Tarmizi menyebutkan menu MBG yang disantap siswa pada pagi itu adalah ayam goreng saus lada hitam. Dari pendataan pihak sekolah, jumlah siswa yang terdampak disebut lebih kurang 100 orang dari sekitar 400 siswa yang telah mengonsumsi menu tersebut.

“Setelah kita data lebih kurang kurang seratus orang siswa yang terdampak keracunan menu MBG. Dari 400 orang yang telah mengkonsumsi,” ujar Tarmizi.

Ia juga menjelaskan bahwa menu tersebut disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Pauah. Tarmizi mengatakan MTsN 1 Kota Pariaman telah menerima program MBG selama sekitar enam bulan.

Menurut Tarmizi, terdapat 800 siswa penerima MBG di MTsN 1 Kota Pariaman. Program tersebut dipasok dari dapur SPPG Yayasan Duta Cahaya Bangsa.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Nazifah, membenarkan kejadian dugaan keracunan MBG di Pariaman tersebut. Ia mengatakan jumlah siswa yang mengalami gejala masih dalam proses pendataan.

“Iya, sementara ini ada 83 siswa yang mengalami gejala setelah mengonsumsi MBG,” kata Nazifah.

Menurut Nazifah, jumlah siswa yang terdampak bertambah secara bertahap setelah mengonsumsi makanan. Pendataan awal mencatat 50 siswa sekitar lima menit setelah konsumsi MBG.

Sekitar setengah jam kemudian, jumlah tersebut bertambah menjadi 79 siswa. Saat ini, total siswa yang mengalami gejala telah mencapai 83 orang.

“Pendataan masih dilakukan, jadi jumlahnya masih bisa berubah,” jelas Nazifah.

Nazifah menyebut makanan yang dikonsumsi para siswa merupakan menu MBG yang disalurkan melalui SPPG di wilayah Pauah.

Dinas Kesehatan Kota Pariaman masih menelusuri penyebab dugaan keracunan di Pariaman yang dialami sejumlah siswa di MTsN 1 Pauh tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai penyebab kejadian tersebut.

“Kita masih melakukan pemeriksaan dan penelusuran untuk mengetahui penyebabnya,” katanya.

Hingga Senin (14/9/2026) sore, Dinkes Kota Pariaman masih melakukan pendataan terhadap siswa yang mengalami gejala serta pemeriksaan terkait makanan MBG yang dikonsumsi. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Aris Prima Gunawan
Putri Maharani
Penulis
Aris Prima Gunawan
Editor
Exit mobile version